Lumba-Lumba Penuh Luka Terdampar di Polewali Akhirnya Mati Setelah Sempat Ditangani Tim Medis

Bencana Alam Hukum Life Style Lingkungan Nasional News Polewali Mandar
Bagikan

POLEWALI MANDAR, LINI1.COM – Seekor ikan lumba-lumpa sepanjang 1,5 meter yang ditemukan terdampar penuh luka-luka di Pantai Bajoe, Polewali Mandar, Sulawesi Barat, Jumat Lalu, ikan yang dilindungi ini akhirnya mati, setelah sempat dirawat selama dua hari pasca ditemukan nelayan sedang terseok-seok di pinggir pantai.

Meski selama dikarantina dengan pengawasan petugas, lumba-lumba ini sempat memperlihatkan tanda-tanda mebaik, namun minggu pagi tadi ditemukan mati. Bangkai lumba-lumba naas ini kemudian dikubur petugas badan konservasi sumber daya alam sulbar tak jauh dari pantai.

Gabung Bersama di Channel Youtube Kami : Lininews1

Setelah mendapatkan perawatan oleh tim medis dari dokter hewan Dinas Pertanan Dan Peternakan Polman, ikan lumba-lumba sepanjang 1,5 meter ini hanya bertahan selama dua hari, lumba-lumba yang ditemukan nelayan penuh luka sayatatan benda tajam di tubuhnya ini akhirnya mati.

LUMBA-LUMBA PENUH LUKA AKHIRNYA MATI SETELAH SEMPAT DITANGANI TIM MEDIS 2A 001

Lumba-lumba yang sempat dikarantina petugas untuk mebantu penyebuhan luka di sekujur tubuhnya, pagi tadiu ditemukan mati mati di salah satu keramba apung milik kepala dusun setempat.

Meski sempat mendapat perawatan medis, namun mamalia laut ini tidak dapat bertahan hidup lebih lama. Kematiannnya diduga karena ulah tangan-tangan predator yang menyebabkan ikan lumba ini penuh luka di tubuhnya hingga mati.

Menurut Kepala Dusun Bajoe, Sunusi, selama masa karantina lumba-lumba ini terus dipantau pergerakannya oleh petugas relawan. Kondisinya sempat membaik selama satu hari, namun akhirnya ditemukan mati.

“Selamadikarantina sempat memperlihatkan tanda0tanda sehat, ikannya gesir setelah ditangani dokter, namun pagi hari ditemukan mati,”jelas Sunusi, Kepala Dusun.

 

Lumba-Lumba Penuh Luka  Terdampar di Polewali Akhirnya Mati Setelah Dirawat  Tim Medis

Kepala Seksi Bksda Sulbar, Muhammad Hasan mengatakan, bangkai luma-luma ini kemudian dikuburkan di areal pesisir pantai dusun bajoe agar tidak menimbulkan pencemaran. Hasan mengatakan berbagai upaya telah dilakukan untuk menyelamatkan mamalia laut ini, namun pagi hari ini ditemukan mati setelah sempat menjalani proses karantina.

“Berbagai upaya penyelamatan telah dilakuka tim tapi ikan luma-luma ini akhirnya mati. Bnagkainya kemdian kita tanam agar tidak menimbulkan pencemaran udara,”jelas Muhammad Hasan, Kepala Seksi Bksda Sulbar

Sebelumnya lumba-lumba ini ditemukan terdampar oleh nelayan sekitar di pantai sappoang dua hari lalu. Setelah sempat digiring dan dibawah ke pantai, luka-luka ditubuhnya sempat mendapat penangan tim medis dengan cara menjahit luka-lukanya agar bisa sembuh. Ikan ini kemdian dikarantina sebelum akhirnya ditemukan mati.   (MN-06)


Bagikan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *