Sekolah Tertimbun Lumpur Siswa Dan Guru Gotong Royong Evakuasi Sarana Belajar

Banjir Bencana Alam Nasional News Pendidikan Polewali Mandar
Bagikan

POLEWALI MANDAR,LINI1.COM – Dua sekolah terpencil di Polewali Mandar, Sulawesi Barat tertimbun luberan lumpur dari tiga titik lokasi longsor di sepanjang muara sungai Kaleo Kecamatan Binuang Polewali Mandar, sejak senin kemarin. Para siswa dan guru yang seharusnya menggelar ujian semester ganjil terpaksa sibuk mengevakuasi fasilitas belajar seperti meja dan lemari buku yang tertimbun luberan lumpur hingga setinggi 30 centimeter dari lantai sekolah. Sementara sekolah lainnya tak bisa menggelar aktifitas pembelajaran lantaran gurunya terjebak longsor dan tak bisa tembus hingga ke sekolah.

Sekolah terpencil Sd Padang Kaleok di Desa Kaleok Kecamatan Binuang Polewali Mandar Sulawesi Barat ini tertimbun lumur setinggi lebih dari 30 centimeter dari lantai sekolah sejak senin kemarin.  Akibatnya fasilitas belajar seperti meja, kursi dan lemari buku tergenag lumpur.

Siswa dan guru bukannya ikut menggelar ujian semester ganjil pagi hari seperti sekolah-sekolah lain yang mengelar ujian semester secara serentak hari ini. Para guru dan siswa malah bergotong royong mengevakuasi sarana belajar seperti kursi, meja dna lemari buku yang tertimbun lumpur ke halaman sekolah yang lebih tinggi agar tidak kotor dan rusak.

Proses evakuasi sarana belajar tak mudah, pasalnya timbunan lumpur berupa tanah liat mebuat siswa dan guru kesulitan berjalan sambil mengevakuasi sarana belajar ke tempat aman.

Kepala sd padang kaleok binuang, antonius menyebutkan luberan lumur yang menimbun sekolah hingga setinggi lebih dari 30 centimeter di atas lantai ii akibat banyanya titik longsor di sepanjang muara sungai kaleok hingga lumpurnya meluber sampai ke sekolah.

Agar proses belajar mengajar dan ujia semester tetap bisa digelar ekan ini hingga selesai tepat waktu sesuai jadwal nasional, pihak sekolah rencannanya akan mengevkuasi sarana belajar ke kolong rumah warga sementara. Sambil mengevakuasi material lumpur dan membenahi sekolah.

“Lumpur setinggi 30 centimeter lebih yang menimbun sekoah kami berasal dari tiga titik longsor di sepanjang muara sungai Kaleok, hingga materialnya meluber sampai ke sekolah,”jelas Kepala SD Padang Kaleok Binuang, Antonius

Antonius mengatakan, curah hujan yang masih tinggi dan penyempitan muara sungai Kaleok membuat sekolahnya rawan kembali tertimbun materil longsor yang terbawa arus. Menuurut, saat ini lebih aman belajar di kolong rumah warga daripada mebersihan material lumpur karea kemungkinan luberan lumpur msih akan terus menggenangi sekolahnya selama musm hujn dan musim banjir.

0750412182_SULBAR_SEKOLAH TERTIMBUN LUMPUR SISWA DAN GURU EVAKUASI SARANA BELAJAR 2A 004

Sementara guru sekolah SD 13 Kaleok, Hasriadi yang juga terdampak longsor dna luberan lumpur mengaku tak bisa tembus ke sekolahnya lantaran beberapan titik jalan putus tertimbun longsor hingag tak bisa dilalui kendaraan motor. Hasriadi yang sedianya tiba di sekolah lebih pagi sebelu ujian digelar tak bisa tembus ke sekolah karea terhalang longsor.

“Setidaknya ada tiga titi longsor yang memutus akses jalan. Saya tidak bisa tembus ke sekolah karena ruas jalan tertuutp material longsor,”jelas Guru SD 13 Kaleok, Hasriadi yang terjebak longsor di jalan.

Hasriadi yang mebawa dokuen ujian semester mengatakan kemungkian ujian semseter ganjil siswanya hari in ditunda karena guru tak bisa tembus ke sekolah.

Para guru terpencil ini menyebutkan, potnsi curah hujan yang tinggi dan banyaknya titik longsor di sepanjang muara sungai Kaleok kemungkinan masih akan terus membawa luberan umpur hingga menggenangi sekolah yang memmang lokasi haya berapa meter dari muara sungai. (MPOL-07).

 

Sekolah Tertimbun Lumpur Siswa Dan Guru Gotong Royong Evakuasi Sarana Belajar

 

Gabung Bersama di Channel Youtube Kami : Lininews1


Bagikan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *