Miris, Ibu Melahirkan Saat Ditandu Lintasi Pegunungan Terjal Menuju Rumah Sakit

Kesehatan Mamuju Nasional News
Bagikan

MAMUJU, LINI!.COM – Lantaran kebelet hendak melahirkan bayinya saat sedang ditandu menuju pusat kesehatan terdekat dari dusunnya, Soimah warga Dusun Marano, Kecamatan Kalukku, Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat terpaksa mampir dan melahirkan di perkanmpungan transmigrasi. Karena melahirkan tak normal dan ari-arinya tertinggal di dalam rahimnya, soimah terpaksa kembali ditandu belasan warga secara bergantian melintasi hutan dan pegunungan terjal menuju puskesmas terdekat.

Dalam video amatir berdurasi belasan menit yang direkam warga ini meperlihatkan saat Soima yang baru melahirkan di perkampungan Transmigrasi Marano, Kecamatan Kalukku, Kabupaten Mamuju terpaksa kembali ditandu menuju pusat kesehatan terdekat.

Karena akses jalan yang rusak dan tidak bisa dilalui kendaraan roda empat. Soimah ditandu perlahan-lahan menuruni pebukitan oleh belasna warga yang juga snaak tetangganya secara bergantian.

Untuk sampai kepusat kesehatan, warga menempuh perjalan mennadu Soiman selama lebih dari empat jam. Kondis jalan yang terjal, berkeril serta licin mebuat warga tak bisa berjalan kaki dengan lelauasa mengevakuasi soimah ke pusat kesehatan.

MIRIS, IBU MELAHIRKAN SAAT DITANDU LINTASI PEGUNUNGAN TERJAL MENUJU RUMAH SAKIT 2B

“Jalannya terjal dan licin apalagi kalau hujan, jadi diangkat dengan berhati-hati secara bergantian sampai ke rumah skait,”jelas Amir tetangga Soimah yang ikut mengantar tetangganya berobat.

Cerita tentang kisah pilu warga transmigran yang kesulitan mengakses sarana kesehatan ini dawali saat soimah hendak melahirkan banyinya.

Karena kesakitan dna tak bisa melahirkan sendiri, soimah kemudian ditandu suaminya bersama belasna warga lainnya ke pusat kesehatan terdekat dari kampungnya. Sayangnay saat dalam perjalanan menuju puskesmas, soimah kebelt hendak melahirkan bayinya. Soimah akhirnya ammpir dna melahirkan di perkampungan transmigrasi tak jauh dari dusunnya.

Gabung Bersama di Channel Youtube Kami : Lininews1

Sayangnya, usai melahirkan ari-ari di rahim soiman tak bisa keluar. Hal ini tentu saja mengancam keselamatnya jika terlambat ditagani. Warga pun kembali menandu soimah menuju ke puskesmas ranga-ranga agar ia bisa menjalani penanganan medis, termasuk mengeluarkan ari-ari yang masih tertinggal di rahimnya.

Warga dan sanak tetangga soimah yang prihatin akan keselamtan soimah bergotong-royong membantu soimah menuju puskesmas, karena kondisinya yang kian kritis seusai melahirkan anak ke duanya di perkampungan transmigrasi marano, kecamatan kalukku, kabupaten mamuju.

Dari video perjalanan yang diabadikan warga, tampak soimah ditandu menggunakan sarung dengan penyangga bambu menuju layanan kesehatan terdekat untuk mendapat pertolongan medis.

Perjuangan warga melintasi akses jalan yang terjal dan sulit, menunjukkan bahwa layanan publik di perkampungan transmigrasi marano masih sangat jauh dari harapan.

Perjalanan yang ditempuh warga transmigrasi marano menggotong soimah  selama 4 lebih jam  dengan berjalan kaki menuruni bukit dan menyusuri hutan bukanlah pekerjaan mudah.

 

Miris, Ibu Melahirkan Saat Ditandu Lintasi Pegunungan Terjal Menuju Rumah Sakit

Suami Soimah, Rosim mengaku kesulitan mengakses fasilitas kesehatan dnegan mudah lantaran akses jalan dari desa mereka ke kota yang belum tembius kendaraan roda dua. Di kampung mereka juga tidak tersedia sarana kesehatan seperti puskesmas atau pustu yang mudah diakses warga terpencil seperti dirinya.

“Disana tak ada sarana kesehatan, terpaksa ditandu berjam-jam ke puskesmas. Tapi begitu tiba di uskesmas tak mapu ditanganu dan akhirnya dirujuk ke rumah sakit. Karena tak ada sarana transfortasi warag terpaks abergantian menandu hingga ke rumah sakit,”jelas Rosim, Suami Soimah saat mendampingi istrinya di rumah sakit Mamuju.

Rosim baru membawa istrinya ke pusat layanan kesehatan setelah kondisinya kritis. Sayangnya tiba di puskesmas soimah tak lamngsung mendapat penaganan medis, ia malah dirujuk ke rumah sakit karena alasna petugas puskesmas takmapu menganinya.

Namun Rosim bersyukur, meski bersusah payah mengevakuasi istrinya bersama warga secara bergantian melintasi hutan dna pegunungan terjal, nyawa istrinya masih bisa terselamatkan, operasi pengangkatan ari –ari berjalan lancar hingga kondisi

Rosim berharap agar pemerintah daerah dapat membangun akses jalan ke perkampungan transmigrasi marano agar bisa mempermudah masyarakat memperoleh dan menjangkau layanan publik seperti layanan kesehatan dan layanan lainnya. Warga juga berharap di kampung mereka ada pasilitas kesehatan agar warga tak perlu kesulitan ke kota yang jauh hanya untuk mengakses sarana kesehatan.  (MN-05)


Bagikan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *