Gegara Terapkan Wajib Baca Alquran bagi Napi Muslim, Kalapas Polman Dicopot

Hukum Hukum & Kriminal Kriminal Lapas Nasional News Polewali Mandar Pungli
Bagikan

POLEWALI MANDAR, LINI1.COM – Kementerian Hukum Dan Ham (Kemenkumham) Republik Indonesia akhirnya mencopot Kepala Lapas Kelas Iib Polewali Mandar, Sulawesi Barat, Haryoto dari jabatannya. Pencopotan ini dilakukan setelah tim investigasi menemukan adanya pelanggaran Standar Operasional Prosedur (Sop), yang memicu keributan di lapas Kelas Ii Polewlai Mandar, Sabtu pekan lalu.

Pencopotan Kepala Lapas Kelas Dua B Polewali Mandar, Haryoto ini dilakukan setelah tim investigasi yang dibentuk oleh Kemenkum Ham Sulawesi Barat menemukan adanya pelanggaran sop yang dilakukan oleh kepala lapas dalam menjalankan tugasnya sebagai Kalapas Polewali Mandar.

Haryoto dinilai melanggar sop lantaran mewajibkan setiap narapidana yang akan menjalani pembebasan bersyarat wajib mahir mmebaca alquran dan menghafal surah-surat pendek sebelum resmi dibebaskan.

Gabung Bersama di Channel Youtube Kami : Lininews1

Kepala divisi lapas kemenkum ham sulawesi barat anwar mengatakan, tim investigasi bnetukan kemenkumham menemukan pelanggaran sop berupa adanya aturan kebijakan kepala lapas yang mewajibkan setiap napi yang akan bebas besyarat harus pandai mengaji dan mampu menghafal al quran. Kebijakan tersebut anwar tidak ada dalam standar operasional (s.o.p) lapas.

Sebelumnya, Kalapa Spolewali Mandar, Haryoto pasca keributan yang berbuntut aksi pengrusakan lapas oleh ratusan napi, sabtu lalu mengatakan, kebijakan wajib baca alquran yang sudah ia terapkan sejak bertugas di Lapas Polewali Mandar dimaksudkan untuk memberi bekal para mantan napi sebelum bersosialisasi atau berassimilasi di tengah masyarakat luas pasca menjalani masa hukuman. Dengan mahir membaca alquran para mantan napi bisa diterima masyarakat tanpa cacat.

 

Gegara Terapkan Wajib Baca Alquran bagi Napi Muslim, Kalapas Polman Dicopot

Sebeumnya Menteri Hukum Dan Ham, Yasona Laoli juga menyatakan Kalapas Polewlai Mandar telah resmi ditarik dan dinonjobkan sementara. Yasona menilai meski ketentuan wajib baca alquran bagi napi muslim maksudnya baik, namun ketentuan tersebut dinilai telah melampaui ketentuan undnag-undnag karena hal tersebut tidak diatur dalam undang-undang.

Untuk sementara, posisi jabatan Kalapas Polewali Mandar dijabat oleh Kepala Rutan Majene, I Wayan Nurasta sebagai pelaksana tugas harian. Sementara mantan Kalapas Haryoto akan dinonjobkan dan ditarik ke Kantor Kemenkum Ham Sulawesi Barat.

Saat ini kondisi lapas sudah kondusif dan aktivitas di dalam lapas kembali berjalan normal seperti biasa. Meski demikian, sejumlah personil kepolisian dari polres polewali mandar masih tetap disiagakan di sekitar lapas. Langkah ini dilakukan untuk mengantisipasi terjadinya kerusuhan susulan. (BN-02)


Bagikan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *