Gemar Panggil Siswa dengan Gelar Nama Binatang, Kepsek SMPN 1 Polewali Demo Mundur

Budaya Nasional News Pendidikan Polewali Mandar
Bagikan

POLEWALI MANDAR,LINI1.COM – Ratusan siswa dan guru SMP Negeri 1 Polewali Mandar sulawesi barat kembali menggelar aksi demo untuk kesekian kalinya di halaman sekolah SMP Negeri 1 Polewali Mandar sulawesi barat, Senin (27/8/2018)).

Para siswa menuntut kepala sekolah, Supardi mundur dari jabatannya karena dinilai tidak sopan dan tidak cakap memimpin. Para siswa mengaku keberatan lantaran kepala sekolah sering meneriaki dan memanggil mereka dengan sebutan nama-nama binatang yang melambangkan mereka tak punya otak.

Konplik antar guru dan kepala sekolah yang melibatkan para siswa ini juga dipicu masalah bagi-bagi dana bos yang dinilai pengelolaannya tidak transfaran dan salah sasaran.

Para guru menuntut kepala sekolah mereka diganti karena alasan Supardi mengelola managemen pendidikan di sekolah ala tukang sate. Para guru menilai Supardi mengelola sekolah seperti perusahana milik pribadinya. Segala keputusan menyangkut  masa depan sekolah termasuk guru dna sisnaya ia tentukan sendiri.

Seorang guru bidang studi, Hariati mengatakan, aksi yang digelar para guru dan siswa yang kesekian kalinya ini bertujuan untuk memberi warning kepada kepala sekolah agar tidak sewenang-wenang mengambil keputusan sendiri di sekolah karena guru adalah mitranya.

“Kami butuh manajemen profesional, sekolah bukan perusahaan milik kepala sekolah, dana bos bukan milik pribadi. Kami butuh pemimpin yang bermoral,” tandasnya.

Selama ini menurut Hartati, guru jarang diajak berkomunikasi dengan kepala sekolah.  Kepala sekolah, Supriadi selama ini dinilai hanya mengambil keputusan sepihak yang tidak melibatkan para guru.

“Sebelumnya kami juga pernah gelar aksi di Dinas Pendidikan dan DPRD, tapi tidak ada tanggapan. Makanya kami kembali aksi menuntut kepala sekolah diganti,” katanya.

Sementara para siswa yang turut mendukung aksi mogok mengajar para guru juga menuntut kepala sekolahnya diganti. Para siswa beralasan kepala sekolah mereka sering kali memanggil dan meneriaki para siswa di sekolah dengan gelar panggilan nama-nama binatang atau warna kulit yang berbau rasis, yang membuat para siswa minder dengan gelar-gelar buruk yang disematkan kepala sekolahnya.

“Nama kita kadang di panggil tedong (kerbau) atau bolong (hitam legam). Pokoknya kalau bicara ceplos-ceplos tanpa mempertimbangkan apakah melukai perasaan orang lain. Pokoknya kami ingin kepala sekolah di ganti dan dicopot dari jabatannya.” tegasnya.

 

Aksi protes siswa terhadap kepala sekolah SMPN 1 Polewali, Supardi karena yang bersangkutan dinilai kurang sopan dan tidak santun bertutur sapa terhadap para siswanya. Sering kali kepala sekolah yang marah kepada siswa menggelari siswanya dengan sebutan atau panggilan tak senonoh yang membuat para siswa minder dan tidak nyaman dengan gelar-gelar buruk yang disematkan kepadanya.

 

Dalam orasinya, para siswa yang membawa serta spanduk dan poster berisi tuntutan agar kepala sekolah mereka mundur dari jabatannya karena menilai kepalas sekolah kadang arogan dan tidak sopan dalam bertutur sapa kepada siswanya.

Kepala Sekolah, Supardi yang menyaksikan aksi demo para siswa dna guru dari lantai dua gedung sekolahnya membantah untutan para siswa dan guru. supardi mebantak jika dirinya telah menggunakan anggaran dana bos yang tidak transparan, sebab pengelolaan dana BOS di sekolah telah diatur oleh Rencana Kerja Anggaran Sekolah (RKAS) yang telah dibuat satu tahun lalu. 

Supriadi mengkelain, pihaknya telah menggunakan dana BOS untuk kepentingan sekolah, seperti menyediakan buku-buku bagi guru dalam mengajar.

“Kalau anggaran saya tidak pernah pegang dana, tapi bendaharanya,” jelasnya.

Supardi menduga aksi demo para guru dna kepala sekolah untuk kesekian kalinya ada pihak yang mencoba memprovokasi di sekolahnya. Alasannya selama ini siswa selalu bersama-sama dalam kegiatan sekola baik dalam OSIS, PMI dan Pramuka.

Supardi menegaskan, pihaknya tidak bergeming dan tidak risau dengan aksi mogok para guru dna siswa di sekolahnya. Supardi mengaku akan tetap menjalankan tugas sebagai kepala sekolah, sepanjang tidak ada keputusan dari Dinas Pendidikan yang mengganti dirinya sebagai kepala sekolah.

 

Kerumunan siswa dan guru yang menggelar aksi unjuk rasa di halaman sekolah mereka baru bisa tenang setelah Dinas Pendidikan, aparat kepolisian dan Satpol PP tiba di lokasi kejadian. Pihak Dinas Pendidikan kemudian menggelar rapat bersama guru untuk membahas masalah konplik antar guru dnegan kepala sekolah maupu konplik antara kepala sekolah dengan siswanya.  (MPOL-2).

 

Gabung Bersama di Channel Youtube Kami : Lininews1


Bagikan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *