Agen Tertangkap Basah Drop Puluhan Tabung Elpiji ke Pengecer dan Pelanggan RT

Eksekutif Elpiji Hukum & Kriminal Kriminal Nasional News Polewali Mandar
Bagikan
  • 1
    Share

POLEWALI MANDAR, LINI1.COM – Inspeksi mendadak yang digelar petugas Dinas Perindustrian Dan Perdagangan (Disperindag) Polewali Mandar, Sulawesi Barat menyusul naiknya harga elpiji hingga Rp 30 ribu terutama di tingkat pengecer, memergoki sejumlah agen menjual elpiji 3 kg langsung ke pengecer sebelum melalui proses registrasi di agen.

 

Petugas gabungan dari Dinas Perindag Dan Kepolisian yang menggelar inspeksi mendadak ke sejumlah agen dan pangkalan menemukan sejumlah agen dan pangkalan yang diduga melakukan praktek curang dengan menaikkan harga hingga menyelahi prosedur distribusi elpiji subsidi ke pelangganya.

 

Hasilnya, petugas menangkap basah salah satu agen gas elpiji yang kedapatan menjual  langsung tabung gas elpiji 3 kilogram ke pengecer saat sedang membongkar tabung elpji tanpa melalui agen dan pangkalan.

 

Pangkalan milik Hj. Nahariah di jalan Budi Utomo, Pekkabata ini dipergoki petugas menjual elpiji eceran langsung ke konsume tanpa melalui proses registrasi di agen dan pangkalan, Minggu (23/9/2018).

 

Seorang pengecer bernama Rahmat, Warga Btn Sekitar Stadion yang dicegat petugas sata tengah menjinjing tbung elpiji 3 kilogram yang baru dibelinya mengaku membeli 40 tabung gas elpiji 3 kilogram ke agen tk jauh dari rumahnya.

 

Kepala Bidang Standarisasi Dan Perlindungan Konsumen Disperindag Polman, Salma Pida mengatakan, penjualan ini menyalahi prosedur distribusi elpiji. Seharusnya pasokan jatah elpiji dari depot pertamina pare-pare langsung ke agen. Pangkalan lah yang membeli ke agen kemudian mendistribusikannya ke pengecer atau pelanggan rumah tangga. Namun agen Hj Nahariah mendrop langsung ke pengecer dengan jumlah yang tak pantas.

Salma menegaskan hal bertentangan dengan peraturan menteri (permen) nomor 26 tahun 2009, dengan sanksi pidana dan denda 300 juta rupiah.

Menurut Salma, sesuai prosedur, seharusnya elpiji dari depot di registrasi di agen dan pangkalan lebih dulu baru dijual ke pengecer atau pelangggan rumah tangga, tapi ini ini langsung diangkut oleh pengecer.

 

“ini kan menyalahi prosedur, jatah elpiji yag didrop dari pertamina harus langusng ke agen baru ke pangkalan sebelum dijual ke pengecer dan pelanggan rumah tangga, bukan agn langsung ke pengecer atau pelanggan RT,”jelas Kepala Bidang Standarisasi Dan Perlindungan Konsumen Disperindag Polman, Salma Pida

namun petugas yang menemukan indikasi penyalahgunaan distribusi elpiji hingga meresahkan warga hanya diberi teguran atau surat pernyataan yang ditandatangani di atas kertas. Pemilik agen diminta agar tidak mengulangi perbuatannya. Petugas hanya mengancam jika agen bersangkutan masih terbukti dan kedapatan menjual ke pengecer atau pelanggan rumah tangga akan tindak tegas.

Pemilik Agen Hafsah Utama Gas, Ismail Hafid enggan yang dimintai keterangan oleh petugas dan dias perindag enggan berkomentar terkait ulanya mengeruk untuk sepihak dengan cara menjual langsung ke pengecer atau pelanggan rumah tangga yang tidak sesuai prosedur. (mMPOL_03).

Gabung Bersama di Channel Youtube Kami : Lininews1


Bagikan
  • 1
    Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *