Mulok

Bentrokan Warnai Permintaan Maaf Tim Perumus Mulok di Depan Pemangku Adat PUS

Budaya Mamuju Pendidikan
Bagikan

MAMUJU,LINI1.COM – Resepsi permintaan maaf secara terbuka oleh tim perumus Muatan Lokal (Mulok) tingkat SMA di Sulbar yang kontroversi di tengah masyarakat, Jumat (10/8/2018) diwarnai bentrokan warga dengan petugas. Bentrokan dipicu setelah salah satu warga kesal dengan orasi salah satu tim perumus mulok di atas mimbar karena dinilai bertele-tele dan menceramai warga yang sejak awal menunggu ucapan permintaan maaf secara terbuka dari tim perumus mulok, karena dianggap telah melecehkan kehadiran bahasa salah satu suku tertua di Sulbar, hingga memicu ketersinggungan Masyarakat Adat Pitu Ulunna Salu (PUS).

 

Suasana resepsi permintaan maaf secara terbuka oleh tim perumus mulok sastra dan bahasa mandar di Lapangan Ahmad Kirang Mamuju, Sulawesi Barat, Jumat Siang diwarnai bentrokan warga dengan petugas.

 

Bentrokan dipicu ketika salah seorang warga Pitu Ulunna Salu (Pus) yang tidak terima dengan pernyataan, Ramli salah satu anggota tim perumus mulok sastra dan bahasa mandar yang memberikan orasi, sebelum melakukan permintaan maaf secara terbuka di depan masyarakat dan tokoh pemangku adat pus atau pitu ulunna salu dianggap bertele-tele dna menghina masyarakat pus. Pernyataan Ramli dinilai warga menghina masyarakat pus karena menyebut bahasa pus dianggap tidak jelas dan tidak berwujud hingga langsung memicu kemarahan warga.

 

Salah seorang warga pus yang emosi dengan pernyataan Ramli langsung melompat ke depan podium dan mempertanyakan langsung pernyataan ramli yang dinilai melecehkan suku mereka.

 

Karena diduga menjadi penyebab kekacauan acara resepsi permintaan maaf secara terbuka di depan tokoh adat dan masyarakat pus tersebut, polisi terpaksa mengamankan Arwin, salah seorang warga pus dalam keadaan tangan di borgol.

 

Sejumlah warga pus yang menolak salah satu warga tersebut diamankan polis sempat  terlibat bentrokan dengan petugas. Sejumlah warga pus lainnya mencoba untuk menenangkan suasana namun gagal.

 

Kericuhan kembali terjadi saat warga Pus yang tidak terima dengan diamankannya salah seorang rekannya, berusaha untuk mengambil paksa rekannya saat digiring puluhan polisi ke Mapolda Sulawesi Barat.

 

Meski dalam suasana ricuh, permintaan maaf tim perumus mulok sastra dan bahasa mandar, di hadapan pemangku adat suku pus tetap berlangsung. Ramli yang dikawal aparat polisi menyatakan pemrintaan maaf atas rumusan mulok tingkat sma sulbar yang telah dirumsukan tersebut karena telah mengundang salah persepsi di tengah masyarakat pus.

 

“Saya menyataka pemohonan maaf atas kesalah pahaman masyarakat PUS, Selesai,”ujar Ramli, perumus penamaan mulok sastra dan bahasa mandar mengakhiri orasinya di depan tokoh pemangkut adat PUS dan masyarakat pus.

 

Usai mengucapkan permintaan Maaf, ramli langsung meninggalkan tempat kegiatan tersebut dengan pengawalan ketat dari aparat kepolisian polda Sulbar.

 

Untuk mengantisipasi kericuhan terus berlanjut, pihak Dinas Pendidikan Sulbar terpaksa membatalkan rencana mulok sastra dan bahasa mandar yang akan diterapkan di sekolah tingkat SMA/SMK.

 

Forum resefsi pemintaan maaf secara terbuka tim perumus Mulok itu sendiri terpaksa dihentikan panitia sebelum semua agenda berlangsung karena susana pertemuan sudah kacau. (KM)

 

Gabung Bersama di Channel Youtube Kami : Lininews1


Bagikan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *