Sandiaga Uno Dilarang Ceramah, Jamaah Mesjid Syuhada Mamuju Ngamuk Microfon Mesjid Dimatikan

Cendekia Demokrasi Legislatif Mamuju Nasional News Pemilu Politik
Bagikan
  • 24
    Shares

MAMUJU,LINI1.COM – Pasangan cawapres Sandiaga Uno yang didaulat jamaah untuk membawakan tauziah atau kuliah tujuh menit (kultum) di Mesjid Raya Suhada Mamuju, Sulawesi Barat, usai sholat subuh ditolak sejumlah pengurus mesjid, Sabtu (3/11/2018) lalu. Ketua harian pengurus mesjid Syuhada bahkan naik mimbar dan mematikan microfon agar tak ada aktifitas ceramah di mesjid subuh itu. Sejumlah jamaah yang kecewa dengan sikap pengurus mesjid yang dinilai arogan dan tidak mencerminkan sikap Islam sebagai rahmat bagi sesamanya, mengamuk di tengah mesjid.

Kecewa karena Sandiaga Uno dilarang berceramah atau kuliah tujuh meniit (kultum) di atas mimbar , Suaib, salah seorang jamaah di masjid Syuhada Mamuju, Sulawesi Barat mengamuk saat mengetahui pengurus masjid melarang cawapres, Sandiaga Uno membawakan kultum untuk mengisi waktu luang usai sholat subuh.

Saksikan Video Sandiaga Ditolak Ceramah di Chanel youtube Kami : lininews1

Suasana di masjid Syuhada Mamuju yang semula teduh usai sholat subuh  mendadak gaduh. Ketika Suaib yang tidak terima sikap ketua pengurus mesjid yang menolak dengan cara yang dinilai tidak santun, mengamuk karena kecewa dengan pelarangan Sandiaga uno tersebut.

Para jamaah menyesalkan insiden yang tak elok di tempat ibadah tersebut. Menurut Suaib, kalau pun dirinya atau Sandiaga tidak dibolehkan membawa kultum, mestinya penolakan itu dilakukan dengan cara yang lebih santun dan elok, bukan malah mepertontonkan kesan arogansi di dalam mesjid yang disaksikan ribuan jamaah.

0750511183_SULBAR_SANDIAGA UNO DILARANG KULTUM, JAMAAH MESJID RAYA MAMUJU NGAMUK 2A 001

Kronologis pembatalan ceramah Sandiaga Uno ini bermula ketika jamaah mesjid Syuhada Mamuju yang hendak mendengar tauziah cawapres pasangan Prabowo Subianto usai sholat subuh berjamaah tengah duduk sambil membaca wirid di dalam mesjid.

Saat jamaah yang juga pengurus mesjid lainnya mempersilahkan Sandiaga Uno untuk memberi kultum, sebelum melanjutkan perjalanannya ke Kabupaten Majene, tiba-tiba ia diprotes Ketua Harian Pengurus Masjid Syuhada Mamuju, Ramli Abdullah.

Pertengkaran dengan pengurus dan jamaah mesjid pun tak terhindarkan. Sejumlah jamaah lainnya sempat nekad untuk mempersilahkan kepada tamunya itu untuk memberi tauziah, namun ketua harian pengurus mejid pun tak kalah ngotot melarang agar tak ada aktifitas ceramah subuh di mesjid. Sang ketua bahkan naik mimbar dan mematikan microfon mesjid untuk menghentian aktifitas rencana Sandiaga Uno membawakan ceramah.

Pertengkaran jamaah dan pengurus mesjid terkait penolakan Sandiaga Uno bercermah di Mesjid Termegah Ibu Kota Mamuju tersebut, makin gaduh, setelah suaib hendak mengisi kultum setelah Sandiaga uno dilarang naik di mimbar,  juga ditolak ketua harian. Suaib (57 tahun) menawarkan dirinya untuk membawakan kultum menggantikan Sandiaga Uno kecewa karena tak digubris ketua.

“Saya pun ditolak setelah Sandiaga dilarang. Padahal saya hanya ingin menyampaikan tausiah bagaimaa ummat ke depan. Saya ini lho sudah usia 57 tahun,”tutur Suaib yang emosi saat berusaha  ditenagkan para jamaah lain yang tak ingin menfhendaki adanya situasi gaduh di dalam mesjid hanya karena jmaaahnya beda pendapat.

Ketua harian, Ramli Abdullah berlasan menolak karena tak ingin momentum ceramah subuh tersebut khawatir dimanfaatkan kubu sandiaga uno untuk berkampanye. Ketua harian juga beralasan menolak sandiaga berceramah karena pihaknya tidak mendapat laporan dari rombongan sandiaga sebelumnya.

Ramli abdullah yang ditemui, minggu kemarin menjelaskan, kronologi pelarangan cawapres nomor urut 2 Sandiaga Uno membawakan kultum itu dilakukan karena tidak ada laporan atau pemberitahuan kepada dirinya sebelumnya. Ramli juga mengaku tidak mendapat teks naskah apa yang akan disampaikan sandiaga di depan ribuan jamaah subuh.

Menurut Ramli, usai sholat subuh, jamaah meminta sandiaga uno untuk naik di mimbar membawakan kultum. Karena menolak ada ceramah yang diduga akan dimanfatakan untuk mengisi kegiatan kampanye politik, Ramli kemudian menolak sang tamu naik mimbar. Karena jamaah terus berusaha meminta Sandiaga Uno naik ceramah, ramli lalu naik mimbar dan merampas micropon dan mematikannya agar tak ada aktifitas ceramah subuh itu.

“Di sini kan banyak jamaah, juga ada dari pendukung lain. Kita khawatir ini dimanfaatkan untuk ceramah politik, saat ini kan situasi kampanye,”jelas H. Ramli Abdullah, Ketua Harian Pengurus Masjid Syuhada Mamuju ketika ditemui di rumahnya, Minggu (4/11/2018) kemarin.

Melihat situasi konplik pengurus mesjid dan jamaah yang tak ramah kepada tamunya itu, Sandiaga Uno memilih yang dikemurmuni warga yang bersimpati kepadanya memilih untuk pamit dan keluar dari masjid untuk melajutkan perjalanannya ke Kabupaten Majene.

0750511183_SULBAR_SANDIAGA UNO DILARANG KULTUM, JAMAAH MESJID RAYA MAMUJU NGAMUK 2B 001

Para jamaah masjid yang bersimpati dengan Cawapres Sandiaga tersebut berusaha membesarkan jiwa sandiaga yang ditolak tampil memberi kultum subuh itu. Sejumlah jamaah yang merasa bersalah dengan situasi subuh itu satu persatu menyalami dan meminta maaf kepada sandiaga atas situasi yang tidak nyaman itu.

Imam Mesjid Suhada yang bersimpati kepada tamunya ini juga menyalami sambil mendoakan sandiaga panjang umur. Seperti dalam video keributan di mesjid suhada Mamuju ini, sang imam mesjid meminta maaf dan mendoakan sandiaga uno agar dberi umur panjang. Sebelum meninggalkan mesjid sang imam dan jamaah lainnya satu persatu minta berfoto bersama dengan Sandiaga Uno.

Penanggungjawab sholat subuh berjamaah rombongan Sandiaga Uno, Arman Salimin menegaskan, Sandiaga Uno memang tak ada agenda untuk berceramah di Mesjid Suhada usai sholat subuh, sebab sandiaga dan rombongn subuh itu rencanaya akan langsung bertolak ke Kabupaten Majene untuk sejumlah agenda silaturrahmi dengan wraga majene lainnya.

Hanya saja sejumlah jamaah yang mengetahui kedatangan Sandiga Uno dan rombongan sholat subuh di Mesjid Suhada sebelum bertolak ke Majene, bermaksud memanfaatkan kedatangan sandiaga tersebut agar bisa memberikan kultum atau tausiah di atas mimbar. Sayangnya keinginan jamaah mesjid yang juga sebagian pengurus untuk mendengar tauziah sandiaga uno tersbeut ditolak ketua harian pengurus mesjid suhada, ramli abdullah, karena alasan tak ingin ada ceramah politik praktis dari Sandiaga uno subuh itu.

Menurut Arman, Cawapres Sandiaga Uno pada saat itu memang tidak mau membawakan kultum, selain karena tidak ada dalam agenda panitia, beliau bersama rombongan juga harus segera melanjutkan perjalanan ke sejumah kabupaten di Sulbar usai sholat subuh.

“Tidak ada agenda Sandiaga ceramah karena agendanya beliau langsung bertolak ke Majene usai sholat subuh,”jelas Arman

Seperti yang sudah dijadwalkan sebelumnya, usai sholat subuh di Mesjid Suhada, Sandiaga harus menuju ke Kabupaten Majene, lalu ke Kabupaten Polman, kemudian melanjutkan kegiatan ke beberapa kabupaten lain di Sulawesi Selatan seperti Pinrang, Pangkep, Pare-Pare dan Makassar.  (MJU-03).

 

Sandiaga Uno Dilarang Ceramah, Jamaah Mesjid Raya Mamuju Ngamuk Microfon Mesjid Dimatikan

Gabung Bersama di Channel Youtube Kami : Lininews1


Bagikan
  • 24
    Shares

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *