Sekolah Tertimbun Lumpur, Ujian Semester Digelar di Lapangan Terbuka Tanpa Atap Tenda

Anak dan Problematikanya Nasional News Pendidikan Penomena Alam Polewali Mandar
Bagikan

POLEWALI MANDAR,LINI1.COM – Demi mengejar ketertinggalan ujian semester, sejak sekolahnya terendam lumpur setinggi 30 centimter lebih, akibat luberan material dari tiga titik longsor di sekitarnya, sejak Senin Kemarin, siswa sekolah terpencil di Sd Padang Kula, Desa Kaleok, Kecamatan Binuang, Polewali Mandar, Sulawesi Barat terpaksa menggelar ujian di lapangan terbuka, Selasa (5/12/2018). Mereka rela bercucuran keringat di halaman sekolah tanpa atap tenda, agar mereka bisa mengikuti agenda ujian semseter secara serentak seperti sekolah lainnya.

Setelah para siswa dan guru bergotong royong mengevakuasi dan membersihkan sarana belajar seperti kursi, meja dan lemari buku yang terendam lumpur setinggi 30 centimeter lebih, ke tempat yang lebih aman, siswa Sd Terpencil Di Padang Kula, Desa Kaleo, Binuang, Polewali Mandar, Sulawesi Barat akhirya menggelar ujian di lapangan terbuka di halaman sekolahnya.

Berpeluh keringat di lapangan terbuka tanpa atap tenda sudah pasti. Namun para siswa yang kelelahan bergotong royong mengevakuasi dan membersihkan sarana belajar yang terndam lumpur ini tampak tetap semngata mengikuti ujia semester agar bisa memperoleh nilai yang membanggakan.

Muhammad Ishak, salah satu siswa Sd Padangkula, dua hari terakhir ujian setelah mengamankan fasilitas belajar mengaku gerah lantaran ujian di lapangan terbuka tanpa atap. Ishak berharap bisa mendapat tempat belajar yang lebi baik sebelum sekolahnyayang penuh timbunan lumur bisa dibesihkan.

“Panas dna tergangu, mudah-mudahan ada tempat yang lebih baik,”jelas Muhammad Ishak, Salah Satu Siswa Sd Padangkula

Meski para guru berencana akan memindahkan aktifitas belajar sementara di bawah kolong rumah warga, selama musim banjir tahu ini, namun karena alasan darurat dan waktu ujian semester siswa yang sudah mepet, para guru memilih mengelar ujian di halaman sekolah, meski cuaca panas dan tanpa atap tenda.

Meski tertimpa bencana alam. Para guru di desa terpencil ini tetap bertekad mengikuti proses belajar mengajar sesuai jadwal atau kalender akademik nasional.

0750512182_SULBAR_SEKOLAH TERTIMBUN LUMPUR SISWA SEMESTER DI LAPANGAN TERBUKA 2A 005

Kepala Sd Padangkula, Antonius menyebutkan, sekolahnya yang berada di muara sungai kaleok terdampak luberan lumpur dari tiga titik longsor di sepanjang muara sungai kaleok. Kondisi ini diperparah lantaran jembatan penyeberangan tak jauh dari sekolahnya makin mengalami penyempitan dan sedimentasi lumpur dan bebatuan yang terbawa arus dari hulu sungai.

Akibatnya saat hujan deras atau longsor terjadi di muara sungai, luberan ribuan kubik lumpur selalu berdampak ke sekolahnya.

“Meski ditimpa bencana alam aktifitas sekolah tidak diliburkan. Setelah bergotong royong mengevakuasi sarana belajar seperti kursi, meja dna lemari ke tempat aman, ujian semester langsung dielar meski di lpnagan terbuka,”jelas Kepala Sd Padangkula, Antonius

Antonius kini sedang bermusyawarah dengan aparat pemerintah setempat bersama para orang tua siswa untuk mebicarakan tetang kelanjutan proses pendidikan di sekolahnya.

Pihak seolah sendiri berencana mengevauasi proses belajar mengajar sementara ke kolong rumah warga sampai luberan lumpur yang menimbun sekolahnya bisa dievakuasi dan dibersihkan secaramanual.

Pertimbangan lainya, pihak sekoalh meniai sepanjang musim hujan sekolahya akan sellaau terdampak lumpur jika banjir. Karena alasan itulah para guru memiluh memindahkan belajar siswa sementara ke kolong rumah warga. (MPOL-09)

 

Sekolah Tertimbun Lumpur, Ujian Semester Digelar di Lapangan Terbuka Tanpa Atap Tenda

 

Gabung Bersama di Channel Youtube Kami : Lininews1


Bagikan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *