Dikepung Banjir 2 Meter, Warga Lone Tinggalkan Kampung Halaman ke Pengungsian

Banjir Bencana Alam Nasional News Pasangkayu
Bagikan

PASANGKAYU, LINI1.COM – Sekitar 400 kk yang terkepung banjir hinga dua meter di Desa Lariang Kecamatan Tikke Raya, Pasangkayu Sulawesi Barat, terpaksa mengungsikan harta benda dan keluarga mereka lantaran khawatir banjir masih akan bertambah menyusul hujan saat iin masih terus berlangsung, Rabu (1/5/2019). Warga memilih meninggalkan kampung halaman merejka smabil mebawa perlengkapan seadanya. Tidak adanya lokasi pemgungsian terpusat yang dikelola pemerintah mebuat warga terpaks amengungsi ke ruamh kerabat atau keluarga terdekat yang jauh dari banjir.

Banjir akibat luapan sungai lariang yang sebelumnya merendam Jalur Lintas Barat Sulawesi, kini juga merendam ratusan rumah warga di dusun lone, Desa Lariang, Kecamatan Tike Raya, Kabupaten Pasangkayu, Sulawesi Barat. Sebnayak 400 kk di dus ini terpaks mengungsikan harta benda dna sanak keluarga mereka keluar dari kampung karena khawatir banjir akan terus meninggi.

Tingginya intensitas hujan di hulu dna sepanjang muara sungai lariang, membuat debit air sungai tersbesar tersebut meluap hingga membuat tanggul penahan banjir milik salah satu perusahan sawit jebol.  Akibatnya ketinggian banir yang merendam pemukiman dan areal pertanian dna perkebunan bervariasi dari ketinggian satu meter hingga dengan ketinggian dua meter.

Dikepung banjir 2 meter, warga dusun lone tinggalkan kampung ke pengungsian

Tidak adanya petugas bencana mebuat warga berusaha menyelamatkan diri sendir dna keluarga mereka dengan cara apa saja. Sebagian wafrga mengungsikan lansia dna anak-anak mereka menggunakan ban bekas hingga rakit dari papan.

Ketinggian banjir di dusun lone yang sudah mencapai 2 meter mebuat warga cemas dna khawatir ketinggina air berpotensi mebahayakan keselamatan mereka. Alasannya curah hujan yang tinggi sejak tiha hjari terajhur berpotensi bertambah lebih tinggi dan menenggelamkan pemukiman mereka.

Idris,  warga dusun lone sejak pagi tadi terus mengevekauais barang  berharga dna anak-anaknya menggunakan rakit atau wahana apa saja yang bisa digunakan untuk mebantu mengevkuasi keluarganya keluar dari kepungan banjir

“Semau warga panik dna mengurus dirinya sendiri. Saya pakai papan rakitan saja untuk mengevakuasi anak-anak dna istri termasuk beberpa harta benda agar bisa keluar dari kepungan banjir,”Jelas Idris,  Warga Dusun Lone.

Seperti warga dbna sanak tetangga lainnya, idris mengaku terpaksa mengungsi keluarga dna sebagian harta bendanya karena rumah miliknya kini ternedam banir lebih dari satu meter.

Minimnya petugas becana mebantu warga mebuat warga yang cemas dna panik berusaha menyelamatkan diri sendiri dna kelyarga tanpa bantuan dan pengaraha dari petugas bencana.

Sejumlah warga lainnya bingung meninggalkan kampung halamannya lantaran ia tidak punya sanak keluarga di luar kampung. Ia juga tak bis amengungsi ke pusat lokasi pengungsian karena pemerintah hingag kini belum mendirikan posko apa pun untuk mebantu warga yang sednag tertimpa bencana banjir.  (JH-02)


Bagikan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *