Bocah Pecandu 5 Gelas Kopi Sehari ini Tak Bisa Main dan Makan Sebelum Menyeruput Kopi Buatan Ibunya

Anak dan Problematikanya Budaya Life Style Nasional News Polewali Mandar
Bagikan

POLEWALI MANDAR, LINI1.COM –  Bocah pecandu kopi 5 gelas sehari di polewali mandar, sulawesi barat ini tak bisa main dan makan sebelum menyeruput kopi tubruk buatan ibunya. Saat terbangun dan ibunya tak sempat menyediakan kopi, bocah sulung khadijah khaura yang baru berusia 14 bula ini kerap mencari kopi sendiri hingga ke dapur. Anehnya khadijah baru bisa tenang setelah ia  minum kopi racikan ibunya.

Kebiasaan tak lazim, khadijah khaura, bocah 14 bulan ini menyeruput kopi, ia mulai sejak usia 6 bulan. Saat itu ibunya beralasan tak mampu lagi membeli susu untuk buah hatinya.  Profesinya sebagai buruh kupas kopra yang hanya bergaji rp 20 ribu per hari tak mampu menutupi biaya dapur rumah tangga kecilnya, termasuk membeli susu bubuk untuk sang bayi.

Anita yang ditemui di rumah mertuanya menumpang di desa tonro lima, kecamtan matakali, polewali mandar, sulawesi barat ini menuturkan, khadijah anknya kerap tampak lesu dan kurang semangat. Ia tak bisa bermain dan makan sebelum menyeruut kopi tubruk racikan ibunya.

Bahkan jika terbangun tengah malam, khadijah kerap  merengek minta kopi. Anehnya meski bocah iin pecandu kopi, tidak membuat jadwal tidurnya terganggu. Khadijah yang dikenal super aktif ini biasanya sudah bobo pada jam sembilan malam.

Anita menceritakan, untuk mengantar tidur malamnya, bocah khadijah yang memiliki bobot badan lebih dari 10 kilogram ini selalu ditemani dot berisi kopi hingga tertidur pulas.

“Biasa kalau bangun tidak bisa main dan makan kalau belum minum kopi. Begitu sudah minum kopi langsung ceria dan bersemnagat,”jelas Anita, ibu bocah khadijah pecandu kopi di polewlai mandar.

Anak pertama dari pasangan  anita 15 tahun  dan  syarifuddin 17 tahun  memilkiki kebiasaan yang tak lazim atau berbeda dari kebanyakan anak-anak balita seusianya.

Setiap hari bayi lucu dan licah ini mengkonsumsi kopi melebih dari orang dewasa yakni 5 botol atau setara 1,5 liter perhari.

Kepala Bidnag Bina Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Polman, Mandaria Saleh usai memeriksakan kondisi kesehatan bocah khadijah mengatakan, meski saat iin tidak ditemukan adanya gejala atau tanda-tanda kelainan pertumbuhan pisikpada khadijah, namun ia menyarankan agar kedua orang tuanya bisa menghentikan kebiasana tak lazim meberi kopi pada anaknya. alasannya ketagihan kafein apalagi usia anak anak bisa memperngaruhi pertumbuhan pisiknya dalam waktu lama.

“Sekarang memamg belum terlihat gejala kelainan tapi jika terus menerus disughi kopi akan berefek buruh pada pertumbuhan kesehatan sang bnocah,”jelas Mandaria saleh usai menjenguk bocah khadijah di rumahnya, selasa kemarin.

Meski gemar meminum kopi sejak usia 6  bulan, namun kondisi keshatan  ( hadija khaura) tampak tetap sehat  bahkan berat tubuhnya dengan usia 14 bulan telah mencapai 10 kilogram.Terlihat tubuh bayi lucu dan montok ini layaknya anak sehat. Gemar bermain.

Menurut ibunya, anita  sejak usia 6 bulan anaknya telah diberi kopi sebagai pengganti susu, lantaran ibunya tak bisa memberi asi dan susu instant untuk bayi.

Pekerjaannya sebagai buruh kupas kopra atau buruh angkut padi yang akrab di sebut taksi pada masa panen jauh dari cuku untk memenuhi kebuthan keluarga kecilanya termask mebeli susu intant untuk anaknya.

Sebagai pengganti susu, ia menyuguhinya dengan kopi, belakangan bocah khadijah malah ketagihan. Ia bisa menghabiskan sekitar 5 gelas kopi sehari atau setara 1,5 liter kopi per hari. Bahkan saat bocah in terjaga di malam hari, kerpa merengek minta kopi. Ia baru bisa tetang setelah kedua tanganya memegang dot berisi kopi kesukannaya.

Kedua orang tua bocah khadijah, sarifuddin dan anita ini sendiri merupakan  pasutri yang tergolong muda. Keduanya sepakat menikah di usia 15 tahun atas restu orang tua kedua pihak.

Kedua pasangan muda ini tinggal menumpang di rumah neneknya  sejak dulu. Keduanya mengaku belummapu mengontrak apalagi membeli rumah kecil untuk keluarga kecilnhya.

Sebelumnya kepala dusu setempat bersikukuh menyatakan warganya ini bukan tergolong miskin, meski profesinya sebagai buruh kupas kopra yang hanya bisa mengantongi penghasilan rp 30 ribu sehari. Alasannya pasutri muda ini tinggal di rumah mertuanya yang relatif mampu.

Kepala desa setempat yang kini jadi sorotan lantaran salah satu warganya yang menjadi pecandu kopi di usia dini ini tampak mencoba berdamai dengan keadaan. Kepala desa setempat menceritakan, warga setempat meiliki kepercayaan jika minum  kopi  bisa mencegah penyakit mata tinggi atau step bagi setiap  anak yang biasnaya mengalami demam tinggi.

Selain bocah khadijah khaura, sejumlah bocah di desa tondro lima  juga biasa diberi minuman kopi oleh orang tuanya. Hanya saja khadijah memang dikategorikan kecanduan kopi. Pasalnya sehari ia bisa menghabiskan lebih dari lima gelas atau setara lebih dari 1,5 liter perhari, jumlah iin jauh diatas baras normal orang dewasa mengkonsumsi kopi sehari.

Anehnya, meski pihak  dinas kesehatan setempat telah memeriksakan kondisi kesehatan hadija khaura, tak menemukan tanda-tanda atau gejala kelainan pada pertumbuhan pisik maupun mentalnya sebgaaimana layaknya bocah seisianya. Kondisi badannya terlihat tetap sehat, bugar dan lincah. Bahkan berat tubuhnya melebihi bayi pada umumnya yakni 10 kilogram lebih.

Meski tak meminta kedua orang tua bocah khadijah khaura ini untuk menghentikan kebiasaan anaknya minum kopi lima gelas sehari, namun petugas hanya menyarankan agar bisa mengurangi porsi minum kopi setiap hari, termasuk kadar gulanya bisa dikurangi, agar kelak tidak berpegaruh buruk pada pertumbhan kesehatan pisik sang bayi.  (NB-06)


Bagikan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *