Kencing di Bendungan, Remaja Babak Belur Dianiaya Oknum TNI Cs

Hukum & Kriminal Nasional News Polewali Mandar
Bagikan

POLEWALI MANDAR,LINI1 – Seorang oknum TNI bersama sejumlah rekannya diduga melakukan tindakan main hakim sendiri dengan cara mengeroyok remaja Harlis (21), warga Desa  Batu Pangadaala, Kecamatan Luyo, Kabupaten Polewali Mandar,

Sulbar, Rabu (22/8/2018). Hingga kini korban dan keluarganya tidak mengerti apa alasna dirinya dikeroyok pelaku saat sednag buang air. Akibat penganiaya tersebut korban mengalami luka lebam di wajah dan sekujur tubuhnya hingga tak sadarkan diri.

 

Harlis yang tak sadarkan diri dan mata kirinya bengkak dikeroyok oknum tni cs dibawah keluarganya ke rumah sakit, Sabtu kemarin lalu.

Pengeroyokan ini terjadi pada hari Rabu, (22/8) bertepatan hari raya idul adha. Kronologis kejadian berawal saat korban bersama dua orang rekannya sedang dalam perjalanan pulang setelah bersilaturahmi ke rumah pamannya. Dalam perjalanan, korban sedang ingin membuang air kecil. Ia pun singggah buang air di saluran bendungan Sekka-Sekka.

Tidak jauh dari tempat korban buang air kecil, pelaku diduga sedang menggelar pesta miras bersama bersama rekan-rekannya. Pelaku kemudian berteriak dan mendekati korban Harlis bersama Hasan temannya. Tanpa penjelasan apa pun oknum TNI ini langsung menampar korban berkali-kali dan mencekik lehernya. Saat insiden ini berlangsung sejumlah rekan pelaku lainnya yang juga diduga tengah ikut pesta miras ramai – ramai mendatangi dan mengeroyok korban yang tidak melakukan perlawanan apa pun.

 

Hasan, saksi korban juga tak mengerti apa kesalahan korban dan dirinya hingga dikeroyok pelaku. Hasan yang mengaku usai silaturrahmi ke keluarganya itu mengaku hanya singah buang air kecil di saluran bendungan sekka-sekka polewali, tanpa ia duga, korban kemudian didatangi pertama kali oleh oknum TNI berinisial HS.

 

“Saya juga tidak mengerti ada masalah apa, tiba-tiba saja saat mnasih berdiir di pinggir sungai didatangi dan dihantam pelaku berkali-kali. Wajah saya juga beberpa kali ditampar pelaku,”

 

Menurut Hasan Oknum TNI cs yang mengeroyoknya saat kejadian ada sekitar 10 orang. Namun Hasan mengaku tak mengenal semua pelaku.

Kadir, orang tua korban yang mengantar anaknya berobat ke rumah sakit, menyesalkan mudahnya aparat mempertontonkan tndakan main hakim sendiri. Menurut kadir, pelaku merupakan oknum TNI berinisial HS, dari kesatuan Kostrad  yang sedang libur cuti lebaran Idul Adha.

“Ini baring terus pak, mengeluh sakit di bagian perut dan kepala,” ujar orang tua korban.

Plt Pasi Intel Kodim 1402 Polmas, Peltu Aslam Latif yang menjenguk korban di UGD RSUD Polewali Mandar mengungkapkan, pihaknya akan menindak lanjuti kasus tersebut. Aslam mengatakan pihaknya telah memerintah kepada anak buahnya  langsung  melakukan kroscek ke lapangan untuk mengetahui kejadian sebenarnya.

“Kami akan cari bukti-bukti dulu. Jika memang benar, kami akan usut tuntas. Jika benar pelaku langsung kami jemput dan tindak,” tuturnya, saat menjenguk korban di ruang UGD.

 

Orang tua korban telah melaporkan kasus ini ke SPKT Polres Polman. Ia berharap pelaku segera ditangkap dan proses sesuai ketentuan hukum yang berlaku.

“Semoga pelaku segera di amankan dan ditindak tegas,” katanya

Akibat kejadian tersebut, korban mengalami lebam di bagian wajah, dan masih sulut untuk berbicara dan melihat lantaran matanya bengkak. Korban juga sering pusing dan muntah. Korban masih dirawat di ruang Instalasi gawat darurat RSUD. (POL-02)

 

Gabung Bersama di Channel Youtube Kami : Lininews1


Bagikan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *