Kisah Heroik Gian “Bermain-main” dengan Gelombang Tsunami Saat Selmatkan Keluarga

Bencana Alam Gempa Nasional News Penomena Alam
Bagikan
  • 1
    Share

DONGGALA,LINI1.COM – Gempa tsunami yang memporak-porandakan wilayah Sigi, Donggala dan Palu, Sulawesi tengah, ternayata menyimpan banyak cerita atau kisah-kisah heroik warga menyelamatkan diri, keluarga dan harta benda mereka dari terjangan Badai Gempa tsunami yang tiba-tiba datang menyapu warga yang tengah mulai beritirahat setelah sibuk bekerja seharian, Jumat petang dua pekan lalu.

Kisah Heroik dan kepanikan para korban gempa tsunami menyelamatkan diri dan keluarga mereka ini mulai terungkap satu persatu, saat para korban di pengungsian di sejumah lokasi di Donggala dan Palau mulai saling berbagai cerita dna pengalaman sambil mengingat-iingat kisah mereka selamat dari bencana dasyat tersebut.

Gian, warga jalan Gili Raja, Kelurahan Labuan Bajo, Kecamatan Banawa, Kabupaten Donggala misalnya, baru menyadari tindakan nekadnya menerobos gelombag tsunami pertama karena berusaha kembali ke ruamhnaya hanya untuk menyelamatkan sejumlah uang dan dokumen penting yang ia simpan dalam lemari pribadinya. Namun tak disangka saat ia tengah berlarian menyelamatkan diri dari rumahnya sambil memegang sejumlah uang dan dokumen penting yang ia bongkar dari dalam lemarinya, gelombang tsunami kedua datang menggulung desanya. Beruntung ia selamat setelah sempat dihantam gelombag hingga terlempar lebih dari 20 meter bersama reruntuhan dan smapah yang terbaw geombang ke leren pebukitan.

Menurut Gian, saat gempa dan tsunami pertama datang, ia sekeluarga langsung berlarian keluar rumah menyelematkan istri dan anak-anaknya. Saat ia brusaha mnggendong dua anaknya sambil menaik istrinya naik ke pebuitan tak jauh dari rumahnya, Ia sempat dihantam gelombang pertama yang prekwensinya relatif lebih kecil dibanding gelomang kedua dan ketiga yang menghantam dan melululantakkkan donggala, palu dan sekitarnya.

Meski sempat dihantam reruntuhan dan sampah yang terdorong gelombnag, namun ia berhasil selamat hingga di dataran tinggi. Krena khawatir sejumlah harta benda seperti uang  dan beberapa dokumen penting lainnya seperti surat-surat tanah dan ijazah. Gian nekad dan meberaikan diri turun dari bukit untuk menyelamatkan harta bendanya, sebelum gelombang tsunami kedua dna ketiga yang menyapu rata donggala datang.

Saat ia lompat ke naik lantai dua rumahnya, Gia langsung membongkar paksa lemari untuk mengambil uang dan sejumlah. Gian yang mendengar suara gemuruh dari jauh buru-buru lari dan lompat dari lantai dua rumahnya. Namun belum sempat lari sampai ke puncak pebukitan tinggi tak ajuh dari rumahnya gelombang kedua yang lebih besar datang menghantamnya.

Gia sempat terlempat lebi dari 20meter bersaam reruntuha dan sampah yang terdorong gelombang hingga ke lereng atau bibir pebukitan sambil ia terus memagang sejumlah auang dan dokumen-dokumen penting di tangannya.

“Saya terlempar lebih dari 20 meter saat brusaha lari, namun belum sampai di puncak gelombang sudah menggulung perkampungan. Tapi saya berusaha tetap sadar dan tidak panik sampai saya terlempar ke lereng bukti. Alahmadulillah saya bisa selamat meski rumah hancur,”kenang Gian saat ia berjuag menyelamatkan keluarga dna harta benda yang bisa ia selamatkan.

ANTO – CERITA NGAKAK PARA PENGUNGSI1 013

Namun yang paling menyedihkan Gian adalah, saat ia dan warga lainnya sudah tertimpa bencana gemp dna tsunami hingga mereka ada yang kehilangan sanak keluarga, masih saja ada oknum yang tidak bertanggung jawab tega memafaatkan moment situasi bencana yag membuat panik korban untuk mengambil barang milik di tengah reruntuhan rumahnya.

“Seluruh barang berharga dalam rumahnya habis diambil oleh pelaku” jelas Gian mnceritakan saat ia ditemui di tengah reruntuhan puing bangunan rumahnya yang rata dengan tanah.

Meski rumahnya telah hancur dan kehilangan harta benda pasca gempa tsunami, namun Gian mengaku masih bersyukur karena seluruh keluarganya masih bisa ia selamat dari bencana, dibanding warga lain dna sanak tetanganya ang berduka karena kehilangan anggota keluarga dan harta benda mereka.

Saat ini Gian bersama istri dan anak-anaknya yang masih trauma paca gempa tsunami jumat pekan lalu, sementara masih mengungsi di atas dataran tinggi bersama ratusan warga pengungsi lainnya. Ia masih trauma dan takut untuk kembali ke rumah menyusul masih serignya terjadi gempa-gempa susulan bersakala kecil. (MDONG-12).

 

Kisah Heroik Gian “Bermain-main” dengan Gelombang Tsunami Saat Selmatkan Keluarga dan Harta Bendanya

Gabung Bersama di Channel Youtube Kami : Lininews1


Bagikan
  • 1
    Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *