Haji Tertua 101 Tahun, Beberkan Rahasianya Hidup Sehat dan Panjang Umur Sebelum ke Mekah

Budaya Inspirasi Life Style Nasional News Polewali Mandar
Bagikan

POLEWALI MANDAR, LINI1.COM – Faktor usia lanjut tak menyurutkan semangat Pabettai bin Pambe, seorang kakek berusia 101 tahun asal Kelurahan Darma, Kecamatan Polewali, Kabupaten Polewali Mandar, Sulawesi Barat, untuk menunaikan ibadah haji.  Sebelum berangkat ke tanah suci Mekah 2 Agustus 2019 mendatang, ia sempat beberkan rahasianya hidup sehat dan panjang umur hingga bisa tetap bugar dan sehat di usianya yang ke 101 tahun.

Sesuai kartu KK dan KTP (Kartu Tanda Penduduk) yang ia miliki, kakek pemilik puluhan cucu dna cicit ini lahir pada tanggal 31 Desember 1918. Usianya kini mencapai 101 tahun. Jemaah haji tertua di Polman ini akhirnya mendapat kesempatan menunaikan ibadah haji setelah ia mengumpulkan biaya perjalanan haji sejak tahun 2014.

Meski umur yang sudah lebih dari seabad, namun kondisi Pabettai masih terlihat bugar dan sehat. Tubuhnya yang renta pun tampak sehat, tubuhnya masih dapat digerakkan seperti biasa. Kondisi penglihatan dan ingatannya masih baik. Pabettai masiu bisa mebaca buku atau Al quran tanpa bantuan peralatan kacamata. Hanya pendengarannya memiliki permasalahan. Untuk berbicara dnegannya anda harus bicara dengan sedikit nada yang agak keras agar ia bisa mendengar dna merespoj percakapan orang lain di sekitarnya.

Saat awak media menemui di rumahnya senin lalu, Pabettai yang menikmati sisa hidupnya bersama cucunya menyambut awak media dengan senyum ramah.

Gabung Bersama di Channel Youtube Kami : Lininews1

Pabettai yang sudha menginjak usia lebih dari seabad sempat beberkan kiat atau rahasianya menjadi hidup sehat dan tetap bugar di usia senja. Selama puluhan tahun Pabettai rajin bangun subuh, termasuk mandi subuh hari sebelum melakuakn aktifitasnya. Meski punya fasilitas kendaraan motor dan sepada di ruamhnya, Pabettai lebih meilih kerap jalan kaki kemana pun ia pergi. De gan berolaharaga jalan kaki setiap hari, Pabetatai mengakui bisa hidup sehat dan bersuia lanjut hingga lebih dari 100 tahun.

HAJI TERTUA 101 TAHUN, BEBERKAN RAHASIANYA HIDUP SEHAT DAN PANJANG UMUR 2A

Meski kulitnya tampak keriput seiring usianya yang sudah tua, namun kulitnya masih tampak glowing dan bersih. Selama hidupnya Pabettaai mandi dua kali sehari tidak pernah menggunakan sabun mandi. Pebttaai sendir memang tak suka menggunakan sabun mandi, meski anak dna cucu serta anggota keluarga di rumahnya mandi dengan sabun mandi. Mungkin karena karena kulitnya tidak pernah bersentuhan dengan bahan kimia membuat Pabettai terlihat tetap bugar disuinya yang sudah rentah.

Meski anak-anak dna cucunya punya fasilitas kendaraan di rumahnya, namun Pabettai mengaku bepergian ke tempat ayng tidak jauh, ia lebih memilih jalan kaki daripada naik kendaraan. Pabettaai sendiri merasa bugar dan sehat setiap kali berkeringat usai jalan kaki.

Pabettai merupakan mantan kepala Desa Darma (sekarang menjadi kelurahan) pertama pada tahun 70-an. Ia menjabat sekitar beberapa tahun sebelum Desa Darma berubah menjadi kelurahan.

Pabettai merupakan anak ketiga dari Tujuh bersaudara yang terlahir dari pasangan suami-istri Pambe dengan Pati. Ia memiliki 15  orang anak. 13 anak dari pernikahan pertamanya dengan Piana, lalu 2 orang anak dari pernikahan keduanya dengan Hj. Saddiah.

Pabettai akan berangkat haji didampingi  oleh anak pertamanya, Patonangi. Meski usianya sudha lebih dari satu abad namun Paettai mengaku snagat bersmangat menjalankan seluruh rangkaian ibadah haji hingag kembali ke tanah air menjadi haji yang mabrur. Ia mengaku tidak memiliki persiapan khusus ke Tanah Suci. Hanya berdoa dan mempersiapkan fisik dan kesehatan dengan cara lebih banyak berjalan kaki dan beribadah ke mesjid setiap hari sambil berjalan kaki.

“Alhamdulillah akhirnya bisa pergi haji. kakek enggak punya persiapan apa-apa, cuma bawa pakaian saja dan selalu berdoa,” ujarnya.

Menurutnya, beribadah di Tanah Suci merupakan impiannya sejak lama untuk menunaikan rukun islam kelima tersebut. Usia lanjut tak mmebuat memori atau ingatannya terganggu, bahkan Pabettai masih lancar menceritakan sejarah panjang kehidupannya di zaman Belanda dan Jepang, yang dikatakannya kehidupan rakyat ketika itu sangat miris dan menderita.

Pabettai mengaku pernah ditangkap oleh tentara Belanda bersama delapan orang rekannya. Saat itu ia bersama rekannya diikat lalu diberondong peluru oleh tentara dan di buang ke pinggir sungai dan jurang. Seluruh rekannya tewas, namun ia berhasil selamat.

“Alhamdulillah, Allah Swt masih memberi saya umur yang panjang, saya masih hidup,”tuturnya bercerita.

Pabettai tinggal satu rumah bersama anak dan cucunya. Tempat tinggalnya kini juga berdekatan dengan rumah anak, cucunya.

Usman Pabettai salah satu anak Pabettai mengatakan, memang keinginan Pabettai ayahnya untuk beribadah haji sudah lama ia impikan.

“Semoga beliau sehat-sehat selama berada di tanah suci hingga kembali ke tanah air menjaid haji yang mabrur,”katanya.

 

Haji Tertua 101 Tahun, Beberkan Rahasianya Hidup Sehat dan Panjang Umur Sebelum ke Mekah

Usman menceritakan, bahwa kebiasaan orang tuanya setiap hari adalah, rutin mandi subuh setiap pukul Empat subuh sebelum shalat subuh menekuni rutinitasnya. Ia juga rajin jalan pagi.

“Baru kalau mandi tidak pernah pakai sabun dari dulu begitu. Tapi mungkin itulah rahasianya sampai beliau awet dan panjang umur,”katanya.

Sehari-hari, Pabettai menjalani aktivitasnya sepeti biasa, menghabiskan sisa waktu dengan duduk-duduk di bawah kolong rumah sambil berdzikir dan melantunkan ayat suci Alquran. Ia pun mebaca al quran dnegan lancar tanpa memakai kacamata. Kakek ini juga tidak pernah meninggal shalat Fardhu di masjid yang jaraknya sekitar 300 meter dari rumahnya.

“Masih kuat itu jalan, Selalu shalat di masjid pak, tidak pernah alpa,”kata Usman anaknya.

Kepala Kementerian Agama Polman, Muliadi memebenarkan, jika kakek pabettai merupakan jemaah haji tertu di Polewali Mandar. Hal ini sesuai dengan nomor porsi 3800032390 dan fotonya yang terpajang di kantor Kementerian Agama setempat.

“Iya, kalau di daftar itu ada sekitar 19 orang masuk dalam kategori lansia. Nah, beliau ini yang paling tua lebih dari 100 tahun,”katanya.

Menjelang keberangkatannya ke tanah suci, Pabettai telah mempersiapkan segala kebutuhannya selama di tanah suci nanti seperti pakaian, perlengkapan shalat, vitamin, serta kebutuhan lainya. Pabettai akan berangkat ke tanah suci pada tanggal 2 Agustus 2019, bersama 447 orang jemaah lainnya yang tergabung dalam kloter 39 asal Polman melalui embarkasi Hasanuddin Makassar.  (mn-07)


Bagikan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *