62 KK Korban Banjir Bandang dan Gunung Retak di Bebanga Akan Direlokasi

Bencana Alam Longsor Mamuju Nasional News Pendidikan
Bagikan

MAMUJU, LINI1.COMSebanyak 62 Kepala keluarga di dusun Samak, Kelurahan Bebanga, Mamuju sulawesi barat akan direlokasi ke temat aman yang jauh dari lokasi langganan banjir dan gunung retak di Mamuju. Bupati Mamuju Habsy Wahid kepada Kompas.com Senin (1/4/2019) menyebutkan 62 KK yang kini trauma pasca banjir dan gunung retak di kelurahan Bebanga telah sepakat direlokasi ke tempat baru yang aman dari banjr dan longsor.  

Pihak pemerintah desa setempat denga warga dusun Samak telah melakukan serangkaian pertemuan terkait rencana relokasi warag dari dusun mereka ke lokasi tempat barunya tak jauh dari lokasi. Sementara lahan mereka yang kini digarap termasuk pemukiman warag yang dicemaskan warga akan terttimbun longsior menyusul adanya retakan gunung di sejumlah titik di sekitar lokasi pemukiman warga akan dijadikan lahan perkebunan oleh warga.

Menanggapi adanya lebih dari 60 siswa SD yang yterdiri dari kelas satu hingga kelas enam SD, menurt bupati pemerintah telah merekomendasiukan para siswa sementara agar bersekolah ke sekolah terdekat dari lokasi mereka. Alasannya mendirikan sekolah baru untuk menampung anak-anak pengungsi butuh waktu lama, sementara jadwal ujian nasional sekolah sudha semakin dekat.

“Kita telah merekomendasikan ke sekolah-sekolah terdekat sementara karena mereka mendekati ujian, tapi sebagian warga dan anak-anak sekolah dari 62 KK memilih sekolah di bawa tenda darurat. Pemerintah tentu belum bisa membangun sekolah dalam saktu singkat untuk memampung siswa.’jelas Hasby kepada Kompas.com, senin sore (1/4/2019).

Gabung Bersama di Channel Youtube Kami : Lininews1

Menurut Bupati pemerintah dan warga setempat sudah sepakat direlokasi ke salah satu lokaai yang dinilai aman di kelurahan Bebanga. Rencana ini kini dalam proses penggodokan. Pemerintah Mamuju sendiri juga sudah menyetujui rencana direlokasi warga tersebut ke lokasi seluas satu hektat lebih di kelurahan Bebanga.

Menaggapi kecemasan dna kehawatiran warga aka terjadinya potensi longsor besar yang menimbun pemukiman mereka tempat mengungsi saat ini, menjuurt Hasby sebetulnay tidaklah terllaau menghawatirkan. Memamng ada beberapa titik retakan gunung namun  menjurt Hasby itu tidak terlalu bepitensi menimbulkan longsor besar seperti ayng dikhawatirkan, namunkarena warga terlanjur sudah panik, taruma jadinya mereka takut kembali ke dusunnya semula.

“Memang ada beerapa titik retakan gunung tapi itu saya kira tidak akan menimbulkan longsorna besar ayng menimbun perkampungan seperti kehawatiran warga. Tapi okelah karena warga terlanjut sudha trauma ya kita upoayakan direlokasi ke tempat aman,”jelas hasby.

Hanya saja hingga saat ini Badan Meterologi, Klimatologi dan Geofisika belum melakukan penelitina apa pun terkait kepanikan warga menyusul terjadinya beberapa retakan gunung di kelurahan Bebanga pasca banir bandang dna tanah longsor di lokasi tersebut.

“Ya ini masalahnya belum ada hasil penelitian yang bisa menyakinakan masyarakat jika pegunungan di sekeliling pemukiman warga yang tekah ditinggalkan mengungsi itu tidak membahayakan,”jelas bupati. (nm-05)


Bagikan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *