Sekolah Terendam Banjir Siswa SDN Pasangkayu Belajar Ditenda Pengungsian

Banjir Bantuan Bencana Alam Nasional News Pasangkayu
Bagikan

PASANGKAYU,LINI1.COM – Setelah dua pekan diliburkan karena sekolahnya terendam banjir, ratusan siswa Sdn Marambeau di Kecamatan Pasangkayu, Kabupate Pasangkayu Sulawesi Barat, terpaksa belajar di bawah tenda darurat, Sabtu (24/11/2018). Para orang tua siswa, bersama aparat desa setempat sepakat mendirikan tenda darurat agar anak-anak mereka yang tak bisa sekolah karena terendam banjir bisa menggelar proses belajar mengajar dalam situasi darurat. Minimnya ruangan dan fasilitas belajar membuat para siswa terpaksa digabung dalam beberapa kelas secara bergantian.

Sebanyak 120 siswa SDN Marambeau di Desa Karya Bersama, Kecamatan Pasangkayu, Kabupaten Pasangkayu, Sulawesi Barat ini tampa ceria meski hanya belajar di bawah tenda darurat yang didirikan para orang tua siswa bersama aparat desa setempat.

Sebelum jam pelajaran dimulai pukul 7.30 wita, para siswa yang stres karena tak bisa belajar mempersiapkan diri menghadapi ujian ini tampak senang. Mereka bisa berkumul kembali bersama teman-teman sekolah mereka setelah dua pekan tak bisa sekolah karena gedung sekoahnya terendam banjir.

Dengan menggunakan peralatan seadanya, Para Siswa – Siswi SDN Marambeau ini tampak antusias mengikuti proses belajar di tengah tenda.

Minimnya tenda membuat sekitar 120 siswa dari ena kelas ini terpaksa sejumlah kelas digabung dan belajar bersama. Meski duduk berhimpitan para siswa itu telihat ceria menerima pelajaran baru hari ini dari guru-guru mereka.

0752411181_SULBAR_SEKOLAHNYA BANJIR SISWA PASANGKAYU BELAJAR DITENDA 2A 005

Sulbar, Siswa SDN Marambeau mengaku senang bisa sekola kembali setelah libur panjang selama dua peka lebih. Meski berdesakan di tenda pengungsian yang disulap jadi sekolah darurat, sulbar mengaku senang menerima pelajaran baru hari ini.

“Sekoahnya banjir jadi belajar di tenda. Senang banyak teman,”jelas Sulbar, Siswa SDN Marambeau.

Sulbar mengaku, sejak hampir dua pekan tidak belajar karena sekolah tempatnya belajar terendam banjir, dia pun mengaku suka belajar di tenda pengungsian karena ada guru yang bersedia mengajar mereka di tenda darurat.

Sutarman, Kepsek SDN Marambeau mengaku terpaksa mendirikan tenda darurat dibantu warga dan aparat desa setempat arena pihak dinas pendidikan tak merespon dirinya saat menghadap kepihak dinas terkait solusi mengatasi banjir terkait ratusna siswa yang tak bisa belajar karena sekolah mereka terendam banjir.

“Berkat kerjasama orang tua siswa, parat dusun dna desa sepakt mendrikan tenda agar proses belajar mengajar bisa dilangsungkan meski sekolah mereka dilanda banjir,”jelas Sutarman, Kepsek SDN Marambeau

Meski belajar di tengaj siruasi darurat dan apa adanya seperti ini, para orang tau siswa berharap anak-anaka mereka bisa belajar dengan baik unutk mempersipakna diri menghadapi semester pertama tahun ini.

Banjir yang merendam desa karya bersma terutama di dua dusun ini sudah berlangsung sejak dua tahun terakhir. Setiap kali musim hujan warga resah lantaran pemukiman mereka menjadi langganan genangan banjir sepanjang musim hujan. Kondisi ini dipicu akibat tanggul sungai laring yang jebol sejak tahun lalau, namun hingga kini tak kunjung dibenahi pemerintah setempat, hingga musim banjir tahun beriktnya tiba tahun ini. (MPAS_07).

Sekolah Terendam Banjir Siswa SDN Pasangkayu Belajar Ditenda Pengungsian

 

Gabung Bersama di Channel Youtube Kami : Lininews1


Bagikan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *