Bertobat di Penjara, Napi Teroris Pilih Ngajar Ngaji di Lapas

Hukum Hukum & Kriminal Nasional News Pendidikan Polewali Mandar Teroris
Bagikan

POLEWALI MANDAR,LINI1.COM – Seorang narapidana teroris yang divonis tujuh tahun penjara karena dinyatakan terlibat mendanai aktifitas terorisme di Poso Sulawesi Tengah, memilih jadi guru ngaji bagi 200 napi dan tahanan

di lapas kelas iib Polewali Mandar Sulawesi Barat. Rudi Haruna Rasyid ikut memberantas buta aksara di lapas polman. Rudi mengajarkan tata cara membaca tajwid kepada para napi di lapas. Meski baru enam bulan mengajar di lapas, namun sejumlah murid binaannya mengaku bangga karena mereka kini sudah bisa membaca al quran.

Matahari baru saja terbit di upuk timur, Jumat pekan lalu (31/08/2018) ketika kami bertandang ke Lapas Polewali Mandar. Namun rudi haruna rasyid, narpidana teroris asal Poso ini masih tampak sibuk membimbing dan mengajarkan tata cara mebaca al quran kepada para napi di lapas polman.

Agar setiap santrinya bisa belajar berkosentrasi mengeja atau membaca tajwid dengan lancar, rudi memandu tata cara membaca alquran dengan baik dan benar secara bergilir.

Rudi haruna rasyid, merupakan napi teroris asal Poso Sulawesi Tengah yang menjalani masa hukuman di lapas kelas ii b polewali. Setiap hari ia mengajarkan mengaji khusunya baca tulis al quran denagn baik dan benar kepada seluruh napi di dalam lapas. Rudi mengajar mengaji dilakukan di masjid  atau dari blok ke blok tahanan.

Seperti biasanya, saat kami bertandang ke Lapas Kelas Iib Polewali Mandar, Rudi mengajarkan tata cara mebaca al quran kepada santrinya pada pagi, petang atau setelah shalat duhur atau ashar  berjamaah. Bukan hanya mengaji.

Sejumlah narapidana yang menjadi murid mengaji di lapas polman mengaku sangat bangga dan senang kegiatan belajar membaca alquran dengan tartil tersebut dipandu rudi. Banyak napi yang sebelumnya tidak bisa mebaca al quran, namun sejak dibimbing dan diajarkan membaca al quran oleh rudi haruna rasyid yang akra dipasapa para napi dnegan panggilan ustads rudi, kini mereka senang karena sudah bisa mengaji atau membaca al quran sendiri.

Irdan, napi dan salah satu Santri Rudi di lapas ini mengaku memanfaatkan waktu usai sholat lima waktu di mesjid lapas untuk belajar membaca al quran dengan baik dan tartil. Irdan yang sebelumnya tidak lanacar dan tidak hafal bacaan al quran kini mulai lancar dan membaca al quran dengan baik.

“Senang bisa belajar tajwid dan meperlancar bacaan alquran dnegan baik dna benar,”jelas Irdan, salah satu napi yag mnjadi santri Rudi di Lapas

Rudi yang ditemui di lapas mengatakan, untuk mengisi waktu selama menjalani masa tahanan dia selalu menyempatkan diri untuk mengajarkan tata cara baca tulis al quran atau ilmu tajwid terutama kepada anak-anak muda. Alasannya mengajarkan dan menebarkan ayat suci al quran adalah perintah rasul.

“Saya hampir tiap waktu usai sholat lima waktu saya menyempatkan membimbing para napi lancar mbaca Al quran dengan baik dan tartil,”jelas Rudi Haruna Rasyid, Napi Teroris yang memilih jadi guru ngaji di lapas Polman.

Rudi Haruna Rasyid merupakan napi teroris yang divonis 7,5 tahun penjara oleh pengadilan negeri jakarta utara, karena dinilai terbukti terlibat dalam mendanai kegiatan terorisme di Poso, Sulawesi Tengah.

Rudi telah menjalani sisa masa hukuman di Lapas Kelas Ii B Polewali selama 3 tahun terakhir.

Sebelum dipindahkan ke Lapas Polewali Mandar, terpidana ini telah menjalani masa hukuman lebih dari satu tahun di Mako Brimob Kelapa Dua, Depok, Jawa Barat. Rudi kemudian dipindahkan dari mako brimob ke lapas kelas iib polewali mandar pada 2015 lalu bersama seorang napi teroris lainnya yang dipindahkan secara terpisah.  (MPOL-02)

 

Gabung Bersama di Channel Youtube Kami : Lininews1


Bagikan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *