Balita Kecanduan Kopi Disambangi Kapolres dan Ibu Bayangkari

Anak dan Problematikanya Budaya Ekonomi Nasional News Polewali Mandar
Bagikan

POLEWALI MANDAR, LINI1.COM – Pasca viral setelah diberitakan berbagai media lokal dan nasional dua pekan terakhir, bocah pecandu kopi yang menghabiskan 5 gelas kopi atau setara dengan 1,5 liter kopi sehari ini terus menuai simpati publik. Berbagai komunitas masyarakat yang bersimpati maupun yang penasaran ingin melihat langsung bocah yang memiliki kebiasana tak lazim ini terus berdatangan ke rumahnya. Minggu kemarin, giliran Kapolres dan Ibu Bayangkari Polewali Mandar, Sulawesi Barat menjenguk dan memberikan bantuan susu dan biskuit.sang bocah khadijah aura (14 bulan) yang kebanjiran tamu tampak bersuka cita rumahnya setipa hari menjadi ramai.

Setelah beritanya viral di berbagai media, balita berusia 14 bulan bernama Kadijah Khaurah asal Dusun Bulung, Desa Tonrolima, Kecamatan Matakali, Polewali Mandar, Sulawesi Barat terus menuai simpati publik. Berbagai pihak mulai dari individu yang penasaran, komuntas sosial masyarakat, lembaga peduli anak hingga pejabat mendatangi rumahnya, sejak dua pekan terakhir.

Salah satunya adalah Kepolisian Resort Polewali Mandar. Minggu Kemarin, giliran Kapolres Bersama Ibu-Ibu Bayangkari Polewali Mandar datang menjenguk dan bersilaturrahmi denagn bocah Khadija Khaura.

Dalam kesempatan tersebut Kapolres Polman, Bersama Ibu-Ibu Bayangkari menyalurkan bantuan berupa susu instan, makanan bayi dan logistik lainnya yang dibutuhkan khaura.

Kapolres Polman Akbp Muhammad Rifai mengatakan, selain menjenguk dan memberikan bantuan susu kepada bocah khaura, kapolres polman juga mengajak kepada kedua orang tua bocah aura agar tetap memberi pola asuh yang baik dan benar demi tumbuh kembang anaknya.

“Hari in saya bersama ibu-ibu bayangkari datang menjenguk Khadijah aura yang memiliki kebiasan tak lazim minum kopi dalam jumlah banyak dalam sehari. Bagi anak ini kurang baik. Dan kita sduah berdiskusi dnegan kedua orang tuanya dan sepakat tidak akan lagi meberikan kopi pada anaknya,”jelas Akbp Muhammmad Rifai, Kapolres Polman.

Bocah khaura yang rumahnya mendadak ramai dikunjungi berbagai warga, sejak dua pekan terakhir pun tampak terlihat ceriah dan sumringah saat kapolres menyapa di rumahya. Bocah 14 bulan ini menyita perhatian publik nasional, karena kebiasaan buruknya menghabiskan hingga 5 gelas atau setara dengan 1,5 liter kopi tubruk buatan ibunya dalam sehari ini.

Aura bahkan terlihat gembira dan sumringah saat ia diajak polisi dan ibu-ibu bayangkari bermain di rumahnya. 

Sejak mendapat bantuan susu dan makana pendamping seperti sus instan dan biskuit, balita kadijah khaurah kini sudah tidak minum kopi lagi.

“Setiap hari saya mengajari minum susu pemberina bantuan dari warga, agar Khadijabh bisa melupakan kebiasaanya minum kopi. Insya Allasaya tidka akan beri kopi lagi, kalau pun sus bantuan nantinya habis saya hanya akan meberinya air putih,”jelas Anita, ibu kandung khadijah.

Bocah khadijah sendiri kini telah beralih mengkonsumsi susu. Kedua orang tua balita yang sudha berjanji tak akan lagi meberikan minuman kopi pada anaknya setiap hari mengajari anaknya minum susu, agar ia bis amelupakan kebiasana buurknya menyeruout kpi hingga 5 gelas sehari, sejak bocah ini ketagihan kopi di usia 6 bulan lalu.

Seperti diberitakan sebelumnya, bocah khadijah khaura terpaks adisuguhi kopi yang mengandung kafein dna gula lantaran kedua orang taunya Sarifuddin dna anita yang hanya berprofesi sebagai buruh kupas kopra di kampungnya tak sanggup membeli susu dari upahnya bekerja seharian yang biasanya tak lebih dari Rp 20 ribu sehari. (MN-08)


Bagikan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *