Dikeroyok OTK, Gadis Desa Tobada Babak Belur di Temukan Warga Dalam Jurang

Budaya Hukum & Kriminal Kriminal Mamuju Tengah Nasional News
Bagikan
  • 3
    Shares

MAMUJU TENGAH, LINI1.COM – Desi rosanti (21 tahun), gadis cantik asal Tobada, Mamuju Tengah Sulawesi Barat ditemukan warga babak belur di dalam jurang di Lereng Gunung Kapal, Kecamatan Tobadak, Mamuju Tengah Sulawesi Barat, Senin Malam (11/3/2019). Beruntung desi yang berteriak histeris minta tolong sempat terdengar warga kampung di sekitarnya hingga mereka berdatangan ke lokasi. Desi yang tak berdaya dna matanya nyaris buta pun ditlong dan dievakuasi warga pulang ke rumahnya.

Desi yang ditemui di rumahnya selasa pagi tampak masih luka lebam setelah dianiaya tiga pria tak dikenal di Piuncak Gunung Kapal, Kecamatan Tobadak Mamuju Tengah Senin malam.

“Semula saya tidak menaruh curiga. Saya pikir itu pria iseng-iseng yang bias amengoda gadis di jalan. Tapi saya tak menyangka motor saya dipepet dan dipalang di tempat sepi. Pelaku lansung menghujani saya pukul bertubi-tubi hingga saya terjatuh ke dalam jurang,”tutur Desi Rosanti, korban saay ditemui di ruamhnya, Sealsa siang

Kejadian naas ini bermula ketika Desi rosanti (21 tahun) mengendarai motor pribadinya pulang dari rumah kerabatnya di desa topoyo menuju rumah orang taunya di desa tobadak, mamuju tengah, senin malam.

Dalam perjalanan desi memamng merasa diikuti tiga orang pengendara motor yang tengah berboncengan. Namun desi tak berpikir macam-macam apalagi berperasangka buruk jika dirinnya tengah menjadi sasran penganiayaan otk.

Ia hanya menduga pengendara motor yang tengah membuntutinya hanya sekedar iseng yang hendak menggoda diirnya seperti yang biasa dialami desi saat brkendara melintasi jalan desa di kampung halamannya.

Jarak antara Desa Topoyo dan tobadak yang hanya berjarak beberapa kilometer. Karena tak menaruh curiga desi tetap melanjutkan perjalananya menuju ke rumah irang tuanya di desa tobadak. Desi sempat menepi dan mempersilahkan tiga pria yang tak dikenalnya itu untuk lewat. Namun ketigannya tetap mengekor di belakang desi.

Saat berada persis di tempat sepih dan gelap di puncak gunung kapal di Desa Tobadak, motor korban sempat di pepet pelaku dan langsung melambung sebelum akhinrya pelaku memalang jalan di depan korban. Korban yang menghindari tabrakan sempat terjatuh karena mngerem mendadak.

Dalam posisi tak berdaya pelaku langsung mendatangi dan menarik kera baju korban dan memukulnya. Meski berusaha menghindar namun pelaku terus menghujani pukulan tinju dan tendangan berkali-kali hingga korban terjatuh dna terguling-guling ke dalam jurang.

Meski sudah tak berdaya pelaku terus mendekati dna meukul korban. Merasa jiwanya terancam, korban sempat berteriak histris hingga terdengan warga kampung yang tengah melaksankan sholat isya di salah satu mesjid.

Beruntung sejumalh warga yang mendengat suara tak wajar itu lanhgsung berdatangan ke lokasi sumber suara. Sayangnya pelaku yang tak hendak diketahui jejak kejahatannya memilih kabur sebelum warag tiba di lokasi kejadian.

Desi yang tengah babak belur karena mengalami luka lebam di wajah dan sekujur tubuhnya dievkuasi warga dari dalam jurang ke rumah orang tuanya.

Akibat peritiwa ini wajah dan sekujur tubuh korban luka lebam. Salah satu matanya bahkan kesulitan melihat lantaran bengkak setelah dihantam pelaku berkali-kalki hingga terjatuh ke dalam jurang.

Orang tua korban, rasdin yang tidak terima anaknya menjadi korban kekerasan tiga pria tak dikenal telah melaporkan resmi kasus penganiayan ini kepada pihak kepolisn sektor tobadak, mamuju tengah tadi malam.

“Saya berharap polis bisa bekerja profesional dan bisa mengakap pelakunya agar ini tidak memakan korban lainnya,”tutur Rasdin, orangtua korban ayng ditemui di rumahnya, selasa siang.

Rasdin berharap polisi bisa bekerja profesional mengungkap kasus kekerasan yang menimpa anaknya agar pelaku bisa dijerat hukum sesuai perbuatannya. Rasdin percaya polisi bisa mengungkap siapa pelaku dan apa motif di balik pengenaniayaan yang dialami anaknya.

Rusdin tak habis pikir pelaku penganiaayan justru dilakukan oleh pria tak dikenal. Desi dna orang tuanya sendiri mengaku bingung pasca kejadian iin. Alasannya ia selama in tak punya masalah pribadi apa pun dan  tak pernah terlibat cekcok dengan siapa pun, hingga kejadian naas ini menimpa anaknya.

Rasdin menilai pelaku yang menganiayan anaknya di pincak gunung hingga luka lebam dan terjatuh di jurang dalam keadaan tak berdaya, sangat tidak berperikemanusiaan. Pelaku kata rasdin sangat pantas dihukum berat agar kasus kekerasan serupa tidak menimpa korban lainnya.

Pihak kepolisian sektor tobadak sendiir hingga kini masih tengah menyelidki siapa pelaku dan apa motif penganiayaan yang menimpa desi.   (rf5).

 

Dikeroyok OTK, Gadis Desa Ditemukan Warga Babak Belur di Dalam Jurang

Gabung Bersama di Channel Youtube Kami Lininews1

 


Bagikan
  • 3
    Shares

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *