3 Hari Tertindih Reruntuhan Bangunan, Syamsul Selamat Dievakuasi Keluarganya

Bencana Alam Gempa Kecelakaan Majene Nasional News
Bagikan

MAJENE,LINI1.COM – Tertimpa dan terjebak di tengah reruntuhan tembok, saat Palu dan Doggala, Sulawesi Tengah diguncang gempa dan tsunami, Jumat pekan lalu, seorang warga Majene Sulawesi Barat yang tertimpa reruntuhan gedung berhasil diselamatkan keluarganya setelah tiga hari bertahan  hidup tampa makan dan minum. Korban berhasil dievakuasi setelah warga menyingkirkan tumukan tembok runtuh secara manual, Selasa kemarin.

Selamat dari reruntuhan tembok bangunan akibat gempa yang terjadi di Palu dan Donggala, Sulawesi Tengah, Syamsul (34 tahun), kini menjalani perawatan intensif di Puskesmas Pamboang, Kecamatan Pamboang, Majene, Sulawesi barat.

Syamsul dijemput oleh keluarganya di Palu. Korban yang mengalami  luka pada bagian kepala, bagian wajah dan lengan tampak masi taruma dan luka lebam di kepala, badan dan wajahnya.

Didampingi isteri, Syamsul  (34) salah satu korbanyang selamat asal desa Adolang, Kecamatan Pamboang, Majene, Sulawesi Barat yang menjadi korban gempa di Palu dan Donggala, Sulawesi Tengah.

Tampak disekujur tubuh korba termasuk wajah dan kepala yang mengalami luka setelah tertimpa reruntuhan tembok bangunan saat gempa terjadi, tampa masih lebam.

Syamsul pada saat itu tengah bekerja sebagai mandor di sebuah bangunan bersama 8  orang rekannya. Meski korban dan delapan rekannya berhasil keluar dari gedung sat muali goyang, namun naas bagi Syamsul, ia tertimpa dan terkurung di tengah reruntuhan gedung hingga jatuh pingsan dan tak sdarkan diri.

Beruntung korban masih bisa diselamatkan oleh kakak kandundungnya bersama warga lain yang datang mencari korban.

Dengan susah paya korban berhasil diangkat dana dievakuasi dari tumukan reruntuhan tembok yang menndih badannya hingga nyaris remuk.

Hingga kini kondisi korban masih lemah dan belum dapat diajak bicara, korban merasa trauma atas peristiwa itu. Korban asal desa adolang ini baru dua bulan beradadi palu dan sehari-harinya bekerja  sebagai buruh bangunan di kota Palu.

Mahmud kakak kandung korban mengaku saat gempa terjadi korban tidak sempat menyelamatkan diri dari reruntuhan bangunan, korban diselamatkan setelah berhasil menyingkirkan tumpukan reruntuhan tembok secara manual yang mejepit dan menindih tubuh korban.

“Dia kita samatkan dengan susah paya, tembok yang enindihnya berupaya dicungkil menggunakan kayu atu bambu hingga dia bisa ditarik dari bawah reruntuhan tembok dalam keadaan tak sadarkan diri,”jelas Mahmud, kakak korban

Atas persetujuan kelarga, korban kemudian dilarikan atau dievauasi dari kota palu ke majene sulawesi barat untuk endpatkan erawatan medis.

Rencana korban masih akan terus menjalani perawatan di Puskesmas Pamboang, Majene hingga kondisikorban dinyatakan puih dan membaik. (MJNE-07).

 

3 Hari Tertindih Reruntuhan Bangunan, Syamsul Selamat Dievakuasi Keluarganya

Gabung Bersama di Channel Youtube Kami : Lininews1


Bagikan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *