7 Pelaku Tauran Pelajar Dari 3 Sekolah Ditangkap Polisi

Anak dan Problematikanya Hukum & Kriminal Nasional News Pendidikan Polewali Mandar
Bagikan

POLEWALI MANDAR,LINI1.COM – Tujuh siswa dari tiga sekolah menengah atas (sma) yang terlibat aksi tauran sejak dua hari terakhir ditangkap petugas Polres Polewali Mandar, Sulawesi Barat, Jumat (31/8/2018).
Salah satu pelaku yang diduga menjadi otak aksi tauran beberapa hari terakhir diketahui adalah anak seorang guru yang diduga dendam lantaran sehari sebelumnya orang tuanya yang juga guru di salah satu sekolah menjadi korban tauran pelajar.
Ke tujuh remaja yang juga pelajar dari tiga sekolah Sma Di Polewali Mandar ini digiring petugas ke ruang Reskrim Polres Polewali Mandar, tidak lama setelah ia ditangkap petugas di sejumlah lokasi terjadinya tawuran antar pelajar di Kota Polewali Mandar. Ketuju pelajar ini mengaku mereka hanya ikut ikutan untuk menyerang sekelompok pelajar yang merupakan komunitas dari sekolah lain.
Sebelumnya Rabu malam dua kelompok remaja juga terlibat tauran di kelurahan manding, saat warga sedang ramai lalaulalang di lokasi. Akibat tauran ke sekian kalinya itu salah satu pemuda terpaksa dilarikan ke rumah sakit umum daerah polewali mandarkarena terkena sabetan benda tajam saat tauran berlangsung.
Polisi belum memastikan apakah aksi tauran di beberapa lokasi di Polewali Mandar terebut merupakan kelanjutan kasus sebelumnya atau tidak. Namun dari empat pelaku yang sempat damankan malam itu dua diantaranya diduga pelaku tauran pada aksi tauran sebelumnya.
Satu dari tujuh remaja yang diamankan polisi hari ini dipastikan polisi terbukti sebagai pelaku dalam kasus penyerangan pelajar di kota polewali selasa malam. Sedangkan siswa  lainnya hanya ikut dalam rombongan saat tauran berlangsung.
Kronologis aksi tauran pelajar rabu malam bermula ketika sebanayk 30 remaja tiba tiba mendatangi kelompok pelajar yang sedang asik nongkrong di jalan poros stadion manding.
Aksi tawuran pun pecah, para remaja yang juga pelajar ini saling pukul dan melukai. Sejumlah siswa ini terlibat saling serang menggunakan topeng atau helem. Beberapa orang diantaranya terluka lantaran terkena lemparan benda tmpul dan luka bacok yang cukup serius.
Wakapolres Polewali mandar, Kompol Mihardi menjelaskan, sejumlah pelaku sat taruan terjadi megunaknan topeng dan beberapa diantaranya membawa senjata tajam.
“Sejumlah pelaku ditangkap pakai topeng dan helem. Kita belum tahu apakah ini pelaku tauran yang sama sebelumnya,”jelas Wakapolres Polewali mandar
Hingga kini polisi masih memeriksa 7 pelajar yang diamankan. Polisi juga sedang menyelidiki apakah rentetan aksi tauran yang terjadi masih rentetan kasus dan pelaku yang sama. Satu dari tujuh pelaku diantaranya dinyatakan polisi telah terbukti sebagai tersangka pemicuh tawuran, sedangkan puluhan pelaku lainnya masih dalam pengejaran polisi
Pihak Mapolres Polewali Mandar sendiri berjanji akan menindak tegas pelaku tawuran yang suha meresahkan warga. Dsatu pelaku yang terkena sabetan benda tajam saat aksi tauran berlangsung hingga mengalami luka-luka serius di sekujur tubuhnya kini masih dirawat intensif di rumah sakit. (MPOL-02)
Gabung Bersama di Channel Youtube Kami : Lininews1

Bagikan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *