Kisah Cinta Dedi dan Ana Berakhir Tragis, Sebelum Bunuhdiri Korban Kirim SMS Jemput Mayatnya di Pohon Mangga

Hukum & Kriminal Life Style Nasional News
Bagikan
  • 2
    Shares

MAJENE, LINI1.COM – Kisah cinta dua sejoli di Majene, sulawesi barat berakhir tragis. Kisah cinta yang pertama kali bersemi di dunia maya itu hanya berlangsung lebih dari sebulan, namun penuh kisah-kisah romantis. Dedi Suardi (22 tahun) diduga nekad bunuh diri dengan cara ganutng diri di pohon mangga setinggi lima meter lebih. Diduga karena korban kecewa ajakannya bertemu dengan sang paca pada malam sebelum kejadian tak dipenuhi Nirwana alias ana sang pujaan. Sebelum memilih cara tragis tersebut, Korban mengirim SMS kepada sang pacar agar menjemput mayatnya tergantung di pohon Mangga.

Sehari pasca kematian Dedi Suardi (22 tahun), warga lingkungan galung selatan kel galung kecamatan Banggae, Majene sulawesi barat ini terungkap sejumlan kisah-kisah asmara dua sejoli yang sebelumnya dipertemuan di dunia maya facebook hingga terjalin di dunia nyata, layaknya kisah cinta romy dan juli atau rama dan shinta.

Namun sederet cerita asmara dua pasnagan sejoli yang sedang dimabuk asmara ini berakhir tragis hnaya karen amaslaah sepele. Diduga korban memilih tindakan nekad yang tak lazim itu karena kecewa ajakannya bertemua sang pacar pada malam sebelum kejadian tak diamini Nirwana alias ana, pacar Dedi.

Gabung Bersama di Channel Youtube Kami : Lininews1

Kronologis kisah tragis in bermula ketika Dedi yang sudah beberpa hari tak ketemu dengan snag pujaan ini menelpon pacarnya Ana yang tengah terbaring lemah karena sakit di rumah orang tuanya.

Dari ujung telpon Ana sempat berbincang beberapa lama. Namun ia tak memenuhi ajakan Dedi karena alasna diirnya sednag kurang enak badan. Seperti dalam sernagkaian percakapan korban dnegan Ana melalui pesan singkat SMS, ana malah meminta Dedi untuk datang dan ketemu di rumahnya karena sedang tidak sehat.

Kecewa ajakannya tak dipenuhi Ana, Dedi lalu memetus hubungan telpon tiba-tiba yang tidak seperti biasanya.

“Saya kaget tiba-tiba telponnya di putus tidak seperti biasanya. Beberapa menit kemduian saya menerima SMS jika ia hendak gantung di di pohon mangga. Ia juga mkinta agar saya menjemput mayatnya yang tergantung di pohon,”jelas Nirwana kepada polisi yang meinta keterangan terkait kronologis kematian pacarnya itu.

 

Kisah Cinta Dedi dan Ana Berakhir Tragis, Sebelum Bunuhdiri Korban Kirim SMS Jemput Mayatnya di Pohon Mangga

 

Di depan polisi dan hasil percakapan sms korban dengan Ana seperti yang sudah ditransfer polisi dari HP mlik ana, Ana mengaku sempat melarang  erulang kali agar tidak melakukan tindakan nekad tersebut, namun korban tak menggubrisnmya.

Seperti pengakuan korban lewat smsnya,  korban sempat minta maaf kepada sang pacar. Dedi juga mengaku bangga dan senang ia pernah menjadi bagian dalam hidup Ana.

Kasat Reskrim Polres Majene, Akp Pandu Arief Setiawan menyebutkan, korban Dedi diduga bunuh diri karena kecewa ajakan kepada sang pacar unutk bertemu di suatu tempat pada malam sebelum kejadian tak direspon pacaranya.

Menurt Pandu, pacar korban Ana berkali-kalimengibatkan dna menasehati pacaranya itu agar tidak memilih cara nekad, namun korban tak menghiraukannya. Seperti dalam sms nya korban justru meminta pacarnya ana agar menjemput jenazahnya di pohon mangga, sebuh pohon yang menjadi sanksi pertama kali cinta kedua sejoli tersebut tertaut di dunia nyata.

“Korban iin berkali-kai dinasehati dna diingatkan pacarnya agar tidak memilh cara nekad tersbeut namun tak ia hiraukan, hingag korban membuktikan kata-katanya seperti dalam percakapan sms,”jelas Pandu

Menurut Kasatreskrim, berdarakan hasil visum yang dilakukan dokter rumah sakit Majene, tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. Adapu darah yang keluar dari dubur korban menuurt keluarga korban seperti dikutif dari kasatreskim, korban diketahui memiliki riwayat penyakit mirif wasir. Setiap kali korban buang air besar selalu megeluarkan darah.

“Untuk smenetara korban nekad mengakhiir hidupnya karena maslaah dengan pacarnya yang baru dikenal sekitar satu bulan melalaui media sosial. Dari hasil visum tidak ditemukan adanya tanfda-tanda kekerasan,”jelas . Akp Pandu Arief Setiawan, Kasat Reskrim Polres Majene

Tindakan nekad Dedi bunuh diri dengan cara gantung diri di pohon mangga, tempat pertama kali kisah cinta keduanya tertaut di dunia nyata  tak hanya mengejutkan pihak keluarga, tapi juga para sahabat, sang pacar dan pimpinan intansi dna rekan korban bekerja di dinas kebersihan BLHK Majene.

Lurah Galung, Nursalam mengaku terkejut mendengar kabar pertama kali salah satu warganya yang ia kenal baik itu memilih cara tak lazim gantung diri di pohon mangga setinggi lima meter lebih.

“Dia pemuda yang baik, orang pendiam dan selama ini terlihat tak ada masalah dan biasa-biasa saja, Makanya kita kaget saat tersiar kabar ia bunuh diri,”jelas Nursalam.

Ungkapan senada juga disampaikan pimpinan instansi di dinas Kebersihan Majene tempat Dedi bekerja sebagai tenaga honorer selama setahun terakhir. Kabid Kebersihan BLHK, Majene, Muh Hasanuddin yang langsung mendatangi lokasi kaget menemui bawahnya itu sduah tak bernyawa lagi. Menurut Haasanuddin Dedi dikenal baik dan tidak punya masalah di kantor sejak ia bekerja.

“Kaget saja karena selama ini dia tak punya masalah di kantor. Orangnya memang ulet, pendiam,”jelas Kabid Kebersihan BLHK, Majene, Muh Hasanuddin.

Kepolisan semenetara menyimpulkan korban nekad mengakhiir hidupnya karena masalah asmara dengan pacarnya yang baru dikenal sekitar satu bulan melalaui media sosial. (MN-08)


Bagikan
  • 2
    Shares

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *