Pasca Rusuh, Seluruh Ruangan dan Fasilitas Rutan Hancur, Warga Binaan Diinventarisir Ulang

Hukum Hukum & Kriminal Kriminal Nasional News Pasangkayu Pemilu Pendapat Publik Sengketa
Bagikan

PASANGKAYU, LINI1.COM – Pasca kerusuhan di rutan kelas 2b pasnagkayu sulawesi barat, senin (22/4/2019) kemarin seluruh runagan kantor dna fasilitas rutan lainnya hacur dirusak dan dibakar warga binaan yang marah. Smeentara petugas lapas yang sempat kabur saat para napi mengamuk dan membakar lapas hari in mulai menginventarisir ulang jumlah warga binaan unutk memastikan semua warga binaan sebanyak 167 orang tidak ada yang kabur dari rutan saat insiden kerusuhan berlangsung.

Ratusan personil tni-polri dari polres pasangkayu dan dandim pasangkayu hingga hari ini masih bersiaga di rutan kelas 2b pasangkayu pasca kerusuhan dan pembakaran rutan, senin kemarin.

Sementara petugas lapas yang sempat lari kalang kabut meninggalkan rutan dna ruangan mereka saat ratusan warga binaan mengamuk dan membakar rutan, hari ini mulai melakukan pendataan atau menginventarisir ulang jumlah warga binaan, untuk memastikan apakah semua warga binaan lengkap atau tidak ada yang kabut saat kerusuhan terjadi senin kemarin.

Gabung Bersama di Channel Youtube Kami : Lininews1

Sementara warga binaan yang bersenjata balok, bambu dan kayu yang semula memperotes managemen pengelolaan rutan yang dinilai tidak manusiawi, kini memilih akur dan kembali ke blok masing-masing.

Sejumlah wargaa binaan mengeluhkan managemen pengelolaan rutan yang tidak profesional, mulai dari masalah dugaan interpensi warga binaan saat pemilihan, masalah air minum, makanan hingga dugaan penyalahgunaan weweang lapas yang memicu kerusuhan dan pembakaran rutan senin kemarin.

Hendra, salah satu warga binaan lapas yang terlibat kasus perampokan menangis sedih. Meski ia dinyatakan sudah bebas per 21 januari 2019 lalu namun hingga kini proses pembebasannya terus ditunda petugas lapas tanpa alasan yang jelas. Sementara tiga rekan hendra yang terlibat kasus serupa sudah lama dinyatakan bebas.

“Saya ini dinyatakan bebas sejak 21 januari, tapi smapai April saya masih ditahan di rutan dnegan alasan yang tidak jelas. Ini sudha berulang kali saya pertanyakan kepada kepala rutan,”jelas Hendra, Warga Binaan.

Pasca Rusuh, Seluruh Ruangan dan Fasilitas Rutan Hancur, Warga Binaan Diinventarisir Ulang

Kasubsi Pengelolaan Rutan , Mahmud mengatakan, semua ruangan rutan rusak berikut fasilitas kantor yang diamuk warga binaan, sementara pihak rutan mengaku tidak mengetahui pasti penyebab terjadinya kericuhan sebab saat terjadi kericuhan rutan hanya di jaga empat orang sipir.

“Seluurh runagan termasuk fasilitas seperti komputer dna kaca-kaca ruangan rusak saat kerusuhan. Jumlah napi yang semula 167 orang akan diinventarisi ulang apakah ada yang kabur atau tidak,”jelas Mahmud, Kasubsi Pengelolaan.

Minimnya petugas rutan kelas 2b pasangkayu, Desa Randomayang Kecamatan Bambalamotu, Kabupaten Pasangkayu, Provinsi Sulawesi Barat diduga menjadi salah satu penyebab pecahnya kericuhan pagi tadi hingga berbuntut pada pembakaran kantor rutan oleh para warga binaan.

Pasalnya saat terjadi kericuhan di rutan pagi tadi, rutan kelas 2 b pasangkayu yang dihuni sekitar 167 orang napi hanya di jaga oleh empat orang sipir, sehingga warga binaan dengan leluasa mengamuk didalam rutan. Ditambah saat terjadi kericuhan para sipir kabur keluar rutan untuk menyelamatkan diri karena takut diamuk warga binaan.

Dengan kaburnya petugas rutan karena takut diamuk massa, warga binaan yang tersulut emosi karena sebelumnya diduga dianiaya oleh petugas rutan, kemudian merusak sejumlah fasilitas kantor seperti kaca bangunan, komputer, ruang arsip dan ruang penjagaan.

Untuk mengantisipasi keributan susulan, ratusan personil polisi gabungan dari polres mamuju utara dan kodim 1427 pasangkayu disiagakan di rutan hingga waktu dinyatakan kondusip.(CN-09)


Bagikan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *