Tercemar Limbah, Nelayan Hentikan Aktifitas di Sungai Barakang

Hukum Kesehatan Lingkungan Nasional News
Bagikan

MAMUJU TENGAH, LINI1.COM – Diduga tercemar limbah sawit akibat aktifitas pabrik pengolahan kelapa sawit yang diduga mebuang limbah pabrik ke Sungai Barakang, Mamuju Tengah, Sulawesi Barat tidak hanya menyebakan ribuan ekor ikan yang menjadi sumber mata pencaharian warga mati keracunan, namun warga yang beraktifitas di sungai mencari ikan atau memanfaatkan sumber air sungai barakang sebagai irigasi mengalami gatal-gatal

 

Sudah sepekan lebih, puluhan warga yang menggantungkan hidup sebagai nelayan di sepanjang muara Sungai Barakang Mamuju Tengah terpaksa menghentikan aktifitas mereka di sungai lantaran sungai yang menjadi sumber kehidupan mereka diduga telah tercema limbah pabrik kelapa sawit yang diduga dibuang langsung ke sungai.

 

Warga mengeluh karena mengalami gatal-gatal sejak sepekan berinteraksi dengan sungai barakang yang tercemar limbah pabrik hingga warnanya coklat kehitam-hitaman. Nelayan juga memgaku sejak sungai tersebut tercemar limbah ia kesuitan mendapatkan tangkapan ikan. Alasannya ikan-ikan kecil pun mati dan terdampar di sepanjang muara sungai barakang.

 

Gabung Bersama di Channel Youtube Kami : Lininews1

 

Sudirwan, salah satu warga desa barakang yang selama ini enggantungkan hidup sebagai nelayan mengaku sudha lenbih dari sepekan menghentikan smenetara aktifitas mencari ikan di muara sungai barakang, lantaran sungai yang mnejadi sumber mata pencahariannya selama ini diduga tercemar limbah hingga menyebakan ribuan ekor ikan mati, serta warga mengalami gatal-gatal.

 

“Saya sudah lebih satu imggu tidak menacri ikan. Soalnya saya takut badan saya tambah gatal-gatal, lagi pula susah dapat ikan karena banyak yang mati,”jelas  Sudiarwan, warga Desa Brakang

 

Warga hanya bisa berpasrah dengan keadaan yang menimpah mereka. Seperti nelayan lainya sudiarwan yang mnegalami gatal-gatal dan bintik-bintik merah di sekujur tubuhnya mengaku dua hari tidak mandi sungai barakan lantaran khawatir gatal-gatal disertai bintik-bintik merah di sekujur tubuhnya akan smeakinparah jika terus berinteraksi air sungai yang tercemar limbah.

Tercemar Limbah, Nelayan Hentikan Aktifitas di Sungai Barakang

 

Akibat kejadian ini masyrakat setempat yang banyak tergantung dari sungai barakang sepeti mandi, mencuci terpaksa harus mengeluarkan biyaya tambahan untuk membeli air galon untuk kebutuhan sehari-hari.

 

Selain tidak dapat di gunakan untuk kebutuhan sehari-hari, masyrakat terancam kehilangan mata pencarian, terutama masyrakat yang berfrifesi sebagai nelayan air tawarkarna saat ini  ikan sudah mati semua, dari yang kecil sampai yang ukuranya besar habitat ikan sudah nyaris punah di sungai barakang. Hal ini tidak bisa di biarkan, karna kan berdampak buruk terhadap masyrakat yang menggatungkan hidupnya kepada sungai ini.

 

Sejumlah nelayan yang resah dengan pencemaran sungai melakukan investigasi atau pencarian sumber maslaah dnegan menyusuri muara sungai barakang hingga ke hulu, warga menemukan sejumlah pabrik kelapa sawit di wilayah mateng membuang langsung limbah pabrik mereka ke sungai hingag membuat ikan-ikan di sungai mati.

 

Sebelumnya sejumlah aktifis peduli lingkungan di mateng telah mengadukan kasus pengrusakan lingkungan ke dinas lingkungan hidup mateng, agar segera turu tangan mengusut aktifitas pembunagna limbah serampangan ke sungai hingga merusak lingkungan.  (BN-02)


Bagikan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *