Dilaporkan Meninggal Usai Makan Durian, Kuburan Mandor Bangunan Dibongkar Polisi

Hukum & Kriminal Kriminal Majene Nasional News
Bagikan

MAJENE, LINI1.COM – Setelah dilaporkan meninggal dunia usai mengkonsumsi tiga buah durian hingga menghebohkan warga dan dunia maya awal januari 2019 lalu, kuburan Baharuddin, seorang Mandor bangunan di Majene, sulawesi barat terpaksa dibongkar ulang petugas Polsek Bungoro, Pankep dan Tim DVI Polda Sulsel. Orang tua korban curiga anaknya mati secara tidak wajar. Adanya sejumlah tanda mencurigakan yang ditemukan pihak keluarga saat korban dimandikan seperti  adanya luka memar di punggung, leher patah, dubur mengeluarkan kotoran serta di kemaluan korban ditemukan adanya cairan sperma menjadi alasna orang tua korban meminta polis agar mengusut penyebab pasti kematian anaknya.

Petugas Polsek Bungoro, Pangkep dan Tim DVI Polda Sulsel akhirnya membongkar kembali kuburan Baharuddin, seorang mandor bangunan yang semula dilaporkan meninggal dunia setelah makan durian, pada 2 Januari 2019 lalu. Ratusan warga menyaksikan proses pembongkaran jenazah korban.

Ibu korban, Nurjannah menemukan ada luka lebam di bagian leher kiri, tanda bekas dibagian rusuk kiri, selebar telapak tangan dewasa, kotoran keluar dari duburnya, dan ada cairan sperma keluar dari kemaluannya. Sejumlah tanda-tanda yang ditemukan saat korban dimandikan tersebut  membuat keluarga gusar dan tidak tenang hingga meminta polisi mengust kematin anaknya

Nurjannah menilai anaknya mati secara tidak wajar. Dalam proses penggalian hingga beberapa sampel tubuh korban diambil untuk kepentingan visum et repertum ibu korban, Nurjannah tampak selalu menangis di samping kuburan anaknya.

“Sebagai orang tua saya berharap penyebaba pasti kematian anak saya bisa dibongkar polisi,”jelas Nurjannah, saat ditemuia di lokasi pembongkaran kuburan anaknya, Jumat  (29/3/2019) kemarin.

Kuasa hukum korban, Hasfaruddin SH menyatakan, sejumlah tanda-tanda mencurigakan yang ditemukan pihak keluarga dan ibunya saat korban dimandikan, seperti luka memar di tubuh korban, duburnya mengeluarkan kotoran dan pada bagian kemaluannya ditemukan cairan sperma membuat ibu korban, Nurjannah gusar dan menilai anaknya mati secara tidak wajar. Ia lalu meminta dirinya untuk mendamingi melapor ke polsek Bungoro, Pangkep hingga akhirnya kuburan korban yang telah dikebumikan sejak 3 Januari 2019 dibongkar ulang polisi demi kepentingan outopsi.

“Atas adanya sejumlah hal yang dinioai keluarga mencurigakan,  ibu korban kemudian meinta saya mendampingi menalporkan kasus pengusutan anaknya ke polsek Bungo Pangkep. Setelah melaporkan alhamdulillah direpon polisi akhinrya jenazah korban dioutpsi petugas,”jelas Kuasa hukum korban, Hasfaruddin SH.

Gabung Bersama di Channel Youtube Kami : Lininews1

Ada beberapa kecurigaan lain yang membuat ibunya makin gusar dengan kamtian anaknya. Pertama ibu korban sempat meminta paman korban, Aryanto agar anaknya dibawa ke rumah sakit unutk di outopsi namun ditolak karena alasna tidka penting karena korban sudha meninggal dunia. Ibu korban juga menyatakan hendak melihat langsung kondisi kematian anaknya sebelum dipulangkan ke kampung halamannya di Majene, namun juga ditolak Heriyanti karena alasannya jenazah korban nanti diantar langsung oleh heryanto ke rumah duka di Majene, sulbar. Dan yang ketiga saat jenazah korban tiba Heryanto langsung pulang tanpa memberikan keterangan apa pun terkait masalah dan kronologis kematian anaknya.

“Ada beberapa alasan kecurigaan yang menguatkan alasan ibu korban melaporkan kembali kasus ini ke polisi agar anaknya dioutopsi untuk memastikan penyebab kematiannya,”jelas Hasfaruddin.

Setelah dilaporkan meninggal dunia usai makan durian, kuburan mandor bangunan dibongkar kembali oleh polisi dna tim DVI Polda Sulsel

Kanitres Polsek Bungoro, Pangkep Sulsel, Iptu Masmedi SH, Sebelum meninggal Bahar diketahui baru saja pulang dari pulau Kapoposan, mengerjakan proyek bangunan. Saat tiba di Pangkep, korban sempat membayarkan gaji para tukang dan buruh, pada Selasa 1/1/2018. Rencananya korban hendak pulang kampung ke dusun Batu Taku, Desa Onang, Kecamatan Sendana, Majene Sulawesi barat untuk liburan tahun baru bersama ibu dan adik-adiknya.

“Kepolisian belum bisa mengungkap apa penyebab kematian korban kareja saat ini tim dvi masih bekerja dan belum dipeajari oleh tim penyidik. Diperkirakan sebulan kemudian baru diketahui hasilnya,”jelas Masmedi.

Ketua Tim DVI  Polda Sulsel, AKP Zulkarnaen menyatakan hasil oautopsi yang dilakukan timnya hari ini baru akan diketahui hasilnya paling lambat satu bulan mendatang. Hasil outpsi tim dvi akan diserahkan ke penyidik kasus ini. Zulkarnaen menolak berspekulasi terlalu jauh soal kematian orban termasuk mengaikan sejumlah kecurigana kelarga korban yang menjadi alasan polsii mebongkar kuburan korban untu kepentingan outopsi.

“Hasilnya akan kita serahkan penydik paling lambat satu bulan mendatang. Tim mengalami beberapa kesulitan dalam proses outopsi karena jenazah korban sebagai sudah tidak utuh lagi,”jelas Zulkarnaen

Almarhum Baharuddin sendiri diketahui berkerja sebagai mandor bangunan di Pangkep. Sulawesi selatan bersama pamannya, Hartanto (Anto) yang berprofesi sebagai konsultan konstruksi bangunan di Pangkep, sejak lebih dari setahun lalu. Bahar tinggal bersama pamannya di perumahan BTN di Pangkep.

Seperti dibeberkan Nurjannah, Baharuddin rencanaya akan pulang ke kampung halamannya di Majene sulawesi barat untuk merayalan ulang tahun bersama ibu dna adik-adiknya, namun korban sempat ditahan oleh pamannya, Heryanto karena alasan masih ada pekerjaan yang belum diselesaikan. Korban kemduian tidur di kamarnya di lantai dua rumah milik pamannya di btn tersebut.

Gabung Bersama di Channel Youtube Kami : Lininews1

Keesokan harinya atau tanggal 2 januari 2019, korban ditemukan pamannya meninggal di kamarnya. Sebelum tidur malam itu menurut paman korban kepada pihak keluarga dan pihak kepolisan pangkep, bahwa korban sempat makan durian tiga buah sebelum ditemukan meninggal di kamarnya. Sang paman pun menduga ponakannya itu meninggal dunia akibat makan durian.

Soal korban dikabarkan makan durian tiga buah sebelum meninggal dunia dibantah Nurjannah, menurut Nurjannah setelah ia berkomunikasi dengan Heryanto paman korban ia baru tahu kalau keterangan korban makan durian yang dilontarkan Heryanto kepada media hingga jadi viral di dunia maya adalah bohong.  

“Ternyata dia tidak makan Durian, itu sepupu satu kali saya Heryanto yg ditempati korban tinggal bilang, saya bohong sama wartawan bilang korban makan durian 2 buah sebelum meninggal,” beber ibu korban mengutip Heriyanto.

Kabar kematian Baharuddin ini pun sempat heboh. Sejumlah media sempat memberitakan kematian korban pasca makan durian.  (BN-06).


Bagikan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *