Penyandang Disabiitas Medapat Pelatihan Teknis Pemilu

Demokrasi Legislatif Nasional News Panwaslu Pemilu Polewali Mandar Politik Presiden
Bagikan

POLEWALI MANDAR,LINI1.COM – Menjelang pemilihan umum 2019, komisi pemilihan umum provinsi sulawesi barat, terus memantapkan berbagai persiapan diantaranya simulasi pemungutan suara yang dihadiri oleh enam kpud sesulawesi barat. Kegiatan sosialisasi pemilu ini juga diikuti sejulah pemandang disabilitas. Simulasi ini menekankan agar kesalahan prosedur dalam proses pemungutan suara bisa diminimalisir, terutama menghindari kesalahan mendasar pada tata cara pencoblosan, perhitungan hingga pengamanan kotak suara di tps hingga ke kpu.

Simulasi pemungutan suara hingga tata cara penghitungan suara digelar kpud sulbar, selama tiga hari di aula hotel sinar mas polewali, kabupaten polewali mandar, seluruh anggota kpud enam kabupaten disulawesi barat bersama puluhan anggota kpps menjadi peserta khusus dalam acara simulasi ini.

Acara dimulai dengan penjelasan tentang sejumlah prosedur utama dalam proses pencoblosan, penghitungan dan rekafitulasi suara. Simulasi ini dilaksanakan layaknya pencoblosan sesungguhnya, yang dimulai dari pemeriksaan kotak suara hingga surat suara, serta seluruh perlengkapan tps lainnya.

0753011183_SULBAR_PENYANDANG DISABIITAS MEDAPAT PELATIHAN TEKNIS PEMILU 2A 003

Setelah tps dibuka sesuai jadwal, pemilih pun kemudian dipersilahkan memasuki tps untuk menggunakan hak pilihnya,. Simulasi ini juga melibatkan penyandang disabilitas, petugas kpps dipandu untuk mengawal penyandang disabilitas seperti warga tunanetra atau buta untuk menggunakan hak pilihnya di bilik suara sesuai prosedur.

Selain simulasi pencoblosan juga diadakan simulasi penanganan gangguan keamanan di tps.

Kpu berharap dengan simulasi seperti ini penyelenggara pemilu mampu meminimalisir kesalahan prosedur yang dilakukan oleh penyelenggara. Selain itu kpu menargetkan proses perhitungan suara bisa dilakukan dalam sehari. Hal ini berkaca pada pemilu tahun 2014 dimana prosoes perhitungan suara dilakuakn hingga dua hari.

Untuk mewujudkan hal tersebut kpu mengurangi jumlah pemilih di tiap tps, yakni  maksimal 300 orang dari sebelumnya mencapai 800 orang per tps.

“Kita berharap bimbingan ini bisa meminimalisir kesalha teknis di tps sata pelaksana pemilu mendatang,”jelas Sayid Said usman, komisioner kpu sulawesi barat.

Hingga kini kpu sulawesi barat terus melakukan sosialisasi guna menekan angka golput dalam pemilu dan pilpres pada tahun 2019 mendatang. Selain gencar melakukan sosialisasi melalui media, upaya juga dilakukan dengan cara melakukan sejumlah dialog langsung dengan masyarakat.  (MPOL-06).

 

Gabung Bersama di Channel Youtube Kami : Lininews1


Bagikan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *