Warga Cemas Tanggul Jebol Yang Sempat Isolir 3 Dusun Tak Kunjung Dibenahi Pemerintah

Bencana Alam Cuaca Nasional News Pasangkayu
Bagikan
  • 1
    Share

MAMUJU,LINI1.COM – Warga Pasangkayu, Sulawesi Barat cemas dan khawatir, ribuan hektar perkebunan sawit dan kawasan pemukiman di tiga dusun terancam bakal kembali terendam banjir bah sungai lariang. Alasannya hingga menjelang musim banjir tahun ini, sungai terpanjang yang bermura dari Donggala hingga wilayah Pasangkayu dan Mamuju yang sempat jebol, awa tahu i2018 lalu hingga kini tak kunjung di benahi pemerintah untuk mengantisipasi damak bencana. 

Lima bulan pasca dikunjungi Gubernur Sulbar, ali baal masdar dan Bupati Pasangkayu, Agus Ambo Djiwa, tanggul sungai lariang yang jebol dan sempat menrendam ribuan hektar kelapa sawit hingga nyaris menenggelamkan pemukiman tiga dusun awal 2018  lalu.

Ratusan warga sempat mengunsi lantaran ribuan hektar sawit teredam banjir hngga mengisolir desa meteka. Warga di berbagai dusun kini cemas lantaran luapan banjir tidak hanya berpotensi menengglamkan desa mereka, namun juga memutus sejumlah akes jalan.

Jebolnya tanggul sungai lariang di Dusun Kalukumbeo beberapa bulan lalu, sempat membuat ribuan hektar lahan perkebunan kelapa sawit milik warga mati karena terendam banjir bah.

Kuatnya aru banjir menyebabkan luapan air membentuk aliran sungai baru. Bahkan sejumlah jalan penghubung antar desa terputus akibat tergerus banjir sejak tanggul jebol.

BENDUNGAN JEBOL 001

Warga yang bermukim di sepanjang muara sungai, termasuk ratusan kepala keluarga yang bermukim di dua dusun kini resah menjelang musim banjir, lantaran tanggul yang jebol dan berpotensi meneggelamkan desa dan kawasan perkebunan mereka yang beradadi dataran lebih rendah, hingga kini tak kunjung dibenahi pemerintah.

Hingga lebih dari lima bula pasca dikunjungi Gubrnur Sulbar, Ali Baal Masdar yang didampingi Kepala Dinas Pu Sulbar dan pihak balai 3 sulteng, serta Bupati Pasangkayu, Agus Ambo Djiwa yang turun langsung ke lokasi melihat kondisi aliran sungai yang jebol hingga ratusana warga sempat mengungsi karena takut tersapu banjir, hingga kini tak kunjung dibenahi pemerintah.

Firman, Kepala Desa Lariang, mengatakan pasca dikunjungi oleh Gubernur Sulbar, Ali Baal Masdar dan Bupati Pasnagkayu, Agus Ambo Djiwa belum ada aksi di lapangan. Pada hal masyarakat berharap perbaika tanggul yang jebol seharusnya perbaikannya sudah selesai sebelum memasuki musim banjir tahun ini.

“Sejak beliu berkunjung sampai sekarang belum ada upaya perbaikan, pada hal warga kini mulai cemas lantaran musim penghujan segera tiba,”jels Firman, Kepala Desa Lariang mengaku kerap ditanya warga soal upaya pemerintah melakukan antisipasi dampak bencana banjir.

Sekitar dua ratus kepala keluarga di dua dusun di Desa Lariang ini telah kehilangan puluhan hektar lahan perkebunan karena mati terebdam luapan banjir. Jalan darurat yang dibuat warga setelah akses jala n mereka putus juga kini kembali terancam putus lantaran aru sungai yang kuat terus menggerus pesisir sungai.

Mirisnya, meski sudah mengancam keselamatan ratus kepala keluarga, belum ada upaya serius pemerintah kabupaten, propinsi maupun pihak balai untuk mengantisipasi dampak bencana banjir.

Warga berharap pemerintah tahun ini segera melakukan perbaikan tanggul sebelum musim hujan tiba. Warga cemas an kawatir bila musim penghujan tiba seluruh kawasan pmukiman, perkebunan dan areal tambak akan terendam banir bah bila tidak ada upaya perbaikan yang dilakukan pemerintah. (MPAS-12).

 

Warga Cemas Tanggul Jebol Yang Sempat Isolir 3 Dusun Tak Kunjung Dibenahi Pemerintah

Gabung Bersama di Channel Youtube Kami : Lininews1


Bagikan
  • 1
    Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *