Beredar Video 5 Bupati Dukung Pasangan Capres, Bupati Polman Dipanggil Bawaslu

Demokrasi Eksekutif Nasional News Polewali Mandar Sulawesi
Bagikan
  • 1
    Share

POLEWALI MANDAR,LINI1.COM – Terkait beredarnya video bupati Polman yang menyatakan dukungan politiknya kepada salah satu pasangan Capres, Bupati Polman Andi Ibrahim Masdar Dipanggil Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Polewali Mandar, Kamis (11/10). Pemanggilan ini terkait kontroversi beredarnya video pejabat yang dinilai melanggara ketentuan undnag-undang pemilu yang melarang pejabat publik menyatakan dukungan mereka secaraterbuka di depan publik. Sebelumnya, Bawaslu telah melayangkan surat pemanggilan kepada Bupati Polman Andi Ibrahim Masdar. 

Ketua Bawaslu Saifuddin mengatakan, pemanggilan ini sebagai klarifikasi terkait beredarnya video tersebut, sebab yang bersangkutan merupakan orang yang punya jabatan, sementara dalam aturan Undang-Undang Pemilu kewenangan dalam kampanye pejabat negara itu dilarang. Hal ini diduga telah melanggar Undang-Undang Pemilu nomor 7 tahun 2017, pasal 547, dengan ancaman pidana 3 tahun penjara, dengan denda Rp.36.000.000.

“Sesuai regulasi kami akan lakukan kajian apakah ada unsur penggunaan kewenangan yang dimiliki oleh yang bersangkutan. Hasil klarifikasi itu nantinya akan di serahkan ke Bawalu Provinsi Sulbar dan akan dikaji,” jelas Saifuddin, saat ditemui diruangannya.

Saifuddin menyatakan, hasil pemeriksaan itu akan dikaji ulang apakah ada unsur yang perlu dikembangkan. Di salah satu video itu ada jabatan yang diuacapkan dan ada bupati yang masih menggunakan pakaian dinas dan lambang Garuda. 

“Harusnya pejabat atau ASN yang akan melakukan kampanye itu harus minimal memiliki ijin cuti. Nah ini akan kami lihat, apakah ini bagian dari kampanye atau tidak,” katanya.

BAWASLU PANGGIL BUPATI 2 001

Bupati Polman Andi Ibrahim Masdar yang dikonfimasi mengatakan, bahwa sebagai warga negara yang baik dirinya telah memenuhi panggilan Bawaslu Polman untuk melakukan klarifikasi.

Menurut bupati yang akrab disapa AIM ini, video tersebut dibuat oleh salah satu orang, usai menghadiri salah satu kegiatan di ruangan Gubenur Sulbar beberapa hari lalu, kemudian dirinya diajak untuk berfoto bersama dengan  para bupati lainnya dan wakil gubernur. Ia juga membantah telah mengajak kepada masyarakat untuk memilih salah satu Capres, 

“Itu hanya spontanitas saja dan tidak ada kesengajaan. Saya hanya diajak berfoto bersama, saya tidak mengenakan pakaian dinas, hanya ikut saja menaikkan simbol jari saja,” ujarnya, usai diperiksa di kantor Bawaslu Polman, jalan H. Andi Depu, Polewali.

Sebelumnya, beredar video lima Bupati di Sulbar serta wakil gubernur Sulbar Enny Anggaraeni Anwar yang mendeklarasikan dukungan ke salah satu pasangan calon presiden. Kelima bupati tersebut adalah Bupati Polman Andi Ibrahim Masdar, Bupati Mamuju Habsi Wahid, Bupati Mamuju Tengah Aras Tammauni, Bupati Pasangkayu Agus Ambo Djiwa, Bupati Mamasa Ramlan Badawi, dan wakil Gubernur Enny Anggraeni Anwar. Dalam rekaman video tersebut, para bupati dan wakil gubernur menaikkan simbol jari sambol berkaya mendukung salah satu pasangan calon presiden tertentu.

Hingga kini, kasus veredarnya video lima bupati dukungan salah satu pasnagan capres ini masih dalam penyelidikan Bawalu Polman. Hasil pmeriksaan pihak terkait nnatinya akan diserahkan ke Bawaslu Sulbar. (MPOL-12).

 

Gabung Bersama di Channel Youtube Kami : Lininews1


Bagikan
  • 1
    Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *