Ritual Menolak Gempa ”Messalu Lembang” Ala Leluhur Mamasa

Bantuan Budaya Life Style Mamasa Nasional News Pengungsi
Bagikan
  • 1
    Share

MAMASA,LINI1.COM – Menghadapi bencana gempa beruntun selama hampir dua pekan terakhir, masyarakat Mamasa Sulawesi Barat menggelar ritual “Messalu Lembang” , sebuah tradisi leluhur mamasa dalam menolak segala bala bencana termasuk gempa bumi. Tradisi ini telah dilakukan para leluhur Mamasa secara turun temurun, namun ritual menolak gempa bumi ini belakangan mulai jarang dilakukan generasi belakangan hingga bencana gempa bumi datang melullantakkan Mamasa sejak awal dua pekan lalu.

Ritual Messalu ini digelar Tokoh Adat dan Tokoh Agama Masyarakat Mamasa di salah satu monumen bersejarah Mamasa, To’pao. Lokasi sakral dan bersejarah di Mamasa ini terletak persis di Taman Kota Mamasa. Sejumlah perwakilan  tokoh adat dan tokoh agama dari berbagai wilayah di mamasa berkumpul menggelar ritual “Messalu Lembang”.

Obed nego depparinding, salah satu Tokoh Adat Mamasa mengatakan, ritual dilaksanan meminta pertologan kepada penguasa alam semesta yang sduah dilakukan para leluhur secara turun temurun untuk menolak segala bala bencana termasuk gempa bumi yang membuat masyarakat mamasa terlunta-lunta di pengungsian.

“Ini desakan msyarakat agar para tokoh adat menggelar ritual Messalu, sebuah tradisi pengampunan dan permohonan maaaf agar bencana tidak lagi menimpa masyarakkat Mamasa,”’jelas Obed Nego Depparinding, Tokoh Adat Mamasa

Menurut Obed, tradisi messalu dilakukan agar Masyarakat Mamasa di jaukan dari segala marah bahaya termasuk bencana gempa bumi yang terus mengguncang mamasa.

1. RITUL PASCA GEMPA MAMASA – 001

Ritual messalu lembang sendiri adalah sebuah ungkapan Pengakuan atas segala salah dan dosa, serta memohon maaf atas segalah kesalahan dan dosa yang pernah diperbuat oleh anak cucu masyarakat mamasa. Masyarakat Mamasa berharap ritual messalu sebagai ungkapa permohonan maaaf kepada penguasa alam, agar anak dan cucu leluhur masyarakat Mamasa dijauhkan dari segalah marah bahaya, termasuk bencana gempa yang mebuat warga Mamasa stres lebih dari sepekan terakhir.

Persembahan ritual “Messalu Lembang” ditandai dengan pemotongan sejumlah hewan seperti babi dan kerbau, sebagai tanda pengakuan atas kesalahan dan dosa anak leluhur mamasa yang perna  dilakukan  sebelumya hingga sang penguasa lama marah menuurnkan bala bencana seperti gempa bumi.

Para leluhur masyarakat mamasa rutuin menggelar ritual ini setiap tahun secara turun temurun, terutama jika terjadi sesuatu dalam wilayah kehadatan mamasa, seperti bencana alam atau gempa bumi yang saat ini terus mengguncang Mamasa.

Dalam mitilogi masyarakat Mamasa, semua bencana yang menimpa manusia di Bumi Kondosapata Mamasa, termasuk bencana gempa bumi yang mengguncang mamasa sejak lebih dari sepekan terakhir,  tidak lepas dari aktifitas atau sepang terjang manusia dalam memperlkukan alam tempat mereka berpijak. (MMAS-08).

 

Ritual Menolak Gempa ”Messalu Lembang”  Ala Leluhur Mamasa

Gabung Bersama di Channel Youtube Kami : Lininews1


Bagikan
  • 1
    Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *