Penomena Semburan Api Pasca Gempa Jadi Ajang Selfie Warga Mateng

Bencana Alam Gempa Mamuju Tengah Nasional News
Bagikan
  • 1
    Share

MATENG,LINI1.COM Penomena alam berupa munculnya semburan api dan lumpur panas di tengah perkebunan sawit di Desa Salugatta, Mamuju Tengah, Sulawesi Barat, sehari pasca pasca gempa 7,7  Jumat Pekan Lalu, mengundang perhatian warga sejak pertama kali semburan api ini ditemukan. Semburan api yang menghebohkan  di tengah suasana duka  pasca bencana nasional tersebut, diabadikan warga hingga jadi spot atau ajang tempat warga berselfie ria pengunjung.

Semburan api bercampur lumpur yang muncul di tengah perkebunan sawit  di Desa Salu Gatta, Kabupaten Mamuju Tengah, sejak sabtu lalu ini terus didatangi warga yang penasaran ingin melihat langsung penomena alam tersebut pasca bencara gempa di donggala dan palu, jumat petang lalu.

Kabar penemuan semburan api di tengah perkampungan warga ini sempat menghebohkan warga setempat.  Warga yang mendapat kabar penemuan semburan api tersebut berbondong – bondong mendatangi tkp kejadian untuk menyasikan langsung penomena alam tersebut.

Sebagian warga lainnya tak hanya mengabadikan fenomena tak biasa tersebut, namun tak sedikit warga yang menjadikan ajang berselfie ria belakang penomena semburan api tersebut.

Basir, salah satu warga setempat mengaku tak menduga jika lubang berdiameter satu meter lebih yang selama ini diketahui warga sebagai lubang yang dalam ternyata mengelurkan semburan api. Lubang ini semula hanya berisi air yang tak pernah kering, namun pasca bencana gempa yang memporak-porandakan donggala dan palu termasuk pasang kayu dan sekitarnya, barulah ditemukan semburan api.

“Sejak kabar ada semburan api tempat ini terus didatangi warga yang penasaran, hingga jadi jang tempat selfie warga,”jelas Basir, warga setempat.

Hingga kini pihak berwenang belum meneliti penomen semburan lumpur dan api di dalam lubang tersebut. Belum diektahui apakah lokasi tersebut mengandung gas alam yang berpotensi untuk dikembangan menjadi sumber energi masa depan.

Lokasi semburan api yang hanya berjarak sekitar 400 meterdari perkampungan warga menjadi objek wsiata dadakan yang ramai dkunjungi warga secara bergantian.

Semula garis polisi yang dipasang petugas untu mebatasi warga mendekat di area berbahaya tersebut, hanya beberapa meter di sekliling semburan api, namun karena semburan api dari dalam lubang ajaib tersebut terus membesar, polis pun memperlebar police untuk menghindari segala hal yang tidak diinginkan. (MTENG-08).

Gabung Bersama di Channel Youtube Kami : Lininews1r


Bagikan
  • 1
    Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *