2 Putri Cantik Lahir Normal di Tenda Pengungsian Gempa Mamasa

Budaya Mamasa Nasional News Pengungsi
Bagikan

MAMASA,LINI1.COM – Dua putri cantik lahir secara normal dan sehat di bawah tenda pengungsian gempa Mamasa, Sulawesi Barat, saat warga mamasa tengah cemas dan waswas guncang gempa beruntun sejak lebih dari dua pekan terakhir. Datu Ewanan (40 tahun), ibu rumah tangga, yang mengungsi bersama keluarganya ke tenda pengungsian di Mamasa berhasil melahirkan bayinya Novita, Senin kemarin. Sedang iska, ibu rumah tangga lainnnya berhasil melahirkan putrinya gempita tendanatali poli di bawah tenda rumah sakit mamasa dengan normal dan selamat, pekan lalu.

Datu Ewanan, pengungsi asal  Dusun Nekke, Desa Taupe, Mamasa terpaksa di evakuasi dari tenda pengungsian ke tenda Puskesmas Mamasa untuk melahirkan bayinya,  Senin kemarin.

Datu Ewanan,  melahirkan sorang bayi perempuan di tenda evakuasi yang disediakan oleh Puskesmas Mamasa di halaman Kantor Puskesamas. Keluarga datu pun langsung memberi nama bayi perempuannya itu dengan nama Novianti.

Datu legah meski ia hamil dalam kondisi stres karena terus digucang gempa di pengungsian ia bisa melahirka putrinya dnega selamat dna normal.

“Senang dan legah akhirnya bisa lahir selamat di pengungsian,”tutur Datu Pengungsi Asal  Dusun Nekke, Mamasa yang kini masih menjalani tahap pemulihan usia melahirkan.

0752011182_SULBAR_2 PUTRI CANTIK LAHIR NORMAL DI TENDA PENGUNGSIAN 2A 006

Bidan, darmawaty yang menangani pasien tersebut mengatakan, pasien datu berhasil melahirkan bayi perempuan sekitar pukul 07:00 Senin Pagi kemarin secara normal tanpa kendala. Kondisi pasien dalam keadaan sehat  begitu pun dengan bayinya lahir secara normal dan sehat dengan berat badan 2,5 kg dengan panjang 49 centimeter.

“Pasiennya melahirkan secara normal, berat badan anaknya juga lahir normal.,”jelas Bidan Puskesmas Mamasa, Darmawaty

Sejak gempa melanda Mamasa sejak dua pekan terakhir, pihak dinas Kesehatan Mamasa telah meyediakan pelayanan bersalin sementara di dalam tenda darurat, lantaran pegawai dan pasien rumah sakit takut melaksanakan pelayanan kesehatan di dalam gedung rumah sakit, karna gempa susulan masih terus mengguncang mamasasiang dan malam.

==========

Pekan lalu, Iska, seorang pengungsi lainnya juga berhasil melahirkan bayi perempuan cantik di tenda pengungsian di Kecamatan Rantebulahan Timur. Setelah sempat berjuang melawan maut di bawah tenda pengungsian ia akhirnya melahirkan seorang bayi perempuan cantik dengan bobot 3,1 kg secara normal.

Karena terlahir di tenda pengungsian saat wargga tengah stres diguncang gempa, orang tua kedua bayi perempuan cantik ini sepekat memberinya nama untuk putrinya, “Gempita Tendanatali Poli”.

Iska, yang sempat dirujuk dari tenda pengungsian ke tenda rumah sakit tampak legah dan sumringgah setelah berhasil melahirkan bayinya dengan susah payah di tempat pengungsian.

“Puji Tuhan, senang dan bangga bisa melahirkan anak saya di pengungsian meski awalnya sempat kesulitan,”jelas

Pengungsi ini sebelumnya dirujuk dari Puskesmas Kecamatan Rantebulahan Timur, namun saat tim medis lainnya mempersiapkan proses rujukannya, pasien ini akhirnya bisa melahirkan secara normal setelah bidan mencoba kesekian kalinya hingga berhasil..

Baik bayi novianti maupun bayi gempita tendanatali poli kini masih  dirawat di tenda pengungsian. Iska maupun datuk ewanan berharap putri ini kelak tumbuh sehat menjadi anak yang membanggakan, meski saat ini warga masih diliputi susana trauma lantaran gempa-gempa susulan yang tak kunjung berhenti. (MMAS-010).

 

2 Putri Cantik Lahir Normal di Tenda Pengungsian Mamasa Saat Ibunya Stres Diguncang Gempa

Gabung Bersama di Channel Youtube Kami : Lininews1


Bagikan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *