Bermaian Jedoran, Cara Anak-Anak di Mateng Mengusir Rasa Lapar dan Haus Saat Berpuasa

Inspirasi Life Style Nasional News Wisata Edukasi
Bagikan

MAMUJU TENGAH, LINI1.COM – Permainan tradisional jedoran kembali menjadi hiburan populer warga dan anak-anak dalam mengisi waktu liburan atau ngabuburit di bulan puasa di mamuju tengah, sulawesi barat. Setiap pagi dan sore, anak-anak di perkampungan mengisi waktu luang mereka dengan bermain jedoran.  Permainan yang terbuat dari susunan kaleng bekas yang menghasilkan suara letusan mirip senjata meriam yang menghibur, layaknya bermain di medan perang ini, dinilai anak-anak lebih aman dan lebih murah, ketimbang bermain mercon atau petasan yang bisa membahayakan diri dan orang lain.

Jam baru menunjukkan pukul 15.00 wita, selasa sore kemarin, namun puluhan anak-anak yang mayoryas sd dan smp di kecamatan budong-budong mamuju tengah ini sudah larut dalam permainan jedoran, sebuah permianan yang dibuat dari susunan kaleng bekas yang disi dengan cairan spertus untuk menimbulkan suara letusan, layaknya senjata meriam di medan perang.

Gabung Bersama di Channel Youtube Kami : Lininews1

Senjata ini dibuat dari hasil kreatifitas anak-anak sendiri, sebagian lainnya dibuta wara untuk dijual di toko atau warung kaki lima yang siap dimainkan.

Deril, bocah yang baru duduk di bangku sekolah dasar bersama teman-temanya mengemari permainan jedoran yang ia buta sendiri dari kaleng bekas menggukan minyak spertus sebagai amunisi yang menghasilkan suara letusan yang keras.

“Harganya murah bahkan bsa buat sendiri. Permaiana ini juga lebih aman dibandng main petasan atau mercon,”tutur Deril, bocah pemilik jedoran.

 

Bermaian Jedoran, Cara Anak-Anak di Mateng Mengusir Rasa Lapar dan Haus Saat Berpuasa

Jedoran menjadi permianan alternatif anak-anak dalam mengusi waktu atau ngabuburit di bulan ramadan di kampung-kampung, setelah mercon dan petasan dilarang petugas digunakan, karena alasna selain bisa menimbulkan kecelakana diri sendiri, juga bisa menimbulkan kecelakana bagi orang lain, termasuk menimbulkan kebakaran.

Tak heran jika permaknan tradsional yang kembali populer selama ramadhan hingga lebaran ini menjadi keasikan tersendiri para anak-anak kampung saat mereka kesulitan, bahkan tidak mampu membeli petasan.

Anak-anak yang tak bisa mebuat jedoran atau tidak punya bahan untuk mebuat jedoran dari kaleng-kaleng bekas, bisa mebeli diwarung atau toko yang menyediakan sarana permainan jedoran ini. Umumnya jedoran dijual bervariasi mulai rp 10 ribu hingga rp 20 ribu perbuah, sesuai ukuran besar jedorannya.

Meski suara yang di timbulkan sangat besar dan keras,  namun mereka tidak sedikit pun merasa takut. Mereka bahkan saling adu letusan atau bunyi jedoran. Permainan ini juga biasanya dimainkan secara berkelompok. Seperti layaknya permainan peperangan, setiap kelompok saling jual beli suara letusan jedoran. Kelompok yang memiliki suara jedoran paling besar dinilai menjadi pememang peperangan yang biasanya digelar di sekitar pemukiman warga.

Bermain jedoran di bulan puasa diakui para anak-anak mampu mengalihkan perhatian atau rasa lapar mereka hingga waktu buka puasa tiba.  (DF-09)


Bagikan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *