8 Pengungsi Gempa Masuk Jurang di Mamasa Dirujuk ke RSUD Polman

Bencana Alam Gempa Kecelakaan Mamasa Nasional News Pengungsi Polewali Mandar
Bagikan
  • 1
    Share

MAMASA,LINI1.COM – Delapan dari 15 korban kecelakan truk yang terjungkal ke dalam jurang sedalam 10 meter, di Dusun Bussu, Desa Mesakada, Kecamatan Tandukkalua, Mamasa, Sulawesi Barat, Selasa (13/11/2018), dirujuk ke Rsud Polewali Mandar karena kondisinya kritis dan tak mampu ditangani pihak puskesmas sumarorong. Lima korban diantaraya dinyatakan meninggal dunia dalam kecelakana tunggal ini, sedang dua korban lainnya yang mengalami luka ringan masih dirawat di Puskesmas Sumarorong, Mamasa.

Setelah sempat ditangani pihak Puskesmas Sumarorong, delapan dari 15 korban kecelakaan truk yang terjungkal ke dalam jurang, selasa pagi tadi, akhirnya dirujuk ke Rsud Polewali Mandar, karena kondisinya mengalami luka parah dan tak mampu ditangani dokter Puskesmas karena alasan fasilitas kesehatan yang tidak mendukung.

Seperti diberitakan sebelumnya, 15 pengungsi termasuk sejumlah lansi dan balita ini meninggalkan posko pengungsian di Lapangan Bola Sumarorong. Mereka hendak kembali ke mamasa menumpangi sebuah Truk Warna Merah Dc 9425.

Namun dalam prjalanan saat melintasi jalan berkelok dan sempit di Dusun Bussu, Desa Mesakada, Kecamatan Tandukkalua, Mamasa ban mobil bak terbuka yang mereka tumpangi tergelincir masuk jurang.

Empat korban diantaranya tewas di tempat kejadian, sementara satu korbn tewas lainnya adalah korbn yang dirujuk dari puskesmas ke Rsud Polman. Mereka meninggal dalam perjalanan menuju Rumah Sakit Polman.

111 002

Keluarga salah satu korban meninggal, Boby Patalangi mengatakan, keluarganya itu sudah beberapa hari mengungsi ke Sumarorong akibat trauma diguncang gempa, sejak lebih dari sepekan terakhir. Saat hendak kemabli ke mamasa usai diguyur hujan di lapangan sumarorong hingga terendam banjir di bawah tenda, mobilnya mengalami kecelakaan sebelum para korban tiba di rumah.

“Sudah sepekan kasian di pengungsian, ini ceritanya mau pulang dai pengungsian ke rumahnya karena alasan gempa sudah mulai redah,”jelas Boby Patalangi, Keluarga Korban.

Catatan rumah sakit dan pihak Kepolisian Lantas Polres Mamasa, dari lima korban meinggal dunia 5 korban diantaranya adalah dewasa, sementara satu korban lainnya adalah Ningsih (28) bersama bayinya, Sela (6 bulan) meninggal bersama ibunya.

Ningsih (28) diketahui adalah warga  Desa Bombong Lambe. Ia sempat mengungsi bersama ayah dan ibunya ke lapangan sumarorong, saat gempa pertama kali berkekuatan 5,4 sr mengguncang Mamasa, pekan lalu.

Kasat Lantas Polres Mamasa, Iptu. Mumahhad. Nur, Mobil naas tersebut bergerak dari arah sumarorong menuju Mamasa. Saat melintas di dusun Bussu mobil bak terbuka tersebut tiba –tiba tergelincir di bibir jurang. Mobil yang kehlangan keseimbangan langsng terjungkal ke dalam jurang hingga berguling-guling beberapa kali hing sampai ke dasar jurang. Akibatnya sejumlah penumpang meninggal dunia.

“Kasunya sednag kita sellidiki, termasuk akan memeriksa sejumlah saksi korban dan warga termasuk sopir yang membawa truk,”jelas Iptu. Mumahhad. Nur, Kasat Lantas Polres Mamasa ditemui di kantornya usai olah TKP di lokasi kejadian.

Pihak kepolisian sementara mendalami penyebab kecelakaan tunggal tersebut. Polisi akan memeriksa sejumlah saksi korban dan warga sekitar termasuk sopir truk yang selamat dalam kecelakaan ini. (MMAS_08).

 

8 Pengungsi Gempa Masuk Jurang di Mamasa Dirujuk ke RSUD Polman

Gabung Bersama di Channel Youtube Kami : Lininews1


Bagikan
  • 1
    Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *