Pelaku Pembunuhan Pendukung Caleg Ditahan Polres Mamuju

Demokrasi Hukum & Kriminal Kriminal Mamuju Nasional News Pemilu Politik Presiden
Bagikan

MAMUJU, LINI1.COM – Hartanto (23 tahun), seorang petani yang juga simpatisan caleg partai nasdem di Desa Salu Tiwo, Kecamatan Bonehau, Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat akhirnya dijebloskan ke dalam sel tahanan Polres Metro Mamuju, Sulawesi Barat, usai membunuh Mulyadi Alias Dakdi (40 tahun), seorang sopir angkutan umum dan simpatisan caleg partai berkarya yang menjadi rival dengan pelaku. Kedua pendukung atau simpatisan dua caleg dari partai berbeda ini terlibat pertikaian hingga berbuntut penikaman, hanya karena keduanya terlibat saling ejek dengan perolehan suara caleg usungan masing-masing.

Hartanto (23 tahun) simpatisan caleg salah satu partai di mamuju ini ditangkap aparat kepolisian polres mamuju tidak lama setelah terlibat insiden perkelahian yang berbuntut kematian korban Mulyadi Alias Dakdi (40 Tahun) yang juga berprofesi sebagai simatisan caleg partai lain.

Perkelahian dua simpatisna caleg dari partai berbeda ini sempat menghebohkan warga sekitar Tps 2 Di Desa Salu Tiwo, Kecamatan Bonehau, Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat, Rabu Petang Kemarin. Maklum petugas tps yang baru saja menyelesaikan perhitunagn perolehan suara pilpres dna pileg tiba-tiba dikejutkan dnegan insiden perkelahian dua simaptisna caleg satu desa, beberapa saat setelah petugas Tps mengumumkan daftar perolehan suara pasngan capres dna caleg di Tps tersebut.

Gabung Bersama di Channel Youtube Kami : Lininews1

Tersangka Hartanto yang ditemui wartawan di sel tahanan Mapolres Mamuju, Kamis Sore Kemarin mengaku nekad menghabisi korban karena dirinya tersinggung dengan kata-kata korban tidak laam setelah perhitungan suara berlangsung di tps 2, yang juga tempat pelaku dna korban mencoblos.

“Saya tersinggung dnegan kata-katanya. Dia menuduh saya berteriak pada hal bukan saya,”jelas Hartanto, Pelaku Pembunuhan Simpatisan Caleg saat ditemui di sel tahanan mapolres Mamuju, kamis sore kemarin.

Hartanto membeladiri, ia mebantah bukan dirinya yang pertama kali berteriak tak jauh dari Tps 02 hingga membuat korban marah dan melontarkan kata-kata yang menghina dirinya. Karena meresa dihina dna tersinggung dnegank kata = kata korban pelaku menhaku nekad menikam korban hingga jatuh terkulai.

Kasatreskrim Polres Mamuju, Akp Sukriansyah Sh mebenarkan pelaku pembunuhan simpatisan caleg atas nama hartanto kini telah resmi ditahan di mapolres mamuju unutk menjalani pemeriksaan lanjutan. Sebelumnya tersangka menempuh perjalan beberapa jam dari desanya ke mapolres mmauju dnegan pengawalan aparat kepolisian.

“Biasalah euforia berlebihan hingga memicu ketersinggungan antar simpatisan. Pelakunya sudah kita amankan di MAPOlres Mmauju untuk kepentingan penyidikan lebih lanjut,”jelas Kasatreskrim Polres Mamuju, Akp Sukriansyah Sh.

 

Pelaku Pembunuhan Pendukung Caleg Ditahan Polres Mamuju

Menurut kasatreskrim, pemicu pertikaian antar dua simpatisan caleg dari partai berbeda ini dilatar belakangi saling ejek keduanya hingga berbjntut perkelhian.

Kronologis kejadiannya diduga bermula ketika sekitar pkl 18.30 wita usai perhituangan suara di Tps 2 Desa Salu Tiwo, pelaku atas nama Hartono diduga sempat berteriak-teriak di sekitar lokasi tps 2 usai perhitungan suara, rabu petang lalu. Suara teriakan pelaku yang dinilai korban bernada mengejek dirnya sebagai simpatisan caleg berbeda tersinggung hingga mebalas kata-kata pelaku.

Tak terima ucapan korban yang dinilai pelaku sebagai bentuk penghinaaan, pelaku lalu mendatangi korban di lokasi kejadian. Pertengkaran pu smepta terjadi hingga kedua sipmatisan beda partai iin tak bisa saling menguasai diri. Pertikaian pun terjadi hingga berbuntut penikaman terhadap korban.

Korban yang berimbah darah memang sempat dilarikan warga ke puskesmas terdekat, namun dlama perjalanan ke puskesmas korban menghembuskan nafas, sebelum dijemput sanak keluarganya.

Untuk menghindari segala kemungkinan pasca insiden pembunuhan dua simpatisan caleg tersebut, petugas, panitia kpps dan panwas sempat mengevkuasi langsung kotak suara dari tps 2 ke kantor panwas di desa salutiwo.

Sebelumnya, Kapolda Sulbar, Brigjen Pol Baharuddin Djafar kepada wartawan menjelaskan kasus penikaman antar dua simpatisan caleg yang sedang euforia karena caleg usuangnnaya unggul itu mebuat ketersingungan simpatisan caleg lain.

Keduanya sempat terlibat pertengkaran tak jauh dari lokasi tps, karena tak bisa menguasia diri keduanya pun terlibat poerkelahan hingga berbuntut penikaman korban

“Keduanya simpatisan caleg, hanya karena saling ejek dna tersinggung ya terjadilah perkelahian hingga berbuntut penikaman yang menewaskan korban,”jelas Kapolda Sulbar, Brigjen Pol Baharuddin Djafar

Seperti hasil visum dokter menunjukkan adanya luka tusukan abdomen di dada bagian depan sepanjang 5 cm dan lebar luka tusukan 0,5 cm. Tembusan luka tusukan bagian abdomen belakang sebelah kiri yang panjang 2 cm. Luka sobekan juga ditemukan di bagian pelipis kanan sepanjang 3 cm dan luka goresan bagian punggung tangan kiri.  (HS-05)


Bagikan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *