Protes Penggusuran, Pedagang Sayur Gelar Jualan di Kantor DPRD Mamasa

Hukum Legislatif Mamasa Nasional News Pedagang
Bagikan

MAMASA,LINI1.COM Puluhan pedagang tradisional yang mayoritas kaum ibu-ibu mendatangi Kantor Dprd Mamasa. Sulawesi Barat, Senin (3/9/2018). Mereka melakukan aksi unjuk rasa sebagai bentuk penolakan penggusuran pedagang

di kawasan Pasar Lama Mamasa yang dilakukan oleh satpol beberapa pekan sebelumnya. Para pendemo yang mayoritas ibu-ibu rumah tangga yang nyambi sebagai pedagang sayur-mayur ini membawa serta dagangan dan mengelar jualan sayur-mayur di Kantor Dprd Mamasa.

Kesal dengan aksi penggusuran pedagang kaki lima yang dilakukan Petugas Satpol Pp di kaasan pasar lama membuat pedagang saur mayur yag mayoritas iu-ibu rumah tangga ini menggeruduk kantor dprd mamasa, senin pagi.

 

Ketegangan sempat terjadi antara para pedagang yang menggelar aksi unjuk rasa dengan petugas Dprd dan kepolisian setempat. Para ibu-ibu ini kesal lantaran wakil mereka di dprd tidak satu pun yang bersedia menerim aspirasi mereka.

 

Bosan menunggu dan tak kunjung ditemui para wakil rakyat, para ibu-ibu dan keluarganya ini nekad memaksa masuk ke dalam ruangan sidang paripurna untuk mencari para anggota dewan ang tak kunjung menemui mereka.

 

Sempat terjadi adu mulut antara polisi dan para demostran. Ketegangan baru mereda setelah polisi berjanji mengahdirkan anggota dprd untuk menerima keuhan atau aspirasi mereka.

 

Nopan, Kordinator Aksi mengatakan kedatangan mereka ke dprd untuk meminta kepada anggota dewan agar para pedagang tetap dibiarkan berjualan di tempat semula. Mereka menolak dipindah ke pasar tradisional baru di wilayah barra’barra, mamasa yang dibangun pemerintah cukup jauh dari perkotaan.

 

“Kami mmeinta DPRD Mamasa agar meperjuangkan nasib pedagang dan mereka tetap di perbolehka berjualan di pasar lama. Pasar baru kan jaraknya jauh, biaya transfortasi ojek mahal belum lagi tidak ada warga mau datang belanja di sana karena jaraknya jauh dari kota,”jelas Nopan, Kordinator Aksi/Pedagang.

 

Pemerintah daerah mamasa melalui Kasatpol Pp, Kain Lotong Sembe mengatakan, penertiban tidak sedang menggusur para pedagang namun mereka hanya ditertibkan agar tidak berjualan di badan jalan termasuk di atas selokan.

 

“Ini bukan penggusuran tapi menertibka pedganag yang berjualan di sepanjang trotoar jalan atau yang berjulan di atas selokan jalan karena mengganggu pngguna jalan dan meicu emacetan,”jelas Kasatpol Pp, Kain Lotong Sembe

 

Pihak satpol pp, akan terus melakukan penertiban pada pedagang yang berjualan di sekitar taman kota mamasa dan meminta pedagang agar berjualan di pasar barra’-barra’, pasar tradisional yang baru dibangun pemerintah di kecamatan tawalian. (MMS-05)

 

Gabung Bersama di Channel Youtube Kami : Lininews1


Bagikan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *