Siswa Ujian Semester di Tenda Darurat Karena Gedung Sekolah Mereka Ambruk dan Retak-Retak

Anak dan Problematikanya Bencana Alam Gempa Mamasa Nasional News Pendidikan
Bagikan
  • 1
    Share

MAMASA,LINI1.COM – Sejumlah sekolah yang ambruk dan retak-retak diguncang gempa beruntun sejak empat pekan terakhir di Mamasa Sulawesi Barat, terpksa menggelar ujian semester di bawah tenda darurat yang didirikan di halaman sekolah mereka. Terbatasnya ruangan belajar membuat siswa berdesak-desakan di bawah tenda. Karena ruangan terbatas dan tak mampu menampung lebih dari 700 siswanya, peserta ujian semester terpaksa dibagi dalam dua gelombang yakni masuk pagi hari dan siang hari.

Ratusan siswa – siswi di  Sdn 002 Mamasa, Kabupaten Mamasa, Sulawesi Barat terpaksa menggelar ujia semester di bawah tenda darurat yag didirikan di halaman sekolah.

Jarak tenda yang hanya beberapa centimeter diatas kepala membuat para siswa dn guru yang mengikuti ujian semester atau proses belajar mengajar di bawah tenda harus bersabar dan bercucuran keringat karena cuaca dan hawa panas dari tenda plastik.

Seperti pantauan kami Senin hingga selasa hari ini, sebanyak 700 lebih siswa Sdn 002 Mamasa tampak berdesak-desakan di bawah tenda drurat saat mengikuti ujian semester. Ruangan- ruangan di dalam tenda hanya di batasi dengan bentangan kain. Meja-meja disusun berdempetan hingga nyaris tak ada jalan keluar. Meski para siswa mengeuh karena gerah dan kepanasan akibat cuaca panas dan tempat yang terlalu berdempeten para siswa tetap mengelar ujia dibawah tenda darurat karena tak adaalteratif tempat yang lebih baik.

Tenda darurat yang dibangunpun dengn lus hanya puluhan meterpersegi ini, tak mampu menampung lebih dari 700 siswa di sekolah ini. Pihak sekolah terpaksa membagi peserta ujian dalam dua gelombang, yakni peserta ujian semester yang masuk pagi dan sian hari.

Kelas satu, dua, tiga di jadwalkan ujian semester mulai pukul 08:00 wita, sementara kelas empat,  lima, dan enam, dijadwalkan masuk siang pukul 10:00 wita.

Meski belajar dalam situasi darurat dan berdesak-desakan di bawah tenda yang panas, para siswa tetap tampak bersemngata belajar engikuti ujian semester sambil berharap mereka bisa meraih prestasi ujia yang mebanggakan meski mereka kini masih tetap waspada karena guncangan gempa yang tak kunjung surut sejak empat pekan terakhir.

0750312183_SULBAR_UJIAN SEMESTER DIGELAR DI BAWAH TENDA DARURAT 2A 004

Kepalah sekolah sdn 002 mamasa, lina, mengungkapkan sekitar 700 siswa terpaksa melaksanakan ujian semester di bawah tenda –tenda darurat, karena gedung sekolah merekah yang telah ditinjau tim bmkg dan tim vulkanologi pusat, terutma di lantai dua sudah dinyatan sudah tak layak pakai untuk kegiatan belajar karena bisa mebahayakan siswa dan guru. Kondisi gedung sekolah yang sebagain ambruk dan retak-retak diniai rawan mebahayakan siswa dan guru.

“Peserta ujian semester dibagi dua gelombang karena ruangann sempit dan tidak bisa menmpung seluru siswa.Ada masuk pagi ada masuk siang hari,”jelas Lina, kepala sekolah

Pihak sekolah berharap agar pemerintah daerah atau pemerintah pusat, segera membenahi kondisi sekolah mereka yang agar layak pakai, agar ratusan siswa mereka bisa belajar lebih baik di tempat aman, tanpa harus berpanas-panasan sambil berdesak-desakan di bawah tenda darurat.

Sejak mamasa diguncang gempa 3 november hingga 2 desember krmrin, tercatat 902  kali terjadi gempa. 271 kali guncangan gempa diantaranya mebuat panik warga mamasa karena jarak lokasi pemukiman mereka dengan titik gempa hanya beberapa kiometer.

Guncangan gempa beruntun ini menyebabkan ratusan bangunan milik warga, rumah ibadah hingga  sekolah dan perkantoran rusak parah. Sejumlah sekolah yang bangunanya rusak terpaksa melasanakan proses belajar mengajar dan ujia semester di tenda –tenda darurat atau lapangan terbuka. (MAS_08)

 

Siswa Ujian Semester di Tenda Darurat Karena Gedung Sekolah Mereka Ambruk dan Retak-Retak

Gabung Bersama di Channel Youtube Kami : Lininews1


Bagikan
  • 1
    Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *