Buaya Masuk ke Pemukiman Banjir di Pasangkayu

Bantuan Bencana Alam Kesehatan Nasional News Pasangkayu
Bagikan
  • 1
    Share

PASANGKAYU,LINI1.COM – Warga yang terkurung banjir sejak 10 hari terakhir dipasangkayu, sulawesi barat tidak hanya melumpuhkan aktifitas perekonomin dan pelayanan publik, termasuk kegiatan belajar mengajar karena faslitas belajar seperti ruangan dan mejea terendam banjir. Warga juga resah dengan kemunculan buaya di tengah pemukiman warga. Sementara hingga kini para korban banjir yang kesulitan air bersih dan sumber makanan berharap pemerintah bisa memberikan bantuan darurat.

Setelah sepuluh hari terendam banjir yag tak kunjung surut dengan ketinggian bervariasi mulai dari 70 cm hingga 1,5 meter, ratusan warga desa karya bersama, terutama di dusun sinar wajo dan marambeau kini makin resah lantaran sejumlah warga korban banjir cemas dan resah setelah melihat adanya kemunculan buaya di perkampungan warga yang tergenang banjir. Reftil ganas tersebut diduga dari muara sungai pasangkayu yang jebol hingga meremabah ke kawasan emukiman warga yang tergeanng banjir.

Warga Dusun Marambeau, Rizal menuturkan kemunculan buaya ganas di pemukiman korban banjir membuat warga yang sudah lebih dari sepekan terkurung banjir takut beraktifitas. Di sepanjang muara sungai pasangkayu selama ini dikenal dihuni puluhn hingga ratusan reftil ganas seperti buaya..

“Warga makin resah karena ada buaya masuk ke pemukiman. Smentara hingag kini pemerintah belum menyalurkan bantuan apa pun kepadapara korban. Pada hal mereka sangat membututhkan makanan dan air bersih,”jelas Rizal, warga dusun Marambeau.

0752211181_SULBAR_BUAYA MASUK KE PERKAMPUNGAN KORBAN BANJIR 2A 001

Hingga hari ke – 10 terendam banjir warga mengeluh karena tak bisa beraktifitas.lahan ertanian dan perkebunan yang terendam banjir bahkan mulai mati

Warga juga mengeluh karena saat ini mereka mulai kekurangan pasokan makanan dan air bersih.sejak pemukiman terendam banir warga tak bsa mengola padi atau jagung menjadi sumber makanan lantara pemukima teredam banjir. Sementara sumur-sumur yang menjadi sumber air bersih warga kini tak bisa diharapkan lantaran tercemar banjir hingga air keruh dan berbau.

Sayangnya, warga di dua dusun ini hanya bisa mengeluh kekurangan pasokan makanan dan lauk pauk termasuk kebutuhan air bersih, karena bantuan ke wilayah tersebut hingga kini tak kunjung dikucurkan pemerintah.

enanga bannir hingga satu meter lebih ini dipicu jebolnya tanggul penahan banjir sungai pasangkayu yang terjadi sejak tahun lalu, namun hingga kini tak kunjung dibenahi pemerintah.

Pada warga dan aparat desa setempat sudah lama menyampaian keluhan dna keresahan mereka lantara terus menjadi langganan banjir sejak tanggul yang membela desa mereka jebol dna tak kunjung dibenahi pemerintah.(MPAS-02).

 

Buaya Masuk Kampung, Warga Korban Banjir Pasangkayu Takut Diteror Reftil Ganas

Gabung Bersama di Channel Youtube Kami : Lininews1


Bagikan
  • 1
    Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *