Bantuan dan Rute Distribsi Bantuan Korban Gempa Dikawal Ganda TNI-Polri

Bencana Alam Gempa Nasional News Pasangkayu
Bagikan
  • 1
    Share

PASANGKAYU,LINI1.COM Untuk mencegah adanya aksi penjarahan bantuan yang dilakukan oleh warga pasva gempa dan tsunami di Palu, Jumat pekan lalu, aparat keamanan akan melakukan pengawalan distribusi bantuan logistik korban gempa dan tsunami hingga ke tempat tujuan. Selain pengamanan melekat dari aparat Tni/Polri dalam rombongan pengantar bantuan, pengamanan juga akan ditempatkan di sepanjang rute jalan dari Pasangkayu ke Donggala, palu dan daerah sekitarnya.

Belasan truk dan mobil minibus yang mebawa bantuan logistik berupa makanan ke lokasi-lokasi pengungsian di Palu dan Donggala ini dikawal aparat tni dan kepolisian mulai dari wilayah Pasnagkayu Sulawesi Barat, hingga ke wilayah, Donggala, Sigi dna Palu Sulawesi Tengah.

Dalam perjalanan ke sejumlah lokasi tujuan distribusi bantuan, iring-iringan mobil bantuan makanan ini semat dihadang ratusan warga yang hendak menrunkn paksa bantuan beras dan berbagai maknan instant lainnya, namun berkat kesigapan aparat polisi dan tni yang melakukan pengamanan jalur distribusi bantuan, uapaya penjarahan bisa digagalkan dan rombongan pembawa bantuan bisa melanjutkan perjalanan mereka ke lokasi sasaran.

GEMPA TSUNAMI – ANTO – ATASI PENJARAHAN BANTUAN DIKAWAL POLISI 1 005

Sebelumnya sejumlah rombongan truk dan minibus yang membawa bantuan makanan,lauk pauk dan keperluan lainnya dijarah warga di berbagai lokasi di wilayah donggala dan palu. Alasannya distribusi bantuan korban gempa dan tsunami tidak merata dan tidak adil. Banyak lokasi pengungsian yang kekuarangan makanan dnakeperluan vital lainnya hingga kini tak pernah tersentuh bantuan.

Komandan Kodim 1427 Pasangkayu,  Letkol Infanteri Kadir Tandiesak, saat melakukan rapat bersama beberapa relawan yang akan melintas membawa bantuan logistik  menghimbau kepada para warga atau relawan yang ingin menyalurkan bantuan logistik kepada korban gempa, sebaiknya tidak melintas pada malam hari dan segera melapor ke Kodim atau Polres setempat.

Hal tersebut menurt Dandim untuk menghindari adanya aksi penjarahan yang dilakukan oleh warga yang menjadi korban gempa, agar bantuan dari luar daerah bisa terdistribusi dnegan baik dna merata di semua lokasi korban bencana.

“Kita ingatkan kepada para relawan atau warga agar tidak melintas pada malam hari. Dan relawan yang mebawa bantuan sebaiknya melapor ke posko agar mendapat pengawala dari aparat TNI-Polri,”jelas Letkol inf kadir tandiesak, dandim 1427 Pasangkayu

Belum meratanya bantuan logistik ke beberapa wilayah pengungsian dna lokasi korban bencana gempa di palu dan donggala, menjadi alasan warga nekad menghadang mobil yang sedang melintas dan mengambil bahan makanan yang melintas di sekitar mereka. (MPAS_09).

Gabung Bersama di Channel Youtube Kami : Lininews1


Bagikan
  • 1
    Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *