Berkah Kemarau, Warga Olah ‘Sikapa’ Jadi Aneka Panganan dan Camilan Kaya Gizi

Bencana Alam Cuaca Ekonomi Nasional News Polewali Mandar Sikapa atau Undo
Bagikan
  • 1
    Share

PINRANG,LINI1.COM Musim kemarau panjang justru mendatangkan berkah tersendiri bagi warga Pangaparang, Di Perbatasan Polewali Mandar, Sulawesi Barat Dengan Kabupaten Pinrang. Tanaman umbi-umbian sikapa yang tumbuh subur di hutan pada musim kemarau, mereka olah menjadi beragam sumber pangan atau aneka produk makanan dan camilan yang lezat, nikmat, gurih dan kaya gizi. Sejumlah kelompok ibu-ibu rumah tangga bahkan mengolah sikapa jadi industri rumahan yang diperjual belikan untuk m

 

Sekelompok perempuan dan ibu-ibu rumah tangga di Desa Pangaparang, Perbatasan Polewali Mandar Sulawesi Barat dengan Kabupaten Pinrang ini mengolah sikapa, sejenis tanaman umbi-umbian yang tumbuh liar di hutan setiap musim mereka olah menjadi beragam panganan seperti Kue Sawalla, Cinole, Keripik atau Sokko sejenis makanan mirip nasi etan yang bisa menjadi makanan pengganti atau pendamping.

 

Aneka produk makanan dan camilan olahan dari sikapa seperti kue cinole, sawalla, sokko dan keripik tiga rasa yakni asin, pedas dan rasa hambar tidak hanya dinikmati sebagai konsumsi rumah tangga,  yang kerap disajikan dalam berbagai kesempatan seperti sarapan pagi atau saat bersantai di sore hari sambil menyeruput teh atau secangkir kopi, tapi juga sebagian diolah sebagai industri rumah tangga yang diperjual belikan untuk menambah pendapatan rumah tangga mereka.

 

Muliani, salah satu ibu rumah tangga yang setiap hari mengolah sikapa menjadi aneka produk makanan olahan seperti keripik tiga rasa, kue cinole, sokko dan sawalla yang nikmat dan gurih mengatakan, aneka produk makanan dan camilan dari sikapa memamng kebanyakan masih dikonsumsi sendiri, namun sebagaian warga sudah memperjual belikan siakapa, baik sikapa setengah jadi atau siap diolah ke dalam beragam makanan atau camil, maupun makanan dan camilan siap saja seperti keripik tiga rasa, kue sawalla, cinole hingga sokko atau nasi ketan yan diyakini kandungan gizi seperti karbohidrat tak kalah dnegan makanan nasi yang selama iin mereka konsumsi.

 

“Bisa dibuat jadi makanan dan kue apa saja. Tapi selama ini biansya dibikin sokko, keripik tiga rasa, sawalla atau conole,”jels Muliani, ibu rumah tanga yang hampir tiap hari memasak panganan sikapa selama musim kemarau.

3 – SIKAPA DIOLAH JADI MAKANAN 019

Muliani mengaku sikapa yang melimpah di desanya menjadi salah satu sumber pendapatan tambahan yang bisa menambah pendapatan rumah tangga di musim kemarau selain bertani. Hanya saja produk makanan olahan dari sikapa ini belum banyak diolah warga menjadi industri rumah tangga untuk menambah pendapatan mereka, alasannya karena bahan bak siakap biasnaya hanya ditemukan melimpah padamusim kemarau panjang.

 

“Sikapa melimpah di hutan. Satu tempat saa buhnya bisa sampai 10 kilogram atau satu karung,”jelas Muliani

 

Untuk mendapatkan sikapa tak sulit. Hanya dengan modal baskom dan parang panjang atau linggis untuk menggali bongkahan sikapa yang bertebaran di pegunungan, warga sudah bisa membawa pulang satu baskom atau satu karung sikapa hanya dalam waktu beberapa jam.

 

Umbi-umbian sikapa berukuran sebesar tinju hingga seukuran bola kaki ini selanjutnya dikupas dan dibersihkan. Setelah dipotong-potong tipis dengan melintang kemudian langsung dikeringkan selama dua hari. Setelah kering dan berbentuk pipih, sikapa kemudian direndam di sungai atau air mengalir 24 jam agar zat racun dari sikapa terbuang dan larut dalam aliran air sungai.

 

Tahap selanjutnya sikapa yang telah direndan dan dicuci bersih kemudian dipres menggunakan tempurung kelapa. Sikapa setengah jadi berbentuk seperdua batok kelapa ini kemudian dijemur lagi hingga kering. Selanjutnya sikapa ini siap diolah dalam beragam bentuk produk olahan makana siap saji seperti aneka kue cinole, sawallab atau keripik tiga rasa asin/ manis dan hambar.

 

Untuk mengolahnya menjadi kue cinole mislanya sikapa kering ditumbuk hingga menjadi tepung. Tepung sikapa selanjutnya dikukus di atas panci dan diaduk hingga matang. Setelah matang dan kenyal kue conole siap saji ini kemudian diberi parutan kelapa dan garam secukupnya atau anda juga bisa membuat kue tepung powder dengan cara memberi gula merah dan kelapa parut untuk memberi sentuhan rasa yang berbeda.

 

Terakhir aneka produk makanan olahan ini siap disajikan dalam berbagai kesempatan dan suasana santai bersama keluarga atau kerabat.

 

Sedang untuk membuat keripik tiga rasa, sikapa yang telah direndam dan dicuci bersih di sungai bisa langsung dikeringkan dan digoreng tanpa harus dipres.

 

Sikapa yang telah diperas airnya menggunakan tempurung kelapa biasanya dijual warga ke pasar seharga rp 5000 per biji. Sementara produk camilan seperti keripik tiga rasa biasnaya dijual warga dalam bentuk kemasan plastik yang masih sangat tgradisional.

4 – SIKAPA DIOLAH JADI MAKANAN 009

Tokoh masyarakat yang juga kepala Desa Pangaparang, Muhammad Safri mengatakan, saat ini pemerintah desa tengah mendorong sejumlah kelompok perempuan dan ibu-ibu rumah tangga di desanya untuk mengembangkan potensi ekonomi kecil agar kelak bisa menjadi salah satu industri rumahan yang bisa menambah pendapatan keluarg mereka.

 

“Kita sedang mendorong agara ini kelak bisa jadi semacam home industri yang bisa menjadi nilai tambah pendapatan keluarga. Saat ini baru ada beberapa orang yang mengolahnya ke dalam varian seperti keripik tiga rasa dan makanan siap saji lainnya,”jelas Kepala Desa Pangaparang Kabupaten Pinrang, Muhammad Safri

 

Menurut Safri salah satu keunggulan sikapa sebagai sumber pangan yang kaya gizi dan protein karena sikapa yang telah diolah dalam bentuk setengah jadi mampu disimpan dan bertahan hingga berbulan-bulan tanpa menggunakan peralatan atau bahan tambahan seperti bahan pengawet apa pun bisa tahan berbulan-bulan.

5 – SIKAPA DIOLAH JADI MAKANAN 012

Amiruddin, warga Pangaparang mengatakan, mesk belu ada penelitian ilmiah yang mengungkap kandungan gizi apa saja dalam umbi sikapa, namun makanan olahan dari sikapa yang dikonsumsi sebagai sarapan pagi seperti nasi bisa membuat warga tahan dari pagi hingga siang.

 

“Makan makana sikapa seperti sokko atau cinole itu sama dengn makan nasi. Kalau sarapan pagi dnegan sikapa kita bisa tahan dan tidak lapar sampai siang hari, sama seperti kita sarapan nasi,”jelas Amiruddin, warga setempat yang mengaku sikapa menjadi berkah bagi warga selama kemarau.

 

Meski sikapa belum diolah menjadi produk rumah tangga yang dikomersilkan secara massal olh warga, namun makanan ini sebagian sudah diperjual belikan warga termasuk di pasar. Warga yang tak ingin repot dan sabar mengolah sikapa sampai siap jadi aneka makanan nikmat bisa mebeli sikapa setengah jadi yang dijual warga di pasar-pasar tradisonal. (MPOL-03).

Gabung Bersama di Channel Youtube Kami : Lininews1


Bagikan
  • 1
    Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *