Belasan Ribu Pengungsi Gempa di Mamasa Kekurangan Makanan

Bantuan Bencana Alam Gempa Mamasa Nasional News Pengungsi Penomena Alam
Bagikan

MAMASA,LINI1.COM – Ribuan pengungsi yang menempati berbagai lokasi pengungsian di Mamasa Sulawesi Barat seperti Kecamatan Mamasa, Tandukkalua, Sumarorong, Messawadan dan balla belum seluruhnya terjangkaui bantuan logistik. Pemerintah bingung meski pemerintah belum menyatakan situasi darurat bencana, namun ribuan pengungsi yang trauma di guncang gempa hingga kini meilih bertahan di tenda-tenda darurat bersama keluarga dan anak-anak mereka. Hingga hari ini pemerintah baru mentepak status darurat pengungsi agar mereka bisa menyalurkan bantuan logistik makanan kepada para pengungsi.

Ribuan pengungsi gempa di kecamatan sumarorong dan Lapangan Bola Mamasa hingga kini masih bertahan di tempat pengungsian karena trauma diguncang gempa susulan yang terus terjadi, sejak hampir sepekan terakhir.

Meski kondisi lapangan becek lantaran curah hujan yang tinggi beberapa hari terakhir, namun warga dan anak-anak memilih tetap bertahan di temat pengungsian karena alasan masih trauma kembali ke rumah, menyusul gempa-gempa susulan masih terus mengejutkan warga.

Sementara saat ini para pengungsi yang meninggalkan kampung halaman mereka tanpa persipan bekal yang cukup di tempat pengungsian bersama anak-anak mereka kini kekurangan logistik makanan.

Tim relawan yang terlibat membantu para pengungsi pun sangat minim, hanya ada sejumlah lembaga sosial dan siswa sekolah dari dari organisasi pmr dan pramuka, itu pun mereka terlibat setelah pulang sekolah.

Yosep, salah satu relawan di Kecamatan Sumarorong mengatakan, kendalah lain yang di hadapai pengungsi saat ini selain kekurangan logistik makanan juga minimnya tim relawan yang membnatu para pengungsi.

0751011182_SULBAR_RATUSAN PENGUNGSI GEMPA MULAI TERSERANG PENYAKIT GATAL-GATAL HINGGA HIPERTENSI 2A 003

Tim realawan yang ada saat ini seperti tagana, sejumlah organisasi pemuda lainya seperti Sispala, dan Pmi. Tim relawan Pmi dan sispala yang kebayakan adalah siswa sekolah, sehingga mereka baru terlibat pada siang hari setelah pulang sekolah.

“Ribuan pengungsi tidak hanya kesulitan makanan tap juga tim relawan sanagat minim yang terlibat mebnatu para pengungsi di setiap posko pengungsian. “jelas Yosep kordinator relawan posko Sumarorong

Wakil Bupati Mamasa, Martinus Tiranda mengungkapkan, belasan ribu pengungsi di berbagai titik di mamasa masih kekurangan logistik makanan. Umumnya warga dan anak-anak menungsi meninggalkan kampung halaman mereka ke lokasi pengungsian tanpa persiapan.

Pemerintah setempat saat ini sedang berusaha mendistribusi logistik apa adanya ke sejumlah posko pengungsian. Pemerintah setempat mengaku bingung dan kesulitan membantu masyarakat di berbagai lokasi pengungsian lantaran gempa mamasa belum dinyatakan darurat bencana.

“Pemerinth hanya berusaha menyalurkan bantuan seadanya kepadapara pengungsi. Ini kan statusnya darurat pengungsi, bukan darurat bencana,”jelas Martinus Tiranda

Martinus tiranda menyatakan, pemerintah daerah terbuka bagi siapapun yang berkeinginan ikut membantu para pengungsi yang kini tengah kekurangan logistik makanan.

Untuk menyalurkan bantuan makanan sedanaya kepada para pengungsi di berbagai lokasi pengungsian, pemerintah daerah mamasa dan propinsi sulawesi barat telah menyatakan bencana gempa mamasa sebagai darurat pengungsi. (MMAS_07)

 

Belasan Ribu Pengungsi Gempa di Mamasa Kekurangan  Makanan

Gabung Bersama di Channel Youtube Kami : Lininews1


Bagikan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *