2 Istri TKI Yang Disandera Kelompok Bersenjata Berdoa Suaminya Pulang Selamat

Abu Sayyaf Hukum Kriminal Majene Nasional News Penculikan Polewali Mandar
Bagikan
  • 2
    Shares

SULBAR,lLINI1.COM Dua istri tki asal Kabupaten Majene dan Polewali Mandar Sulawesi Barat yang suaminya menjadi korban penculikan oleh sekelompok orang bersenjata di Perairan Semporna Malaysia sejak 7 September 2018 lalu, berharap kepada pemerintah Indonesia dan Malaysia agar suami yang menjadi tulang punggung dalam keluarga mereka selama ini bisa pulang dengan selamat dan kembali berkumpul bersama keluarga dan anak-anak yang mereka tinggalkan, selama merantau ke negeri jiran malaysia.

 

Rumah kediaman Samsul Saguni, di Desa Lalatedong, Kecamatan Sendana, Kabupaten Majene, Sulawesi Barat, salah satu dari dua Tki yang menjadi korban penculikan oleh sekelompok orang bersenjata di Perairan Semporna Malaysia sejak 7 September lalu terus didatangi sanak keluarga dna handai tolen untuk memberikan doa dna dukungan moril agar sabar meghadapi musibah yang menimpa suami mereka.

 

Fitriani, istri Samsul Saguni berharap suaminya yang selama ini menjadi panutan dan tulang punggung dalam keluarga berharap suaminya bisa segera dibebaskan para penculik agar bisa segera pulang dan kembali berkumpul bersama istri dan anak-ankanya di kampung halaman yang sduah merindukan mereka.

Hingga sepekan sejak dua TKI asal Majene Dan Polewali Mandar diculik oleh sekelompok orang bersenjata di perairan semporna malaysia 7 september lalu hingga kini keluarga dan istri koban belum mengetahui jejak keberadaan suaminya.

 

“Sampai hari ini kelurga bingung mencari tahu kabar keberadaannya. Kami cemas dan berharap kelak bisa bebas dan pulang dnegan selamat ke tengah keluarga,”jelas Fitriani, Istri Samsul Saguni

 

Samsul Saguni, merupakan anak sulung dari enam bersaudara, bapak dari dua anak ini menjadi satu – satunya tulang punggung keluarga. Sejak korban diculik keluarga kini kesulitan memenuhi kebutuhan – sehari hari.

 

Kondiisi serupa juga merundung keluarga Yulianti,  Istri Usman Yunus di Dusun Bruno, Desa Kebun Sari, Kecamatan Wonomulyo, Polewali Mandar Sulawesi Barat. Sejak suaminya diaporkan diculik sekelompok orang bersenjata ia kini tak bisa tidur nyenyak mennati kabar keberadaan suaminya.

 

Yulianti yang ditemani seorang anaknya lia berharap suaminya bisa dibebaskan para penculik dan bisa kembali berkumpul bersama keluarga di kampung halamannya. Yualinti berhrap suaminya kelak bisa pulang dengan baik-baik.

 

Yulianti mengaku sangat cemas akan keselamatan suaminya, lantaran hingga kini ia tak bisa berkomunikasi langsung dengan suaminya.

ISTRI ABU SAYYAP 015

Ditemui di kapung halamannya, Yulianti masih mengigat detail ketika suaminya terakhir kali berpamitan sekitar lima bulan lalu.

 

Lambaian tangan Usman Yunus (35 Tahun), masih tergiang di kepalanya saat ia pamit ke negeri jiran malaysia dengan sebuah impian kelak setelah ia mengumpulkan gaji seringgit demi seringgit ia kelak bisa pulang ke kampung halaman mendirikan sebuah ruah impiannya.

 

Sayangnya usman belum sempat mengirimkan gaji yang ia kumpulkan sang istri justru shock mendapat kaba suaminya diculik sekelompok orang saat ini tengah bekerj sebagai nelayan mencari ikan di periran semporna sabah malaysia, 7 september lalu.

 

Tak jelas siapa kelompok penculik, termasuk motifnya, yulianti sendiri kini terus brusaha mencari ahu keberadaan suaminya termasuk kondisi kesehatannya.

 

“Saya berharap dia baik-bak saja dan kelak dibebaskan dna bisa pulang dengan selamat dna berkumpul di tengah keluarga,”tutur Yulinati, Istri Korban Penculikan TKI di Malaysia ketika ditemui terpisah dengan Fitri di Maene.

 

Berdasarkan data dokumen keimigrasian, dua Wni pemegang pasport yang menjadi korban penculikan tersebut diketahui bernama lengkap Samsul Saguni (40 tahun) dan Usman Yunus (35 tahun). Keduanya adalah kelahiran Poniang, Kabupaten  Majene, Sulawesi Barat. Usman sendiri menjadi warga Polewali Mandar, mengikuti jejak istrinya setelah ia resmi menikah dengan yulianti beberapa tahun lalu.

 

Seperti dituturkan Yulianti, mengutip cerita percakapannya dengan Fahri, rekan usman yang selamat dalam penculikan tersebut menceritakan, saat kedua tki ini bekerja menangkap ikan di perairan semporna, sabah malayysia, selasa dinihari lalu, tiba-tia ia didatangi dan ditodong oleh sekelopok orang bersenjata.

 

Kedua korban Samsul Saguni (40 tahun) dan Usman Yunus (35 Tahun) langsung digiring naik kapal milik penculik. Tampak logat dan bahasa dari percakapan mereka terdengar sepeti bahasa sulu, salah satu bahasa pilipina yang akrab d telinga warga malysia.

 

Dalam sekejap pelaku yang membawa korban langsung menghilang dalam sekejap di perairan semporna malaysia. Seperti dalam insiden penculikan serupa sebelumnya, kedua tki tersebut diduga diculik oleh kelompok yang sama.

 

Seperti fitriani, yulianti juga berharap, pemerintah malaysia dan pemerintah indonesia melalui kementerian luar negeri bisa melakukan upaya serius membebaskan kedua tki yang disandera termasuk suauaminya agar ia bisa pulang dengan selamat dan berkumpul di tengah keluarga kecilnya. (MMJNE-03).

Gabung Bersama di Channel Youtube Kami : Lininews1


Bagikan
  • 2
    Shares

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *