Alquran Raksasa di Polman Jadi Obyek Wisata Religi Selama Ramadan

Budaya Cendekia Inspirasi Nasional News Pendidikan Wisata Edukasi
Bagikan

POLEWALI MANDAR, LINI1.COM – Sebuah alquran raksasa berukuran 1,5×2 meter yang dirawat Pengurus Masjid Nurut Taubah, di Desa Lapeo, Kecamatan Campalagian, Kabupaten Polewali Mandar, Sulawesi Barat menjadi objek wisata religi di bulan ramadhan. Alquran legendaris ini disimpan rapih dalam etalase kaca. Masjid Nurut Taubah sendiri merupakan mesjid tertua yang telah berusia ratusan tahun, yang juga merupakan saksi sejarah peradaban perkembangan Islam abad ke-18 di Tanah Mandar.

Inilah alquran raksasa dengan ukuran super jumbo yang terdapat di masjid nurut taubah, desa lapeo, kecamatan campalagian, kabupaten polewali mandar, sulawesi barat.  Masjid ini merupakan salah satu masjid tertua yang telah berusia ratusan tahun. Mesjid ini merupakan saksi sejarah peradaban islam di tanah mandar pada abad ke delapan belas.

Gabung Bersama di Channel Youtube Kami : Lininews1

Ukuran al quran ini 1,5 x 2 meter persegi dengan berat 50 kilo gram. Seperti alquran pada umumnya, alquran raksasa ini lengkap dengan 30 juz, 114 surah dan 6.666 ayat.

Al quran ini dicetak di salah satu percetakan di kota kudus jawa tengah, dengan lama waktu selama hampir satu tahun.

Al quran ini memiliki 610 halaman dengan jumlah surat sebanyak 305 lembar yang di tulis menggunakan tinta emas yang terbuat dari tinta campuran china dengan cairan teh kental.

Asrul Mulyadi, salah satu warga luar Campalagian ini mengapresiasi sikap pengurus mesjid menebarkan syiar islam dnegan cara memajang al quran raksasa di halaman mesjid yang bisa diakses seiapa saja yang ingin melihat langsung, alquran penomenal tersebut.

Alquran Raksasa di Polman Jadi Obyek Wisata Religi Selama Ramadan

 

“Bagus, menarik. Ini salah satu cara menyebar syiar Islam,”jelas Asrul Muliadi, salah satu wsiatawan yang kebetulan mampir sholat di mesjid lapeo di jaljr trans sualwesi, Selasa (7/5/2019) kemarin.

Imam masjid lapeo, samsul mudir muhsin tahur mengatakan, setiap hari alquran raksasa ini jadi objek wisata religi tidak hanya warga lokal kecamatan campalagian tapi juga warga luar daerah.

Menurut Syamsul, Alquran raksasa ini sengaja dipajang di halaman mesjid selama ramadhan untuk memberi akses kepada warga untuk melihat langsung alquran raksasa ini.

“Sengaja kita pasajang di halaman mesjid agar memudahkan siapa saja mengaksesnya, terutama warga yang penasaran ingin menyaksiakn langsung Alquran raksasa ini,”jelas Samsul Mudir Muhsin Tahir, Imam Masjid Lapeo

Al quran ini hanya sesekali saja di keluarkan dalam waktu waktu yang tertentu, seperti di bulan ramadhan. Selama ramadhan al quran super jumbo ini akan terus dipajang di halaman masjid untuk mmeudahkan warga atau siapa saja yang ingin menyanksikan dna mengabadikan al quran raksasa ini.

Agar tidak mudah rusak atau dijamah warga, al quran ini sengaja disimpan di dalam etalase kaca. Pengurus sengaja memajangnya di depan pintu masuk masjid lapeo. Al quran ini menjadi obyek wisata religi dan menjadi pusat perhatian bagi warga yang singgah melaksanakan shalat.  (BN-06)


Bagikan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *