Siswa dan Guru Gotong Royong Membangun Sekolah Darurat di Tengah Gempa

Bencana Alam Budaya Gempa Mamasa Nasional News Pendidikan
Bagikan
  • 1
    Share

MAMASA,LINI1.COM – Agar proses belajar mengajar bisa digelar pasca diguncang gempa beruntun sejak lebih dari dua pekan terakhir, siswa dan guru sekolah di Mamasa, Sulawesi Barat bergotong royong mendirikan sekolah darurat dari batang bambu dan terpal plastik. Para guru dan siswa memilih belajar di tempat aman dengan cara mendirikan sekolah darurat, setelah gedung sekolah mereka rusak, retak-retak dan miring diguncang gempa selama lebih dari dua pekan.

 Ratusan siswa Smk Negeri 1 Mamasa ini misalnya bergotong royong mendirikan sekolah darurat dari batang bambu dan terpal plastik sejak dua hari terakhir. Mereka berhrap setelah libur selama hamir dua pekan, karena terus diguncang gempa beruntun bisa aktif sekolah seperti biasa, mulai senin besok, meski mereka belajar di bawah tenda.

Maklum, gedung sekolah dan ruang-ruang belajar di Smk Negeri 1 Mamasa, tampak rusak parah dan retak di sana sini akibat diguncang gempa sejak dua pekan terakhir. Didinding bangunan terlihat retak-retak, tiang –tiang bangunan juga mengalami patahan.

0752511183_SULBAR_SISWA DAN GURU GOTONG ROYONG MEMBANGUN SEKOLAH DARURAT 2A 007

Karena kondisi gedung sekolah rusak parah dan retak disana sini para siswa dan guru khawatir belajar di dalam rungan. Mereka khawatir banuan sekolah yang risak parah terancam ambruk saat diguncang gempa susulan

Agarproses belajar megajar tetap dilaksanakan dalam situsi gempa, pihak sekolah terpaksa mendirikan tenda-tenda darurat di luar gedung sebagai alternatif tempat belajar sementara.

Dominggus Ma’dika, Kepala Sekolah Smk  Negeri 1 Mamasa, mengatakan pihak sekolah terpaksa mengambi langka antisipasi, mendirikan sekolah darurat dari batang bambu dan terpal plastik sementara agar bisa melangsungkan proses-belajar bagi siswa.

“Kita terpaksa mendirikakn tenda dii luar geggdung karena siswa dan guru takut masuk ruangan sekolah karena kondisi gedung rusak dan retak di sana-sini,”jelas Dominggus Ma’dika, Kepala Sekolah SMK  Negeri 1 Mamasa

Saat ini pihak sekolah, sangat mengharapkan bantuan tenda dari pihak pemerintah setempat maupun pemerintah pusat, karena  hingga saat ini belum ada bantuan tenda bagi sejumlah sekolah yang melangsungkan proses belajar-mengajar di  luar ruangan.  (MMAS_09).

 

Gabung Bersama di Channel Youtube Kami : Lininews1


Bagikan
  • 1
    Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *