Ratusan Pengguna EKTP Dipasangkayu Terlibat Ricuh dengan Petugas TPS

Demokrasi Legislatif Nasional News Pasangkayu Pemilu Presiden
Bagikan

PASANGKAYU, LINI1.COM – Ratusan warga pengguna E-KTP di Kelurahan Pasangkayu, Kecamatan Pasangkayu, Kabupaten Pasangkayu, Sulawesi barat, terlibat keributan dengan petugas di sejumlah lokasi tps. Warga yang datang ke lokasi tps kecewa karena tak diperkennakan menggunakan hak pilihnya di bilik suara lantaran surat suara tak mencukupi.

Detik – detik menjelang waktu penutupan tps pukul 13.00 wita, sejumlah petugas TPS di Pasangkayu terlibat keributan dnegan ratusan warga pengguna KTP yang kecewa karena tak bisa menyuarakan hak pilihnya di bilik suara.

Gabung Bersama di Channel Youtube Kami : Lininews1

Ketegangan antar petugas TPS 13 dan warga pun sempat terjadi, sejumlah ibu-ibu yang kecewa sempat mengumpat petugas TPS karena dinilai telah merampas hak pilihnya sebagai warga negara.

Terjadinya ketegangan antara petugas TPS dengan warga yang hendak menyalurkan hak pilinya dengan menggunakan E-KTP,  namun ditolak oleh petugas TPS 13 dengan alasan surat suara telah habis.

Tak hanya di TPS 13, ketegangan juga terjadi antara petugas TPS 20 dengan warga yang kesal karena merasa di pimpong oleh petugas tps. Walau sudah memperlihatkan E-KTP dan data dirinya terdaftar sebagai pemilih ia tak mendapatkan surat pemberitahauan memilih ke tps. Warga makin kecewa dna kesal saat mendatangi TPS terdekat tempat mereka biasa memiih pada event pemilu dn apilkda lainnya namun ia ditolak petugas TPS dengan alasan surat suara telah habis.

Ratusan Pengguna EKTP Dipasangkayu Terlibat Ricuh dengan Petugas TPS

Hal yang sama juga terjadi di TPS 2 dan TPS 6 di keluarahan pasangkayu, ratusan warga yang mengantri sejak pagi ini terpaksa memilih golput pada pemilu kali ini karena mereka tak mendapatkan undangan dan surat suara di TPS. Meski ia sudah menyodorkan E-KTP, namun karena keterbatasan surat suara membuat warga tak bisa menggunakan hak pilihnya.

Sejumlaj petugas tps yang dimintai keteranga terkait penolakan warga memilih di tps memberi alasna serupa, surat suara telah habis dan warga pemilik KTP tak bisa menggunkana hak pilihnya.

Sejumlah warga yang kecewa langsung balik ke rumah sambil mengumpat petugas TPS yang dinilai merempas hak asasi dia sebagai warga begara yang berhak menetukan pilihannnya di bilik suara.

Gabung Bersama di Channel Youtube Kami : Lininews1

Jardin, warga pasangkayu ini mengaku sudah mendatangi 4 tps berbeda agar ia bisa menyalurkan hak suaranya diu tps, namun jardin kecewa setiap kali tps yang ia datangi jawabannya tetap sama. Surat suara habis dan warga tak bisa lagi menggunakan hak pilihnya.

“Saya jelas-jelas pemilik KTP, alamd domisilinya jelas, masa warga luar negeri saja bisa memilih hanya pakai pasport, saya ini warga Indoneisia di dalam negeri tidak bisa menggunakan hak pilihnya, bagaimana ini,”jelas Jardin, warga Pasangkayu.

Karena kesal jardin dan warga lainnya terpaksa pulang bersama dengan istrinya tanpa melakukan pencoblosan.  (MN-08)


Bagikan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *