Merengek Ingin Sekolah Bocah Marwa Hanya Bisa Mengelus-elus Buku

Budaya Cendekia Nasional News Pendidikan Polewali Mandar
Bagikan
  • 1
    Share

POLEWALI MANDAR, LINI1.COM – Marwah (8 tahun), bocah yang diduga menderita katarak di kedua matanya, sejak kecil, hanya bisa mengelus-elus buku bacaan, saat siswa dan teman-teman sebayanya sedang rebutan buku bacaan kegemaran mereka, di sebuah arena lapak baca yang digelar komunitas penggiat literasi “Perahu Pustaka”, Polewali mandar, sulawesi barat, Minggu lalu.

Saat teman-temannya sedang terkekeh-kekeh lucu membaca buku buku sastra atau buku komik kesukaannya, bocah asal Dusun Parappe, Pambusuang, kecamatan Tinmabung, Polewali mandar ini tampak hanya berusaha membuka-buka lembaran buku di tangannya. Sambil berusaha melihat tulisna atau gambar buku dengan susah payah.

Gabung Bersama di Channel Youtube Kami : Lininews1

Agar ia bisa melihat tulisan dan gambar komik yang tertera di lembaran – lembaran buku, Marwah tampak berulangkali memgangkat buku di atas kepalanya sambil mencari – cari sumber cahaya yang terang, agar ia bisa melihat tulisan dan gambar buku di tangannya, dengan susah payah.

Ma,rup, kakak Marwah yang kini sudah duduk di kelas lima SD ikut perihatin dengan kondisi keterbatasan penglihatan yang dihadapi adiknya. Menurut Ma,ruf adiknya Marwah kerap memaksa dirinya agar ia bisa diajari menulia dan membaca di rumah saat ia tengah sibuk mengerjakan PR di rumahnya.

Ma,ruf juga kerap sedih terutama saat adinya diejek teman-teman sebayanya karena keterbatasan penglihatan.

“Biasa kalau main bersama temannya dibilangi buta kalau menabrak barang atau temannya sendiri saat bermain,”jelas Ma,ruf

Bocah yang lahir 13 April 2011 lalu ini memang gemar membawa buku apa saja saat ia bermain, meski tak jelas untuk apa buku itu ia tenteng kemana saja ia pergi. Marwah gemar menguping saat buku yang ia bawa sedang dibaca bersama oleh teman-temannya.

Marwah yang tengah duduk di samping ibunya menjawab spontan saat ditanya apa keinginnanya kelak. Marwa tampak semangat mau sekolah tapi karena mengalami gangguan penglihatan

Gabung Bersama di Channel Youtube Kami : Lininews1

Putri ketuga Ibu dari pasangan Nurdina – Rustam ini tergolomg anak ceria, meski memiliki keterbatasan penglihatan bocah ibi berusaha larut bersama teman-teman sebayanya bermain. Karena penglihatannya tak jelas Marwah kerap menabrak orang atau apa saja di sekitarnya saat bermain.

“Saya mau sekolah juga om,”tutur Marwah

Meski kerap merengek ingin sekolah seperti teman-teman sebaya atau tetangganya yang kini sudah duduk di kelas satu SD, namun kedua orang tuanya beralasan  tak mendaftarakan anaknya ke sekolah terdekat karena alasan ia tak bisa melihat dengan jelas.

Nurdina, menyebutkan anaknya kerap mengamuk hendak sekolah saat mendengar anak-anak tetangag sednag sibuk mempersipakan diri ke sekolah. Marwah mengaku kerap bosa karena hanya bisa tingal di rumah dan tak berseklah seperti anak tetangga atau teman-teman sebayanya.

“Biasa mengamuk mau sekolah, tapi ya karena gangguan penglihatan saya khawatir kalau pergi sekolah,”jelas Nurdina yang berprosfesi sebagai ibu rumah tangga

Gabung Bersama di Channel Youtube Kami : Lininews1

Ayah Marwah, Rustam yang berprofesi sebagai nelayan ini sudah beberapa minggu meninggalkan rumah dna keluarganya karena sedang melaut. Pendapatannya sebagai nelayan kecil membuat keluarga ini kesulitan mebawa anaknya ke dokter ahli.

Dengan bermodal BPJS, Nurdina memang pernah membawa anaknya ke rumah sakit sakit di Makassar pada awal 2018 lalu, namun beberapa kali ke Makassar dan rumah sakit di Makassar gagal bertemu dengan dokter ahli mata. Hingga Nurdina kemudian menghentikan dan tak pernah lagi kembali ke Makassar, selain karena alasan kendala biaya ia juga fessimis pendapatan keluarganya sebagai nelayan kecil tak bisa membiayai operasi anaknya kelak.

“Dulu pernah dibawah ke beberapa rumah sakit di Makasssar, tapi sampai kini belum pernah bertemu dokter ahli mata sampai akhirnya upaya berobat saya hentikan,”jelas

Bidang desa yang menangani kelahiran Marwa, Himayanti St, R.Keb menyebutkan bocah tersebut memamg diketahui mengalami gangguan penglihatan sejak kecil. Marwah lahir dengan pisik dan bobot badan normal, hanya saja saat beberapa bulan lahir ditemukan bintik putih di matanya hingga berusia SD saat ini ia mengalami kesulitan untuk melihat dunia dan sekitarnya. Hikma mengatakan telah menghimbau kedua orang tuanya agar memeriksakan anaknya ke dokter ahli anak saat masih kecil namun hingga meninjak usia 7 tahun bocah Marwah baru di bawah ke rumah sakit.

“Dulu beberapa bulan setelah lahir dimatanya ada bintik putih, belakangan seiring peumbuha pisiknya ternyata mengalami gangguan penglihatan,”jelas Himayanti St, R.Keb bidang desa setempat.

 

Mengalami Katarak Bocah Marwa Hanya Bisa Mengelus-elus Buku Sambil Merengek Ingin Sekolah

 

Pengggiat literasi “Perahu Pustaka” yang juga Ketua Ikatan Guru Indonesia (IGI) Sulbar  Cabang Polman, As’ad Sattari yang rutin melakukan lapak baca di berbagai lokasi di Polewali Mandar, menilai bocah Marwah sebagai anak yang ceria meski ia memiliki keterbatasan penglihatan. Karena menganggap As,ad Sattari sebagai guru, Marwah kerap mengungkapkan keinginannya untuk sekolah seperti teman-teman sebayanya yang tengah asik melahap berbagai buku-buku sastara seperti buku-buku komik yang lucu, kegemaran para anak-anak.

“Anaknya periang, setiap kali teman-temannya kumpul membaca dan melahap buku apa saja di kegiatan lapak baca, Marwa selalu tampak berusaha juga belajar, berusaha meihat tulisna dna gambar-gambar bukiu yang ia pegang seperti anak-anak lainnya,”jelas As’ad

Asad menyatakan tangan pemerintah harusnya hadir mengurusi anak-anak yang memiliki keterbatasan ekonomi dna pisik seperti Marwa yang punay smenagat belajar tinggi namun terkendala dengan masalah keterbatasan penglihatannya. (MN-02)


Bagikan
  • 1
    Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *