Kisah Pasutri Lahirkan Bayinya di Tengah Kepungan Banjir, Naik Perahu Hingga Truk Angkutan Sawit ke Puskesmas

Banjir Inspirasi Kesehatan Lingkungan Mamuju Tengah Nasional News
Bagikan

MAMUJU TENGAH, LINI1.COM – Dewi sari, warga terisolir banjir hngga setinggi 1,5 meter lebih di Kecamatan Pangale, Kabupaten Mmauju Tengah, Sulawesi Barat terpaksa melahirkan putra keduanya saat sedang dievakuasi dari lokasi banjir, sejak Selasa (30/4/2019) kemarin. Untuk sampai ke Puskesmas, pasangan suami istri (pasutri)  ini harus menumpang perahu karet tim basarnas hingga truk angkutan kelapa sawit menuju puskesmas terdekat. Karena kebelet ingin melahirkan ia terpaksa mampir dan melahirkan di salah satu rumah warga dalam perjalanan, sebelum tiba di puskesmas tujuan.

Dewi sari yang tengang stres di tengah kepungan banjir akibat sungai karama di Mamuju  Tengah meluap sejak dua hari lalu mendadak meingis kesakitan di bagian perutnya, Selasa malam (30/4/2019) tadi malam.

Dalam proses evakuasi oleh tim relawan yang turun langsung memantau kawasan pemukiman yang terisolir banjir mengevakuasi dewi sari bersama suaminya turman menggunakan perhau karet milik tim sar dari desanya menuju puskesmas terdekat.

Gabung Bersama di Channel Youtube Kami : Lininews1

Untuk bisa smpai ke puskemas, dewi sari dan suaminya turman harus dievakuasi tim sar mengunakan perahu karet dari rumahya. Tiba di dermaga dewi sari kemudian melanjutkan perjalanan menggunakan angkutan truk kelapa sawit.

Saat dalam perjalanan menumpang angkutan truk, dewi meringis kesakitan sebelum sampai ke puskesmas. Karena banyinya sudah hampir lahir, dewi terpaksa minta dievakuasi ke ruamh warga sebelum sampai di puskesmas. Benar saja, tepat pukul 18.00 wita saat dewi tiba di rumah warga, ia melahirkan putra keduanya dengan selamat.

Kepala Puskesmas Pangale Sutrisno, bersukur karena kondisi bayi dan ibunya selamat dan kondisi kesehatannya sehat. Dalam situasi seperti yang dialami dewi meurut sutrisno, apa pun bisa terjadi dan menimpa ibu hamil seperti dewi.

“Dia sempat naik perahu dan truk angkutan barang meuju puskesmas, tapi sayangnya belum tiba ia terlanjur sudah sebelum tiba di puskesmas,”jelas kepala Puskesmas Pangale.

Kisah Pasutri Lahirkan Bayinya di Tengah Kepungan Banjir, Naik Perahu Hingga Truk Angkutan Sawit ke Puskesmas

Sutrisno menyebutkan, untuk sampai ke puskesmas, dewi dan suaminya turman harus berjuang melintasi banjir menggunakna perahu dari desanya. Tiba di sebuah dermaga ia melanjutkan perjalanannya menggunkana truk ke puskesmas. Hanya saja sebelum ia sampai ke puskesmas, dewi terlanjur melahirkan di jalan.

Meski demikian, menurut sutrisno, petugas kesehatan akan tetap fokus menberikan perhatian khusus terutama kepada ibu melahirkan yang menjadi korban banjir seperti dewi.

Dewi yang menyaksikan bayi mungilnya pun tampak bahagia setelah ia berjuang melewati masa kritis saat ia melahirkan putri keduanya.

“Alahmdulillah anaknya lahir selamat. Saya sempat panik lantaran terkurung banjir dan susah bepergian ke kota. Tapi ya semuanya bisa teratasi,”jelas Dewi.

Dewi mengaku sempat bingung dna ketakutan lantaran ia tak bisa berbuay banyak. Alasannya pemukiman mereka yang terisokir banjir mebuat aktifitas warga lumpuh. Akses jalan ke kota teprutus bankjir hingga menyulitkan diirnya dievakuasi keluarga ke puskesmas saat ia merasakan sakit saat hendak melahirkan bayinya.

Dewi mengaku bahagia dan senang meski ia melahirkan anaknya di tengah suasana banjir. Meski dalam kondisi serba terbatas di tempat pengungsian, namun ia tetap mendapatkan pelayana kesehatan dari petugas kesehatan puskesmas setempat.

Banjir akibat luapan sungai lariang yang merendam kecamatan pangale, terutama di dua desa yang terisolir banjir setinggi 1,5 meter sejak senin kemarin membuat warga setempat cemas dan panik untuk mencari tempat mengungsi yang aman.   (mn-07)


Bagikan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *