Bocah Pecandu yang Menyeruput 5 Gelas Kopi Sehari ini Dinyatakan Sehat

Anak dan Problematikanya Budaya Ekonomi Life Style Nasional News Pendidikan Polewali Mandar
Bagikan

POLEWALI MANDAR, LINI1.COMTim medis dari dinas kesehatan Polewali Mandar, sulawesi barat turun tangan memeriksa kondisi kesehatan bocah 14 Bulan, Khadija Haura yang diduga kecanduan kopi, lantaran kedua orang tuanya, Sarifuddin dan Anita bukannya menyuguhi susu, melainkan kopi tubruk 5 gelas atau setara dengan 1,5 liter kopi setiap hari. Petugas kesehatan hendak memastikan apakah bocah pelahap kopi ini tumbuh sehat atau normal seperti anak-anak seusianya pada umumnya.

Orang tua bocah Khadija Kaura, Anita menyebutkan, sejak usia enam bulan anaknya ia sudah memberikan kopi tubruk hingga lima gelas setiap hari kepada anaknya. Sejak itu ia mengaku tak melihat ada tanda-tanda kelainan pertumbuhan kesehatan pada anaknya.

Anita bahkan mengkelaim anaknya jauh lebih lincah dna agresif dibanding anak-aak seusia lainnya. Sejak bocah khadijah ahir berjalan anita dan suaminya mengaku kerap kerepotan menjaga anaknya yang super aktif lantaran tak bisa diam.

“Biasa-biasa saja, tidak ada kelainan apa pun, malah anak saya kelihatan lebih lincah dan agresif dari anak lainnya. Bukan saja lincah tapi kerap memanjat-manjat paa saja di depannya,”tutur anita.

Kepala Bidnag Bina Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Polman, Mandaria Saleh menyebutkan, petugas kesehatan juga telah memeriksa kondisi kehatan bocah Khadijah yang diduga ketagihan kopi tubruk hingag mampu menghabiskan 5 gelas sehari. Petugas hendak memastikan apakah kebiasana buruk bocah mengkonsumsi kopi yang sarat kafein dna gula itu berpengaruh pada pertumbuhan kesehatan sang bocah atau tidak.

Dari hasil pemeriksaan kartu menuju sehat (KMS) posyandu menunjukka, grafik kesehatan dan gizi bocah Khadijah tersebut berada di warna hijau yang artinya angka yang normal.

Meski hasil pemeriksaan kesehatan sang bocah tidak menunjukkan adanya tanda-tanda gangguan pertumbuhan kesehatan, namun dalam waktu lama menuurt mandiria akan berdampak buruk pada pertumbuhan kesehatan sang bocah khadijah.

Karenanya petugas kesehatan telah beriskusi dnegan pihak keluarga Anita dna suaminya Sarifuddin termasuk sang mertua agar kebiasana menum kopi segera dihentikan jika kedua orang tuanya menyangi anaknya. Alasannya dampak buruk minum kopi bagi bocah seuisia Khadijah memang belm bisa menjukkan gelajala kelainanan, namun dalam waktu lama akan berampak buruk.

“Karenanya kita sudah menghimbau orang tua dan keluarga bocah khadijah agar kebiasaan menyeruput kopi tubruk itu tidak lagi dilakukan. Dan petugas kesehatan telah menyalurkan bantuan susu dan makanan pelengkap seperti biskuit agar bocah khadijah bisa minum susu dan tumbuh sehat seperti anak seuisnaya,”jelas  Mandaria.

Sebelumnya, Camat Matakali Sulaeman Makka, kepada awak media mengaku telah menghimbau kepada kedua orang tua bocah Khadijah, agar tidak lagi memberikan kopi tubruk pada bayinya. Sulaeman mengatakan, pihaknya sudah menyiapkan susu untuk keluarga tidak mampu.

“jadi kalau memang anak kurang mampu, di pustu (Puskesma Pembantu) sudah disiapkan susu untuk diberikan kepada anak kurang gizi juga untuk anak yang tidak mampu,” ungkap Sulaeman kepada media.  (BN-05)


Bagikan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *