Serunya Nonton Karoba Saping di Pantai Pasir Putih, Sambil Cicipi Aneka Makanan Tradisional

Budaya Life Style Mamuju Tengah Nasional News Pasangkayu
Bagikan

PASANGKAYU,LINI1.COM – Jika di Madura terkenal dengan kontes karapan sapinya, di Pasang Kayu terkenal dengan festival karoba saping-nya.  Kontes yang digelar secara rutin setiap bulan di Pantai Pasir Putih Koa – Koa, Kecamatan Bambalamotu, Kabupaten Pasangkayu, Provinsi Sulawesi Barat oleh warga dan para pecinta karoba saping ini menjadi salah satu objek wisata budaya khas pasangkayu yang kini sedang dirawat dan dilestarikan warga dan pemerintah setempat sebagai aset budaya lokal.

 

Kontes karoba saping atau lomba gerobak sapi ini menjadi tontonan menarik para wisatawan di Pantai Pasir Putih Koa-Koa, Kecamatan Bambanglamotu, Kabupaten Pasangkayu, Minggu (9/9/2018).

 

Karoba saping khas masyarakat pasangkayu ini mirip dengan lomba karapan sapi yang terkenal di madura. Bedanya jika di madura digelar di tengah areal persawahan dan hanya dipandu seorang joki, karoba saping justru digelar di pantai pasir putih koa-koa dan gerobaknya bisa ditumpangi lebih dari satu orang, sambil uji nyali atau keberanian di sepanjang lintasan.

 

Jon, salah satu warga setempat mengaku kontes Karoba saping ini digelar dua kali sebeulan oleh warga setempat sebagai ajang hiburan.

 

“Tempatnya indah, bersih dan asri, mungkin itulah menjadi salah satu daya tarik wisatawan datang ke pantai Koa-koa yang juga terkenal ikon karoba saping-nya,”jelas Jon yang akrab disapa bang Jon.

 

Seni dan olahraga Tradisonal Pasangkayu yang tetap terpelihara ini tidak hanya menjadi ajang tontonan seru para wisatawan, namun juga bisa menjadi ajang uji nyali dan keberanian para joki atau pabbala-nya

 

Tak heran jika objek wisata pantai pasir putih yang terkenal akan keindahan pantai dan biota lautnya yang asri, menjadikan karoba saping sebagai ikon wisata budaya yang bisa menarik minat para wisatawan berkunjung ke Pasangkayu.

 

Hamparan pasir putih yang bersih yang terbentang sepanjang lebih dari 5 kilometer, menjadikan objek wsiata pantai ini cocok menjadi tempat wisata santai bersama keluarga atau pasnagan anda. 

 

Lokasinya yang strategis dengan jarak tempuh hanya sekitar 20 menit dari ibu kota kabupaten pasangkayu, membuat objek wisata alam dan budaya ini tidak hanya menarik minat wisatawan lokal dna luar daerah namun juga para wsiatawan asing kerap memilih objek wsiata untu untuk liburan.

 

Pada musim gerhana matahari total yang lalu, sepasang wisatawan asal belanda sempat sempat mengabadikan kenagan perjalan hidup mereka dengan melangsungkan pernikahan saat gerhana matahari total berlangsung di lokasi wsiata ini.

 

Di sepanjang jalan menuju ke lokasi wisata ini mata anda akan dimanjakan dengan pemandangan alam yang indah dan sejuk di bawah rimbunnya pepohonan yang masih asri dan tetap terjaga kelestariannya oleh warga sekitar.

 

Tak hanya itu, di sepanjang pantai terdapat bangunan gasebo yang cantik dan unik yang bisa mengajak anda betah berlama-lama di pantai ini.

 

Ditempat ini pengunjung juga bisa mengabadikan momen indah dengan sejumlah spot-spot swa foto yang indah dan cantik dan tak kalah bersaing dengan pemandangan di pulau dewata bali.

 

Selain itu, pantai ini juga terkenal memiliki  terumbu karang yang belum terjamah dan tetap terjaga kelestariannya. Bagi wisatawan yang hobbi menyelam dan menyaksikan keindahan bawah laut pantai koa – koa, tempat ini mungkin bisa jadi refrensi anda untuk menikmati keindahan panorama bawah laut.

 

Di tempat ini para wsiatawan juga bebas memilih aneka menu makasakan tradisonal khas pasangkayu atau menikmati ikan bakar rica-rica segar yang baru ditagkap nelayan setempat.

 

Sekali berkunjung ke pantai yang asri ini wisatawan dijamin bakalan ketagihan.

 

Bupati Pasangkayu, Agus Ambo Djiwa mengatakan, bentangan pantai dengan hamparan pasir putih sekitar lima kilometer menjadi salah satu andalan destinasi wisata bahari pantai koa-koa. Pantai ini juga mempunyai terumbu karang yang tetap terpelihara denagn baik sehingga menjadi tempat tumbuh kembangnya segala biota laut.

 

“Ini saya kira salah satu keunikan Pasnagkayu yang tak adadi daerah lain,”jelas Agus Ambo Djiwa, Bupati Pasangkayu.

 

Lomba gerobak sapi tradisional yang digelar warga secara rutin sebagai hiburan ini bisa menarik wisatawan lokal maupun manca negara, bisa datang berkunjung ke kabupaten pasangkayu.

 

Objek wsiata pantai koa-koa kini dijadikan pemerintah daerah sebagai lokasi festival balapan gerobak sapi tradisonal yang digelar secarameriah setiap enam bulan atau dua kali setahun untuk mengangkat kearifan lokal budaya setempat sebagai kekayaan wisata budaya khas pasangkayu.

 

Selain kontes karoba saping, tempat ini juga menjadi lokasi lomba balapan perahu katinting atau perahu tradisional bagi nelayan. Tak heran jika pantai yang terkenal asri dan bersih ini  tak pernah sepi pengunjung, terutama di hari libur. (MTENG-04).

Serunya Nonton Balapan Karoba Saping Sambil Cicipi Aneka Makanan Tradisional di Pantai Pasir Putih

Gabung Bersama di Channel Youtube Kami : Lininews1


Bagikan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *