Badannya Terbakar Luapan Kompor Gas Saat Tertindih Reruntuhan Gempa, Sahira Selamat

Bencana Alam Gempa Kesehatan Nasional News Pengungsi Sulawesi
Bagikan
  • 1
    Share

PASANGKAYU,LINI1.COM – Sahira, salah satu korban yang selamat dari bencana gempa dan tsunami di Donggala, Palu Sulawesi Tengah, Jumat Petang lalu, ditemukan warga dan relawan dalam keadaan badannya melepuh dan tertindih reruntuhan bangunan rumahnya. Saat bencana dasyat mengguncang seluruh wilayah palu dan sekitarnya, ibu rumah tangga ini tengah menggoreng ikan untuk mempersipakan hidangan makan malam untuk suami dan anak-anaknya. Namun naas, badai gempa dan tsunami yang menghantam, tiba-tiba saja membuat kompor gasnya melayang dan membakar dirInya sendiri.

Pasien bernama sahira ini semula hendak mengungsi ke Pinrang Sulawesi Selatan mengikuti rombongan pengungsi lainnya yang sudah berangkat lebih dahulu meninggalkan kampung halaman dan harta benda mereka pasca bencana gempa dna tsunami, Rabu lalu, namun karena kodisi sebagian badannya melepeuh dan cukup parah, ia kemudian ditahan dokter dan dirawat di rumah sakit Ako Pasangkayu, Sulawesi Barat.

Sahira mengalami luka bakar dan luka akibat tertimpa bahan bangunan pada saat terjadi gempa di kota palu. Sahira menuutur, jumat petang sebelum bencana terjadi ia tengah sibuk mempersiapkan hidangan makan malam untuk suami dan anak-anaknya.

Saat ia tengah menggoreng ikan di atas kompor gas, tiba-tiba saja gempa disusul tsunami terjadi hingga membuat rumahya runutuh. Sementara kompor dan minyak mendidik terlempar dan mengenai tembok dan sekujur tubuh Sahira hingga melepuh.

Sahira yang juga warga Jalan Kelor, Kota Palu Sulawesi Tengah ini berulang kali berteriak histeris dan minta tolong saat ia tengah tertindih reruntuhan bangunan rumahnya, namun karena para tetangga yang panik dan berlarian meyelamatkan diri karena panik dan ketakutan, tak satu pun yang menghiraukan teriakannya.

Sahira baru diselamatkan warga dan tim relawan setelah berjam-jam tertindih reruntuhan dalam keadaan badanya melepuh karena terbakar dna terkena percikan minyak panas.

“Saya lagi menggoreng ikan, tiba-tiba rumah terdorong dan runtuh hingga menghantam saya. Kompor gas yang tengah menyala sempat terlempat dan mebakar tubuh saya, beruntung masih selamat,”kenang Sahira, salah satu korban bencana gempa dan tsunami yang selamat.

DIRAWAT 001

Sahira kini tengah mendapat perawatan intensif di ruangan Kantor RSUD Ako, bersama belasan pasien korban gempa lainnya di rawat di rumah sakit terdekat dari pusat gempa Donggala ini.

Sahira, yang trauma kembali ke rumahnya ini mengaku tak akan kembau ke lokasi reruntuhan rumahnya sementara, ia nanti akan langsung mencari sanak keluarganya di pinrang sambil menengkan jiwa pascagempa.

Ditemui di rumah sakit AKO Pasangkayu, Jumat siang (5/10/2018), Sahira kerap meneteskan air mata saat ia mengingat dan membayangkan bencana dasyat yang berlangsung hanya beberapa menit itu. Sahira seperti ketakutan saat ia tengah menyaksikan tumukan-tumpukan reruntuhan  bangunan rumahnya yang hancur pasca gempa dan tsunami.

Di RSUD Ako, ada belasan korban gempa dan tsunami yag masih dirawat intensif karena mgalami luka serius dan badannya remuk karena tertimpa reruntuhan tembok rumahnya.

Sayangnya, mereka terpaksa dirawat di Ruang Kantor RSUD Ako karena ruangan perawatan rumah sakit pemerintah tersebut kini kondisnya retak-retak pasca gempa dan dikhawatirkan bisa membahayakan keseamatan pasien atau pengguna gedung. (MPASANG-23).

 

Badannya Terbakar Luapan Kompor Gas Saat Tertindih Reruntuhan Gempa, Sahira Selamat

Gabung Bersama di Channel Youtube Kami : Lininews1r

 


Bagikan
  • 1
    Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *