Belajar Otodidak di Internet, Zaenal Sukses Jadi Petani Cabe Hingga Jadi Mentor Petani

Life Style Nasional News Polewali Mandar Sembako Wisata Edukasi
Bagikan
  • 1
    Share

POLEWALI MANDAR, LINI1.COM – Belajar otodidak melalui internet seperti google dan youtube hingga mempraktekkan sendiri di kebun miliknya, Serka Zaenal Salam, seorang Anggota Tni Kodim 1402 Polmas, Polewali Mandar Sulawesi Barat, sukses jadi petani cabe dan palawija. Hasil produksi cabe dan tanaman palawija miliknya ia pasok ke pasar-pasar tradisonal untuk menopang stok sayur mayur di pasaran.

Bekal kemampuan dan pengetahuannya bercocok tanam yang luas itulah ia ditunjuk atasannya menjadi mentor bagi kelompok tani, dan calon babinsa yang diberi bekal pengetahuan bercocok tanam, agar bisa menjadi motivator petani dalam meningkatkan pendapatan mereka di wilayah binaannya.

Sabtu pekan lalu, anggota Kodim 1402 Polewali Mandar ini sudah sibuk jadi mentor kelompok tani yang tengah menghadapi berbagai serangan hama dan penyakit tanamannya di keluarahan Darma, kecamatan polewali, kabupaten polewali mandar, sulawesi barat.

Keompok tani yang mengadu karena stres dan bingung bagaimana mengatasi serangan hama dan penyakit pada tanaman cabe, tomat dan tanaman palawija lainnya, ia datangi dan mebimbing petani mengatai masalahnya sendiri. Dengan pengetahuan dan pengalamanya yang mendalam soal tata cara bercoock tanam, Zaaenal mudah ia mengenali berbagai jenis hama dan penyakit yang menyerang tanaman, termasuk memberikan solusi atau tata cara penaggulangannya.

Karena alasan itulah, Zaenal yang belajar budidaya tanaman Cabe, padi dan palawija secara otodidak melalui internet seperti google dan youtube, ia kemudian ditunjuk atasannya menjadi mentor atau memberikan bimbingan gratis kepada para kelompok tani dan calon babinsa di Polrewali mandar. Zaenal membimbing dan mendorong warga bercocok tanam, guna mengembangkan kemampuan dan pendapatan ekonomi keluarganya.

“Mulanya saya mengamati di pasar, ternyata banyak produk komoditi termasuk pertanian justru datang dari luar daerah. Sejak itulah saya pulang ke rumah belajar sendiri dengan bantuan internet. Saya rutin buka-buka google dan youtube, dari sana saya belajar keras dan mempraktekkan sendiiri di kebun saya hingga saya saya akhirnya banyak tahu. Mungkin itulah saya ditunjuk jadi mentor kelompok tani termasuk teman-teman calon Babinsa,”jelas Serka zaenal, mentor dan motivator petani di polewali mandar.

Selain mengedukasi petani tata cara budaya tanaman padi dan palawija, mulai dari proses garap, teknik pemupukan dan penanggulangan hama dan penyakit, hingga panen, zaenal juga kerap mengajak petani binanaya menjadi virus penegtahuan bagi petani lain di sekitarnya.

Zaenal tak hanya membimbing kelompok tani di polewali mandar, ia juga memiliki dua lokasi perkebunan cabe dan tomat yang ia kelola sendiri. Ilmu pertanian yang ia pelajari dan praktekkan langsung di lahannya itu juga yang ia terapkan kepada kelompok tani dan teman-teman babinsa yang menjadi binaannya.

Lokasi zaebal sekitar setengah hektar, yang separuhnya ditanani cabe dan lainnya ditanami teurung dan tanaman produktif lainnya mampu menghasilkan hingga lebih 40 kilogram cabe persekali panen. Denagn harga jula rp 38.000 perkilogramnya, ia bisa mengasilkan 1,5 juta perseklai panen dalam tiga hari.

Zaenal tak hanya menikmati hasil pertanian dan perkebunnnya yang melimpah seorang diri. Kebun cabe dan terung kelompok binaannya yang memanfaatkan lahan tidak produktif di kelurahan manding dan darma misalanya kini menjadi sumber pendapatan yang menguntungkan.

Lahan cabe dan terung seluas 25 are di kelurahan manding ini misalnya, mampu menghasilkan pendapatan harga cabe hingga jutaan rupiah persekali petik. Saat panen perdanan lahan cabe dan terung yang tak lebih dari 10 are milik sukiman di kelurahan manding sabtu kemarin (26/10/2019) mislanya, mampu mengasilkan 29 kilogram cabe. Dengan harga jula rp 38.000 perkilogramnya, ia bisa menghasilkan pendapatan hingga satu juta lebih. 

Jadwal pemetikan atau panen cabe umumnya dilakukan rutin 3 hari sekali. Pada puncak panen ke 6, 7 dan 8 hasilnya bahkan diperkirakan bisa lebih besar hingga 40 kilogram atau setara dengan rp 1,5 juta rupiah. Jika harga cabe melonjak hingga rp 60 ribu perkilogram, seperti tahun-tahun sebelumnya, pendapatan petani bisa lebih besar lagi.

Sejumlah kelompok tani di polewlai mandar yang menjadi binaan zaenal kini termotivasi menggarap dan mengembangkan lahan produktif mereka menjadi sumber pendapatan utama bagi keluarga mereka.

Nursam, petani asal kelurahan darma, polewali mandar ini mislanya mengaku kini mulai melek tata cara bercoock tanam yang menguntungkan tanpa harus trauma dengan gagal tanam yang kerap menghantui petani karea ketidak tahuan ,ereka mengatasi masalahnya sendiri

Nursam mengaku bangga karena mendapat bimbingan langsung di lokasi lahan perkebunan atau pertaniannya. Ia diajari ulai dari tata cara mengolah lahan, menanam, pemupukan higga tata cara menaggulangi haa dna penyakit yang kerap mebuat petani stres.

“Dulu kita selaai takut gagal panen karena memamng beragam serangan hama termasuk teknik pemupukan yang baik dna benar tidak banyak diketahui petani, mereja hanya bertani secara tradisional yang diwariskan orang tuanya. Setelah dibimbing terus menerus oleh pak ZenaL Alhamdulillah kini kulai bisa mengatasi masalahnya sendiri,”jelas Nursam, petani setempat

Petani yang mengalami kesulitan atau gangguan hama dan penyakit di lahannya tak segan-segan menghubungi zaenal untuk mendatangi lokasi kebun atau persawahan mereka untuk mengetahui jenis hama dan penyakit yang menyerang tanamannya.

Para petani yang selama ini bertani secara konvensional, kini bersuykur karena sudah mulai mahir bercock tanam lebih maju, termasuk mengetahui tata cara pemupukan yang berimbang hingga bisa mengenali gejala hama dan penyakit yang menyerang tanaman cabe, terung, pare, mentimun dan tanaman ekonomis lainnya.

Nursam mengaku legah dan senang, karena petani yang biasanya stres karena gagal panen akibat serangan berbagai jenis hama dan penyakit yang tak bisa ditangulangi sediri, seperti,  kutu daun, trips, ulat buah (bekkang alias ulat tentara karena warnanya baret), kini perlahan sudah mulai bisa diatasi sendiri.

Petani lainnya, irawati dan suaminya mengaku bersukur sejak mendapat bmbingan intensif tentang tata cara budidaya tanaman cabe dan tomat, kini ia sudah mulai paham tata cara menanggulangi hama dan penyakit pada kedua tanamannya tersebut.

Selama ini saat tanaman cabe dan tomatnya terserang hama sering gagal panen karena serangan hama dna penyakit pada tanamannya tak ia ketahui bagaimana cara mengatasi atau menagggulanginya.

“Mulanya saya hanya menanam saja, kalau terserang penyakit jadi bingung bagaimana mengatasinya. Tapi karena mendapat bimbingan terus menerus sejak garap hingga panen, saya pelan-pelan mulai bisa merawat sendiri, sambil minta bantuan pak Zenal  kalau ada masalah baru, terutama kalau terserang hama baru,”jelas Irawati, petani tomat dan cabe di kelurahan Darma

Setelah lebih dari dua tahun menjadi mentor tani, zaenal mengaku bangga karena sebagian besar petani binaanya kini sudah mulai mandiri. Sebagain petani kelompoknya yang semula banyak gagal panen lantaran tak mengenali tata cara bercocok tanam yang baik dan benar, termasuk mengatasi gangguan hama dan penyakit pada tanamannya, kini sudah mulai cerdas dan belajar mengatasi masalahnya sendiri. Zaenal umumnya hanya atangi petani yang menemukan gejala hama dna peyakit baru yang tak bisa ditangani petani sendiri.

Zaenal berharap pengetahaun tata cara bertani atau bercocok tanam yang baik dan benar yang ia viruskan ke petani, kelak tak ada lagi lahan produktif yang bisa menopang perekonomian atau pendapatan keluarga di pedesaan yang disia-siakan karena ketidaktahuan petani.

Zaenal mengaku menikmati perannya sebagai mentor tani. Saat mengedukasi petani di lahannya, zaenal mengaku ilmu pertanian dan perkebunannya  yang ia pelajari secara luas di internet malah makin bertambah.

Pria asal camba maros sulawesi selatan yang bertugas di kodim 1402 polmas ini mangku bangga, saat kelompok tani yang kesulitan mengatasi masalahnya, seperti adanya serangan hama dan penyakit pada tanaman mereka, mengadukan maslahanya atau meminta dirinya mendatangi lokasi kebun atau areal perswahan mereka yang terserang hama dan penyakit.

Alasannya kelompok tani dan anggota babinsa binaannya juga kerap menghadapi masalah yang berbeda mulai dari beragam hama dan penyakit yang neyerang tanaman petani, teknik pemupukan berimbang hingga mengenali kondisi ph tanah yang baik, agar tumbuh kembang tanaman di atasnya bisa lebih tumbuh subur dan produktif.

Zaenal berharap pengabdiannya mempiruskan semangat bertani atau bercocok tanam yang baik dna benar secara luas di kelompok binananya, kelak bisa mengedukasi lebih banyak petani, terutama mereka bisa cekatan atau trampil mengatasi masalahnya sendiri. (BN-04)


Bagikan
  • 1
    Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *